Banner

Thursday, June 08, 2017

Wali Paidi (Eps.3)

Setelah beberapa hari di Indonesia wali Paidi ini berencana melakukan suluk nyepi ke gua di gunung arjuna sesuai perintah sang sulthonul Aulia...
wali Paidi mulai berkemas untuk berangkat ke gunung arjuna
Ber pres2 rokok sudah disiapkan mulai dji sam soe, gudang garam dan djarum sudah lengkap, tidak ketinggalan kopi satu blek juga dibawanya.

Setelah sampai di kaki gunung arjuna wali Paidi mulai mendaki mencari gua yg di maksud oleh sang sulthonul Aulia, pada hari ketujuh sejak pendakian wali Paidi akhirnya menemukan gua tersebut.
Gua itu dibagian mulutnya kecil tertutup ilalang tapi bagian dalamnya luas, dipojok kiri ada sumber mata air dan di pojok kanan ada batu yang menyerupai meja yang kemungkinan oleh yang punya gua ini dulu dipakai untuk sholat.

Wali Paidi menaruh barang bawaannya di sebelah batu yang mirip meja tersebut, dan pergi menuju ke mata air untuk mandi dan berwudlu. Ketika mandi, hati wali Paidi ini dengan sendirinya berzikir dengan cepat dan otomatis, pengetahuan ruhani wali Paidi semakin bertambah, hatinya berbunga2 tanpa dapat ia cegah, Nur Bashirohnya semakin terang benderang.  Setelah berwudlu wali Paidi ini melakukan sholat di atas batu yang mirip meja itu, beratus-ratus rokaat tanpa terasa telah berlalu dan wali Paidi baru sadar ketika terdengar ayam berkokok.

Wali paidi turun dari batu menuju tempat perbekalannya untuk membuat kopi dan duduk santai sambil merokok. Panci sudah dikeluarkan dan rokok dji sam soe reefil sudah disiapkan, tapi alangkah kagetnya wali Paidi ini ketika mencari korek tidak ada, ia keluarkan semua isi tasnya tapi tetap aja korek tidak ditemukan.

''Wadoh ciloko iki,'' wali Paidi bergumam sendiri.

Dia melihat kopi satu blek yang aromanya begitu harum dan berpre-pres rokok berbagai merk tergeletak disamping kopi.

''wes..wes..muspro kabeh iki, kok bisa koreknya gak kebawa..'' kata wali Paidi mulai kesal.

Satu dua hari dilalui wali Paidi ini tanpa kopi dan rokok dan pada hari yang ketiga wali Paidi mulai tidak tahan, hatinya semeblak ketika melihat kopi dan rokok yang terkulai tak berguna..

Wali Paidi mulai membaca hizb, semua hizb ia kerahkan dan setelah membaca asyfa' 3x wali Paidi ini mengusapkan telapak tangannya pada matanya dan byarr... ..!!

Seluruh alam jin dan mahluk halus lainnya tampak sangat jelas terlihat wali Paidi. Segerombolan jin diluar gua sebelah kiri. Kira-kira 10 meter dari mulut gua, wali Paidi mendatangi bangsa jin yang terdekat dengan gua tersebut, gerombolan jin yang melihat wali Paidi datang, tampak ketakutan.

''Ada yg pny korek api?'' tanya wali Paidi kepada bangsa jin.
''Kami gak punya'' jawab mereka.

Wali Paidi lansung mengobrak-abrik tempat para jin tersebut, para jin lari tunggang langgang dan banyak sekali yang terluka. Selanjutnya setiap tempat yang ada jinnya didatangi oleh wali Paidi ini dan kalau ditanya jawabannya gak punya korek api maka wali Paidi ini lansung mengobrak-abrik tempat tersebut.

Gemparlah seluruh bangsa jin digunung arjuna melihat sepak terjang wali Paidi ini, seluruh desa dan kota dari kerajaan jin digunung arjuna ini telah di obrak-abrik oleh wali Paidi. Nama wali Paidi menjadi terkenal menjadi momok yg menakutkan dikalangan bangsa jin.

Dan akhirnya tibalah wali Paidi ini dipusat kerajaan bangsa jin, ketika sampai di gerbang kerajaan wali Paidi disambut oleh 2 prajurit yang memang oleh raja mereka diperintahkan untuk menyambut wali Paidi dan mengantarkan kepadanya.
Tampak wajah2 yang ketakutan diwajah prajurit jin ini melihat wali Paidi. Dengan suara tergagap-gagap prajurit ini mempersilahkan kepada wali Paidi untuk masuk istana dan menemui raja mereka.

Dalam istana raja jin yg bernama Ismoyo ini sudah menunggu kedatangan wali Paidi. Setelah wali Paidi masuk istana, raja Ismoyo ini lansung turun dari singgasananya menyambut lansung wali Paidi dan mempersilahkan wali Paidi untuk duduk di sampingnya.

Dengan agak takut raja Ismoyo ini bertanya: ''Hamba dengar tuan wali telah membuat geger kerajaan hamba, tuan telah mengobrak-abrik seluruh wilayah kerajaan tanpa ada yang sanggup melawan tuan, apakah gerangan yang tuan cari, sehingga tuan murka begini, mungkin hamba bisa membantu,''

Wali paidi menjawab: ''aku mencari korek, apakah anda punya?,''

Seluruh prajurit tegang menunggu jawaban raja mereka, senjata pedang dan tombak sudah mereka pegang dengan erat bersiap kalau2 ada hal2 yang tidak di inginkan.

Keringat yang berbau kemenyan keluar dari pori2 para prajurit raja jin, yakni raja Ismoyo, suasana tegang masih sangat terasa. Saking tegangnya ada perajurit yang terkencing2 di celana... hehehe

"Tuan wali, buat apakah korek tersebut kalau hamba boleh tahu?" tanya raja Ismoyo

"Buat menyalakan ini dan membuat ini" jawab wali paidi sambil menunjukkan rokok dan kopinya.

"Hanya untuk itu ..?" tanya raja Ismoyo heran

"Ya ..hanya untuk ini " jawab wali Paidi singkat.

Raja Ismoyo membathin dalam hati, wali ini aneh, masak hanya gara2 pingin ngerokok dan ngopi aja dia telah menghacurkan kerajaanku, dasar wali semprul....!

"Eeitt...namaku Paidi bukan semprul " sahut wali Paidi.

"Ah..maaf tuan, ternyata tuan bisa membaca isi hati hamba" raja Ismoyo mulai takut dan heran.

"Trus... gimana sampeyan punya korek apa tidak?" tanya wali paidi lagi.

"Kalau hanya untuk menyalakan itu, pakai ini aja tuan" jawab raja Ismoyo sambil menjulurkan jari telunjuknya yang tiba2 bisa mengeluarkan api.

"Masya Allah... kalian kan memang terbuat dari api, maaf baru ingat hehehe" jawab wali Paidi sambil cengengesan.

Wali Paidi mendekati raja Ismoyo, mengeluarkan sebatang rokok dji sam soe refillnya dan mulai menghisap rokoknya.

"Hu...Allah...hu...Allah.." begitulah yang terdengar ktk wali paidi merokok.

Selanjutnya raja Ismoyo memanggil panglimanya dan berkata kepadanya:
"Buat kan kopi buat tuan wali" perintah raja Ismoyo sambil mengambil kopi dari wali Paidi dan menyerahkan kepada panglimanya.

"Jangan manis manis..ya.." wali Paidi berpesan.

Kerajaan raja Ismoyo ini terkenal angker dan ditakuti bangsa jin dan manusia sekarang berubah bagaikan warung kopi pinggir jalan gara2 wali Paidi.

"Sampeyan tidak merokok..." tanya wali Paidi.
"Tidak.." jawab sang raja
"Apakah sampeyan jin muhammadiyyah?" tanya wali Paidi lagi
"Saya tidak mengerti maksud tuan" jawab raja Ismoyo heran
"Maaf, agama sampeyan apa?" tanya wali Paidi
"Saya tidak beragama" jawab raja Ismoyo
"Oh..begitu.." gumam wali Paidi

Keduanya lalu terdiam agak lama
"Maaf tuan, wirid apa yang tuan baca, sehingga tuan tidak bisa dikalahkan oleh para prajurit saya" tanya raja Ismoyo penasaran.

"Hizb dan Sholawat" jawab wali Paidi
"Maukah tuan mengajarkan kepada saya?" pinta raja Ismoyo.
"Ya...boleh, tapi sampeyan harus masuk islam dulu" jawab wali Paidi

Lalu raja Ismoyo memanggil panglimanya, memerintahkan kepadanya untuk mengumpulkan seluruh rakyat dan semua prajuritnya, dalam sekejab balai agung istana ramai dipenuhi prajurit dan rakyat, bahkan sampai meluber keluar istana, selanjutnya raja Ismoyo bersimpuh dikaki wali Paidi diikuti seluruh rakyatnya.

"Kami dg suka rela siap masuk islam, mengikuti agama tuan" kata raja Ismoyo kepada wali Paidi

"Baiklah....ikuti apa yang aku ucapkan..." kata wali Paidi

Dengan suara yang sangat berwibawa wali Paidi mengucapkan dua kalimat syahadat diikuti seluruh bangsa jin kerajaan raja Ismoyo. Ucapan syahadat para bangsa jin ini menggema keseluruh gunung arjuna bahkan seluruh hewan digunung arjuna berhenti sejenak. Tidak ada yang bersuara untuk mendengarkan ucapan syahadat ini.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat wali Paidi mengajarkan pada mereka apa itu islam dan menjabarkan arti iman secara singkat.

Selanjutnya wali paidi tinggal diistana raja Ismoyo guna mengajari mereka cara sholat, cara berdzikir dan lain sebagainya.

Setelah beberapa minggu tinggal diistana, wali Paidi akhirnya mohon pamit kepada raja Ismoyo.

"Kami masih butuh pencerahan dari tuan, sudilah kiranya tuan tetap disini beberapa hari lagi?" pinta raja ismoyo kepada wali Paidi

"Jangan kuatir, kelak aku akan datang lagi kemari" kata wali Paidi dan dengan tersenyum wali Paidi mendekati raja Ismoyo dan memegang dada raja Ismoyo, sambil berkata:
"Ajaklah hatimu untuk dzikir terus menerus, ucapkan Allah...Allah....secara berkesinambungan, dalam keadaan apapun teruslah berdzikir, dan berusahalah selalu dalam keadaan punya wudlu, andai Allah mencabut nyawamu, kamu dalam keadaan suci..."

"Terima kasih tuan, pesan tuan akan kami laksanakan.." jawab raja Ismoyo dengan ta'dzim.

"Kalo hatimu sudah bisa berdzikir, maka Allah sendiri yang akan membibingmu..." kata wali Paidi.

"Apakah kami akan menjadi wali kalau hati kami sudah bisa berdzikir sendiri?" tanya raja Ismoyo

"ha..ha...ha.... jangan sekali2 punya niat pingin menjadi wali, krn keinginan itu termasuk nafsu, berdzikirlah karena Allah, jangan ada niatan yang lain" jelas wali Paidi.

Setelah menghisap rokoknya wali Paidi berkata lagi:
"Allah menjadikan manusia pemimpin dimuka bumi ini, dan mengangkat para walinya dari kalangan manusia " jelas wali Paidi lagi.

"Oh begitu... kalau Allah menghendaki begitu kami sangat ridlo dengan keputusan Allah tersebut," jawab raja Ismoyo maggut2.

"Kalau boleh tahu tuan ini wali yang bagaimana?" tanya raja Ismoyo selanjutnya

"Hmm...aku adalah wali abdal, wali pengganti, kalo istilah dalam sepak bola sebagai pemain cadangan, wali tingkat rendah, aku dulu hny seorang abdi seorang kiai, tugasku hanya menyiapkan rokok dan kopi, setelah kiai saya meninggal akulah yang dipilih Allah sebagai gantinya" terang wali Paidi.

"Jadi wali itu jumlahnya tetap sama dr dulu sampai sekarang?" tanya raja Ismoyo dengan bersemangat.

"Iya, jumlahnya wali diseluruh dunia tetap sama, karena setiap yang meninggal pasti ada gantinya, biarpun kamu tidak ada hak untuk menjadi wali kamu harus tetap semangat, karena dimata Allah derajad seseorang itu dilihat dari ketaqwaannya, wali itu hanya title yang diberikan Allah buat para wakil2nya dimuka bumi, guna untuk mengatur dan menata manusia dan wali dipilih dari para hamba yang dikehendakiNya, bukan karena ibadahnya bukan karena dzikirnya tapi karena  kehendak Allah.

Jadi salah besar kalau ada orang yang pingin atau mempunyai cita2 menjadi wali..." jawab wali Paidi.

Terimakasih tuan...mudah2an apa yang tuan ajarkan kepada kami menjadi ilmu yang manfaat" ucap raja Ismoyo.

Akhirnya wali Paidi pamit dan meninggalkan gunung arjuna diiringi raja Ismoyo dan seluruh rakyatnya....

Setelah wali Paidi sudah tidak tampak raja ismoyo dg suara yg lantang berkata kepada rakyatnya.
"Rakyatku semuanya.... nanti atau kapanpun, kalau ada orang yang ke gunung arjuna ini berbekal rokok dan kopi, jangan sampai diganggu, jagalah mereka sampai mereka meninggalkan gunung arjuna ini, demi menghormati guru kita wali Paidi"

"Titah paduka akan kami laksanakan..." jawab mereka serempak.

Bersambung...

Monday, June 05, 2017

Wali Paidi (Eps.2)

Wali Paidi membuka matanya kembali, dan betapa kagetnya wali Paidi ketika membuka matanya tampak disekelilingnya banyak orang berlarian dengan memakai baju gamis selutut dan memakai surban, tampak ditangan mereka senjata AK 47, terdengar suara bising peluru berseliweran...

“Aduh... kesasar lagi aku ini, tadi kesasar kekutub selatan, sekarang kesasar lagi ke Afghanistan, wes-wes kok gak kesasar ke hollywood saja...” Wali Paidi mengamati salah satu pasukan yang semuanya berjenggot panjang, wali Paidi tersenyum sendiri melihat jenggot mereka, memang dinegara yang dikuasai Taliban ini bukan operasi helm yg dilakukan disana tapi operasi jenggot, kalau ada laki-laki yg tidak berjenggot maka kena tilang.

Wali Paidi berdiri berjalan mencari ketempat yang sepi. Wali Paidi tidak suka dengan peperangan, wali Paidi memutuskan untuk langsung pergi saja, setelah menemukan tempat yang sepi wali Paidi mulai merapal do’a-do’a ilmu melipat buminya lagi.

Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya, wali Paidi membathin mudah-mudahan tidak kesasar lagi. Wali Paidi membuka matanya perlahan-lahan tampak didepannya rumah yang terbuat dari kayu, persis rumah para transmigrasi diluar pulau jawa, tidak lama kemudian keluarlah seorang tua berpeci putih dengan baju taqwa dan bersarung melambaikan tangannya memanggil wali Paidi.

Wali Paidi teringat dengan orang tua ini, beliau adalah habib Ali AlHabsyi pahat Malaysia, yg kemarin juga ikut pertemuan di Makkah. “Masya Allah ternyata aku masih kesasar lagi“ bathin wali Paidi.

Wali Paidi melangkahkan kakinya mendekati habib ali alhabsyi, wali Paidi teringat beberapa tahun yang lalu ketika sayyid Maliki dari Makkah mau berkunjung ke ndalemnya habib Ali ini, di dalam perjalanan sayyid Maliki ini tiba-tiba merasakan kangen yang amat sangat terhadap datuknya baginda Nabi Muhammad SAW.

Setelah sampai didepan ndalem habib Ali, habib Ali hanya menyuruh masuk sayyid Maliki, sedang rombongan yang lain disuruh menunggu diluar, beberapa menit kemudian sayyid Maliki keluar dengan beruraikan air mata, sayyid Maliki menangis tersedu-sedu: “sudah terobati kangenku...”ucap sayyid Maliki dengan masih menangis.

Ternyata ketika sayyid Maliki masuk ke ndalemnya habib Ali, sayyid maliki dipertemukan oleh habib Ali dengan baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi Wasallam, Subhanallah.....
“mari masuk nak, jangan melamun saja“ ucap habib Ali
“inggih mbah...” jawab wali Paidi, lalu melangkah mendekati habib Ali.
Setelah mencium tangan beliau, wali Paidi masuk ke ndalem.

“Kamu memang gak bakat dengan ilmu melipat bumi itu nak Paidi, jadi nanti gak usah dicoba lagi, kamu naik pesawat saja dari sini ke indonesia“ kata habib Ali
“inggih mbah“ jawab wali Paidi
“siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat, kamu bertemu dengan Mulan Jameela yg kamu gandrungi itu" goda habib Ali
“hahaha....”wali Paidi hanya bisa tertawa mendengar godaan habib Ali ini.

Setelah makan bersama, wali Paidi pamit pulang, habib Ali menepuk-nepuk pundak wali Paidi mengantarkannya keluar dari ndalem.
“ingat perintah sang sultan nak Paidi, setelah sampai ke rumah segeralah ke gunung arjuna untuk kholwat disana...”
“inggih mbah“ jawab wali Paidi

Setelah mencium tangan habib Ali, wali Paidi beranjak pergi ke bandara, naik pesawat pulang ke Indonesia.

Bersambung ke kisah selanjutnya, wali Paidi di gunung arjuna.....

Sunday, June 04, 2017

Wali Paidi (Eps.1)

Setiap tgl 10 arofah ada perkumpulan 40 wali diatas gunung di daerah Makkah, 40 wali ini tersebar dari seluruh pelosok dunia, dan setiap tahun mereka berkumpul di atas bukit di daerah Makkah ini (maaf tempat dirahasiakan) yg datang ada yg terbang, ada yg naik sajadah seperti aladin, ada yg muncul dari bumi, ada yg naik burung, ada yg cling tahu2 sudah ditempat.

Acara tahunan ini (semacam reuni) di pimpin lansung oleh king of the king sulthonul aulia (gak pake pohan) rajanya para wali yg setiap masa hanya satu orang di JAGAD SELURUH ALAM SEMESTA ini.

Dari atas bukit mulai terdengar dentuman2 lantunan dzikir yang terpancar dari hati mereka, diatas bukit para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan ini dengan hembusan angin yang sepoi2 berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil.

Tampak dikejauhan dibawah bukit ada orang yang tidak terlalu tua tampak tertatih2 dan sangat kesulitan mencoba menaiki bukit, berbeda dengan wali2 yang datang sebelumnya, seorang tua ini tampak sangat kesulitan menaiki bukit dengan tongkatnya dia berusaha melewati bebatuan yang terjal dan berliku, kadang dia berhenti sebentar untuk mengatur pernafasannya lalu melanjutkkan perjalanan menaiki bukit lagi.

Setelah sampai dipuncak tampak jelaslah orang ini, gemuruh nafasnya masih tampak tersenggal2 kecapekan, pakaiannya biasa, jubah putihnya agak kecoklatan dan sedikit kotor. Walaupun kelelahan tapi wajahnya nampak selalu tersenyum, dari raut wajahnya bisa tercermin bahwa orang ini tidak pernah meremehkan orang lain, tawadhu dan sopan...

Para wali menghentikan aktifitasnya setelah melihat kedatangan orang tua ini, suasana tiba2 hening, satu persatu para wali menyalami orang ini dengan penuh hormat dan takdzim...
''ahlan wa sahlan ya habiballah ya sulthanul aulia...'' ucap mereka

Eh... ternyata orang yang tampak biasa sekali ini adalah rajanya para wali, keramatnya dan kesaktiannya se-akan tidak ada sama sekali....

''Tolong panggilkan Paidi arek indonesia itu suruh kesini...'' ucap sang sultonul aulia kepada para wali.

Disela2 kerumunan para wali muncullah seorang pemuda dengan jas layaknya tentara dan peci hitam yang agak tinggi, dari wajahnya terlihat kalo Paidi ini pemuda yang kocak, dengan wajah cengar-cengir pemuda ini mendekati sang sultan aulia dan mencium tangannya.

Setelah wali Paidi ini menghadap, sang sulthon ini berkata kepadanya: ''Di... Paidi sini aku minta rokoknya dan tolong sekalian masak air buatkan kopi..''
hehehe...ternyata wali yg kemana2 bawa rokok dan kopi hanya wali dari Indonesia..

Sehabis dari pertemuan di Makkah, wali Paidi kembali lagi ke Indonesia. Wali Paidi pingin mencoba ilmu yang baru saja didapat dari temannya wali dari India, Naseer Khan yaitu ilmu melipat bumi. Teman wali Paidi ini memang terkenal sakti, seluruh biksu di India tidak dapat menandingi kesaktiannya, bahkan biksu dari Tibet banyak yang masuk islam, setelah kalah bertarung dengan Naseer Khan ini.

Ketika berangkat ke Makkah wali Paidi “nunut” temannya dari India ini, wali Paidi hanya disuruh menggandeng tangannya lalu tiba-tiba saja cling wali Paidi dan temannya Naseer Khan sudah berada di Makkah diatas bukit tempat pertemuan. Dan karena kasihan wali Naseer Khan ini meng-ijazahkan ilmu melipat bumi kepada wali Paidi, supaya diacara pertemuan-pertemuan yang akan datang wali Paidi tidak repot mencari tunutan lagi.

Wali Paidi memejamkan matanya dan mulutnya mulai berkomat-kamit membaca doa-doa khusus, tiba-tiba tubuh wali Paidi terasa dingin, bumi yang didudukinya terasa seperti es. Wali Paidi membuka matanya tampak didepannya bukit yang tertutup es, dia melihat kebawah, bumi yang didudukinya juga terbuat dari es. “Dimanakah aku ini?“ bathin wali Paidi.

Wali Paidi berdiri, melihat sekelilingnya, semuanya tampak putih tertutup salju. wali Paidi berjalan mengitari tempat yg belum pernah dilihat selama hidupnya, sepi tiada orang sama sekali. Lamat-lamat wali Paidi mendengar ada orang yg bersenandung membaca sholawat, wali Paidi dengan langkah perlahan-lahan mengikuti asal suara senandung sholawat tersebut, dan tampaklah didepannya beruang besar putih, membungkuk ditepi sungai mencari makanan ikan segar.

Masya Allah ternyata yang bersenandung itu bukan manusia tapi beruang putih ini. Wali Paidi berhenti, beruang putih itu menoleh kepada wali Paidi dan berkata kepadanya “assalamu’alaikum“ ucap beruang itu “wa'alaikumussalam“ jawab wali Paidi dengan perasaan kaget dan heran. “Kamu wali paidi ya, aku tadi dapat kabar kalau nanti ada orang yang kesasar kesini, namanya wali Paidi, “ucap beruang itu.

Setelah memakan ikan yang baru didapatnya, beruang putih itu melanjutkan berkata lagi “Kamu jangan kuatir memang sudah biasa orang belajar itu tidak bisa langsung menguasai ilmu yang baru didapatnya, cobalah sekali lagi” kata beruang tersebut lalu pergi meninggalkan wali Paidi.

Wali Paidi diam seribu bahasa, wali Paidi mendongak ke atas melihat posisi matahari, ternyata dia kesasar ke kutub selatan, dan bertemu beruang putih yang bisa bicara.

Setelah sholat sunnah dua rokaat, wali Paidi mulai merapal doanya kembali dan cling.......

Bersambung

Tuesday, October 25, 2016

Sudahkan ada paham arti kata "Aamiin" ?

PERBEDAAN ARTI KATA : AMIN, AAMIN, AMIIN, AAMIIN:

Dalam Bahasa Arab, terdapat empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM.

2. "AAMIN” (alif panjang dan mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN.

3. ”AMIIN” (alif pendek dan mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA.

4. “AAMIIN” (alif dan mim sama-sama panjang), artinya, KABULKANLAH DO'A KAMI.

Jangan menulis do'a ini dengab disingkat :

Aamiin YRA : karena YRA oleh orang Nasrani memaknainya sbg "Yesus Roh Allah"

Tulislah secara lengkap :
Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin
(kabulkanlah do'a kami, wahai Robb semesta alam).

Apabila tidak sempat menulis lengkap, maka cukup dengan menuliskannya secara singkat :  ~ Aamiin...

Jadi tulislah dengan benar supaya apa yang kita lafalkan sesuai dengan arti yang k ita inginkan.

Wallaahu a'lam bishshowab
Semoga bermanfaat...

Source: copas dr salah satu group wa

Sunday, October 23, 2016

Tunggulah... Tunggulah barang sebentar

Belakangan ini marak aksi pembelaan terhadap sang penista Agama...

Berawal dari sebuah sensasi menarik simpati, justru berbuah blunder dan caci.
Ayat suci diperdagangkan dan dijadikan kambing hitam
Tanpa tedeng aling2, alim ulama ikut disalahkan dan dianggap penyebar kebencian
Ramai-ramai pendukung membela habis2an Sang jagoan kesiangan
Ironi, untuk sebuah negeri yang aman damai lagi tenteram

Jum'at 14 Oct2016 menjadi saksi
Seluruh umat Nabi bergerak menuntut diadilinya sang penista Agama
Tidak hanya Jakarta, hampir diseluruh kota besar di Indonesia bersuara sama
Tututannya sama adili sang penista agama
Tapi media tv bayaran semua diam, bungkam, atau kontrak tak diteruskan
Tapi pengambil kebijakan semua galau, saling menunggu petunjuk pimpinan

Ada apa dengan negeri yang mayoritas penduduknya islam?
Ada apa dengan pemimpin negeri ini?
Saat kebenaran harus ditegakkan kepada penguasa
Saat keadilan harus ditegakkan kepada sang penyandang dana
Semua pihak berwenang menggalau
Semua buru2 diam dan mencoba mengalihkan issue
Issue penusukan aparat di Cikokol Tangerang menjadi menarik diliput seluruh media ketimbang demo penuntutan sang penista agama yang merebak diseluruh kota
Dengan dalih jangan menjadikan issue SARA ke ranah politik
Atau dengan dalih ini negara pancasila bung, pemimpin tidak harus dari kalangan mayoritas..

Ada apa dengan negeri ini?
Ada apa dengan pemimpin negeri ini?
Ironi, untuk sebuah negeri yang aman, damai lagi tenteram
Tahukah kamu... beberapa minggu ini bumi pertiwi (khususnya Jakarta) menangis
Allah Swt turunkan bala tentaranya berupa hujan
Sebagai ujian bagi sang penista agama
Sebagai bukti kebenaran bagi orang yang beriman
Ucapan dan janji sudah terlanjur mengalir
Jakarta dijamin tidak akan lagi banjir
Kawasan elit Kemang, menjadi salah satu saksi nyata
Makin nyatalah sudah semua kebohongan
Lebih baik diam, bekerja dan santun berbicara
Jika nanti hasilnya tetap saja melukai jiwa

Tunggulah.
Tunggulah barang sebentar
Kalau kalian para pemimpin tetap tidak mau melaksanakan hukuman
Kami berlindung kepada Allah, biarlah Allah swt yang akan meluruskan ke dzoliman kalian...
....
*Demi langit yang mengandung hujan.
*dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
*sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.
*dan sekali-kali bukanlah Dia (Allah) senda gurau.
*Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.
*Dan Akupun (Allah) membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.
*Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.
    == QS Atthoriq (86) : 11-17 ==

Monday, June 06, 2016

Do'a Puasa Ramadhan Hari ke-1

Doa Hari ke-1 Puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ
Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.

    Artinya :
    Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenar¬nya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa."

Meet and Greet Ramadhan (5)

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 23 Sya'ban 1437 H / 30 Mei 2016 M
👤 Ustadz Nuzul Dzikri, Lc
📔 Materi Tematik | Meet And Greet Ramadhan (Bagian 5)
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS-Tmk-Ramadhan1437-UND-05
📺 Video Source: https://youtu.be/yvJZJnlckCQ
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MEET AND GREET RAMADHAN (BAG. 5)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ للَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن سرى على نهده باحسن إلى يوم الدين. وبعد:

Apa yang harus kita lakukan, agar kita bisa bertemu dengan Ramadhan, agar Ramadhan benar-benar menjadi rahmat bagi kita.

*(6) Yang keenam*

Sebelum 1 Ramadhan buat target.

Buat target lalu buat schedule untuk Ramadhan dan berani meng-cancel dan mengorbankan sebagian aktivitas dunia kita.

Target penting, kalau kita tidak punya target repot kita. Kita akan menunda dan menunda.

Misalnya membaca Al Qurānul karīm, kita harus buat target.

"Saya harus khatam Al Qurānul karīm. Kalau bisa lebih baik dari tahun lalu, minimal satu kali khatam. Harus satu kali khatam."

وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barang siapa membaca 1 huruf dalam Al Qur'an maka Allāh akan berikan pahala. Dan satu pahala Allāh kalikan 10. Aku tidak pernah mengatakan  الم itu satu huruf. Namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf."

(HR Tirmidzi nomor 2835, versi Maktabatu al Ma'arif Riyadh nomor 2910)

Masa kita tidak tertarik?

Ini promo dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, الم itu 30 pahala lho.
Harus sekali khatam.

Nah, setelah kita pastikan satu kali khatam, maka berikutnya buat schedule (jadwal).

Satu kali khatam berarti satu hari satu juz. Satu juz itu ada 10 lembar, maka antum bagi.

Misalnya, ini contoh saja:

√ sebelum sahur 1 lembar,
√ ba'da subuh 2 lembar, jadi 3,
√ nanti dhuha misalnya 2 lembar, jadi 5,
√ ba'da dzuhur biasanya kita makan siang 2 lembar lagi, jadi 7,
√ lalu ashar bikin 1 lembar, jadi 8,
√ magrib, isya, selesai.

Jika tidak maka akan kita tunda terus. Harus ada schedule, tidak bisa tidak.

Para ulama mengatakan:

التَّزْوِيْزُ مِنْ جُنُوْدِ إِبْلِيْس

"Menunda-nunda itu adalah bala tentara iblis."

Jadi harus pakai schedule.

Infaq, sedekah misalnya, antum harus punya target.

Misalnya, "Sehari, 50.000 harus hilang dari dompet saya."

Harus begitu. Tidak mau tahu caranya, 50.000 harus hilang.

Jadi, jika maghrib, 50.000 masih utuh, antum sudah panik, antum galau.

Jika tidak ada target, kita akan nunda lagi, "Besok aja, pasti in syā Allāh ketemu faqir miskin."

Tapi kalau sudah target 50.000 harus hilang, kita akan cari.

Ada tukang ketoprak, "Nih bang 50.000." Tukang ketoprak tidak ada, ada satpam komplek kasih 50.000. Tidak ada semuanya, tetangga lagi nyiram bunga, kasih 50.000. Pokoknya siapa aja kasihlah.

Atau ada pembantu, kasih 50.000. Istri kita ada itu, kasih 50.000, atau istri kasih suaminya 50.000. Pokoknya 50.000 harus hilang.

Nah itu baru Ramadhan,  harus ada target. Tanpa target, tidak bisa. 30 hari itu sebentar.

Harus berani memperioritaskan akhirat dan mengorbankan sebagian aktivitas dunia kita.

Ini Ramadhan, bukan bulan yang lain. Cancel yang bisa di cancel.

Para ulama itu liburnya 2 bulan, satu bulan TC (training center) Sya'ban, satu bulan Ramadhan, total 2 bulan. Itu toko tutup, usaha berhenti dan masuk lagi Syawal.

Ini luar biasa. Belum tentu kita ketemu lagi. Maksimalkan 1 bulan ini. Yang bisa di cancel, di cancel. Selama kita tidak melalaikan kewajiban kita dan tanggung jawab kita.

Berkah Ramadhan pas kita benar-benar berusaha beribadah kepada Allāh.

Saya punya kenalan, dia pingin 'itikaf. Tapi di ultimatum oleh kampungnya, disuruh pulang, dusuruh mudik. Orangnya pas-pasan, biasa-biasa saja. Galau sekali, karena dia ingin malam-malam terakhir, prime timenya (puncaknya) Ramadhan, dia bisa beribadah, tapi dia disuruh mudik.

Akhirnya dia putuskan saya mudik dengan jalur udara, padahal dia tidak punya uang.

Terus saya bilang, "Kan mahal Pak?"

"Daripada saya naik mobil, malam 27 saya di pantura Pak, macet segala macam dan seterusnya, mendingan saya naik pesawat saja."

Eh, ketika dia beli tiket pesawat, ekonomi class habis, dia beli bisnis, dia, istrinya, anak-anaknya bisnis semua. Padahal saya tau kemampuannya tuh biasa-biasa aja, tidak nutuplah.

Tapi itu Ramadhan, para ulama, para sahabat rādiallahuta'ala anhum, mereka bisa sehari khatam.

Jika Ustman sibuk dengan tokonya bagaimana sehari khatam? Tidak mungkinlah.

Itu menurut para ulama. Itu Ramadhan. Kalau cuma kongkow, cuman ngumpul, cuman curhat, itu bukan Ramadhan.

Ramadhan, fastabiqul khairāt.

Ini yang perlu kita camkan hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allāh Subhanahu wa Ta'ala. *Berani.*

Ada sebagian ibu-ibu kalau Ramadhan katering, tidak mau masak.

"Habis waktu saya."

Katering dan suaminya ridhā. Saur dibawa, buka puasa dan makan malam katering. Jadi dia bisa baca Qurān. Itu yang harus kita pikirkan.

Kenapa ahli dunia berani mengorbankan uang untuk dunia mereka, kita tidak berani mengorbankan uang untuk akhirat kita?

Allāh akan ganti, tidak mungkin Allāh tidak ganti.

Jika kita korbankan dunia, di Sya'ban, di Rājab Allāh akan ganti. Tidak mungkin di Ramadhan tidak diganti.

Ingat sekali lagi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seorang sahabat:

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا للهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu."

(HR Ahmad)

*(7) Yang ketujuh*

Dan yang terakhir, doktrin diri kita, bangun perasaan bisa jadi Ramadhan ini, Ramadhan terakhir kita.

Ramadhan terakhir, tiada Ramadhan di tahun depan. Tidak ada Ramadhan di 2 tahun yang akan datang.

Ini kesempatan terakhir kita:

√ Kesempatan terakhir kita berpuasa.

√ Kesempatan terakhir kita merasakan syahdunya sahur bersama pasangan tercinta kita, dengan anak-anak kita.

√ Kesempatan terakhir melihat gelak tawa cucu kita, anak-anak kita ketika berbuka, ini kesempatan terakhir.

√ Kesempatan terakhir membaca Al Qur'an di bulan Qur'an.

√ Kesempatan terakhir mencatatkan nama kita sebagai pengkhatam-pengkhatam Al Qur'an dibulan suci Ramadhan.

√ Kesempatan terakhir untuk qiyamul lail.

√ Kesempatan terakhir untuk tahajud dibulan yang penuh berkah ini.

Tanamkan perasaan ini, doktrin diri kita, ini bisa jadi kesempatan terakhir, ini kesempatan terakhir.

Dan ini bukan sugesti belaka, ini riil, persentasenya 50% 50%. Karena kita tidak tahu kapan kita meninggal dunia.

Dan kita buktikan betapa banyak diantara kita yang Ramadhan tahun lalu ditemani oleh salah satu orang terdekatnya sekarang sudah tidak ada, sekarang sudah masuk bersama hewan-hewan di dalam tanah.

Seseorang yang merasakan bahwa ini adalah Ramadhan terakhirnya, maka dia akan luar biasa beribadah. Orang akan mengeluarkan seluruh potensinya ketika dia merasa ini adalah kesempatan terakhir.

Ini "The Last Chance".

Dipertandingan final piala dunia, kalau sudah perpanjangan waktu, itu keeper maju lho. Dia sudah tidak peduli lagi, dia akan habis-habisan. Apalagi kalau dia ketinggalan.

Kita ini ketinggalannya banyak banget lho. Masa lalu kita berlumuran dosa dan maksiat.

Keeper maju, dia tidak peduli lagi tuh gawang. Apalagi kalau tendangan sudut, tendangan bebas, dia akan maju sampai kotak pinalti lawan.

Ini saatnya kita mengejar ketinggalan kita. Ini kelas akselerasi. Dimana amal ibadah dilipatgandakan oleh Allāh Subhanahu Wa Ta'ala. Dan bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita.

Nabi shālallahu 'alayhi wassalam bersabda:

فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ

"Shālatlah anda seperti anda mengerjakan shālat terakhir di muka bumi ini."

(Hasan. Dikeluarkan oleh Ahmad (5/412), Ibnu Majah(4171), Abu Nu’aim dalam Al Hilyah (1/462) Al Mizzi (19/347) dan Lihat Ash Shahihah (401))

Kita akan khusyu', kita akan menangis kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala, kita akan merintih, kita akan sujud selama-lamanya.

Ramadhan ini bisa jadi kesempatan terakhir rekan-rekan sekalian. Perjumpaan kita dengan Ramadhan tahun ini, insya Allāhu Ta'ala adalah sebuah momentum dan pengalaman emas dalam kehidupan kita.

Dan bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir kita untuk berinteraksi dengan Ramadhan, maka siapkanlah perbekalan kita dan siapkanlah seluruh amunisi kita untuk fight di Ramadhan.

Dan jangan lupa berdo'a kepada Allāh agar Allāh pertemukan kita dengan Ramadhan tahun ini. Karena walaupun sudah di depan mata kita, tetapi tidak ada yang tahu ajal. Betapa banyak orang yang meninggal H-1 Ramadhan, betapa banyak orang yang meninggal sebelum matahari terbenam masuknya bulan suci Ramadhan.

Maka berdo'alah kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala agar Allāh berikan kesempatan kita untuk mencuci segala dosa-dosa kita.

Dan sekali lagi kalau Allāh sudah berikan kita kesempatan, maka itu nikmat dari Allāh. Hendaklah kita bersyukur dengan memaksimalkannya sebaik dan sebaik-baik mungkin sehingga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang divonis celaka oleh Nabi kita shālallahu 'alayhi wassalam.

Dan Allāh akan menguji kita mana yang akan kita pilih, apakah akhirat atau dunia?

Dan betapa banyak orang yang Allāh katakan:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

"Namun kalian lebih memilih dunia."

(QS Al A'lā: 16)

Saya harap rekan-rekan sekalian benar-benar bisa berpikir jernih dan bisa memaksimalkan Ramadhan tahun ini.

Semoga bermanfa'at.

Wa'alikumsalam Warāhmatullāāh Wabarākaatuh

____________________________
📦Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📮Saran Dan Kritik
Untuk pengembangan dakwah group Bimbingan Islam silahkan dikirim melalui
SaranKritik@bimbinganislam.com

Wali Paidi (Eps.12)

Gus Dur menerima dengan lapang dada isyarah yang ditafsirkan Kiai Rohimi. Gus Dur tidak peduli jika dalam kepimpinanya kelak, akan direcoki ...