<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465</id><updated>2011-12-09T13:33:36.151+07:00</updated><title type='text'>:: Tausyiah ::</title><subtitle type='html'>Sebuah karya akan menjadi bernilai, manakala bisa membawa manfaat bagi orang lain, dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. (QS.59:18)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-3844716122906646570</id><published>2010-04-23T20:01:00.002+07:00</published><updated>2010-04-23T20:02:13.813+07:00</updated><title type='text'>Etika Bergaul Seorang Muslimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S9GaR5cNaMI/AAAAAAAAAJU/n1BxI87eyQ0/s1600/girls.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S9GaR5cNaMI/AAAAAAAAAJU/n1BxI87eyQ0/s200/girls.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463317455244716226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari tulang ubun ia diciptakan sehingga lupa akan pujian, bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat beda dengan ikhwan. Dalam menjalankan aktivitas pun sangat berbeda. Tapi hukum syara’ memandang sejajar antara ikhwan dan akhwat. "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan," (QS Al Isra ; 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya akhwat, pastinya saya akan membahas aktivitas akhwat batasannya seperti apa saja. Kadang, jika saya melihat dan menilai, secara tidak sengaja telah terjadi pelanggaran hukum syara'. Biasanya, di kalangan akhwat terjadi pelanggaran hukum syara’ dalam konteks ijtima’l atau pergaualan dengan lawan jenis. karena mereka belum memahami aktivitas mana saja yang termasuk hayatul khas dan hayatul ‘aam. Di kalangan ikhwan pun terkadang ada pelanggaran hukum syara’ karena sikap yang kurang tegas dan kurang mengetahui batasan aktivitas akhwat itu seperti apa saja, dalam konteks hubungan demi maslahat masing-masing yang sesuai dengan hukum syara’ dan selanjutnya karena godaan Syetan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan saya paparkan adalah aktivitas akhwat dalam konteks hubungan interpersonal dengan ikhwan / ijtima’I:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hayatul ‘Aam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayatul ‘aam atau kehidupan umum bagi akhwat adalah seputar kehidupan yang menyangkut perkara pendidikan, mu’amalah, kesehatan. Hayatul ‘aam, bagi akhwat, maknanya bahwa ia boleh bercerita tentang ketiga perkara tadi, selebihnya tidak boleh karena sudah menyangkut hayatul khas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ikhwan manapun hanya cukup untuk mengetahui ”hayatul ’aam” kehidupan umum-nya saja, seperti contoh diatas ; pendidikan, tempat tinggal, hobi, aktivitas di lembaga dll. Sedangkan hayatul khas, sudah sangat privasi sekali yang menyangkut kehidupan pribadi (keadaan keluarga, keadaan dirinya) di luar itu konteksnya sudah hayatul khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi akhwat tidak boleh menceritakan hal-hal pribadi pada ajnaby (orang asing). Akhwat boleh menceritakan hal-hal terkait pribadinya jika ia telah dikhitbah untuk lanjut ke jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis akhwat diharapkan bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas. Dalam aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis, seorang akhwat seringkali mudah melakukan pelanggaran. Mungkin karena secara psikologis akhwat memiliki karater ingin diperhatikan atau malah kadang cari perhatian agar bisa berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kalau sudah menyangkut "masalah hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berinteraksi dengan ikhwan dalam konteks mendiskusikan ilmu, menurut saya ini dibolehkan, tapi, ada beberapa hal kita sendiri bisa menjaminnya sesuai dengan perkataan Rasulullah Saw, "Jika kalian tidak memiliki rasa malu maka bertindaklah sesuka kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud hal-hal yang kita harus bisa menjaminnya adalah kemungkinan timbulnya fitnah. Mungkin kita bisa berdalih dengan mengatakan "Saya dengan dia cuma teman, hanya sebatas sharing ilmu." Tapi saya berpendapat sebaiknya dicari "aman" nya saja, karena fitnah itu diibaratkan mencemarkan dan menjatuhkan kehormatan seorang akhwat dan manjaga ’iffah / kehormatan itu wajib hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubah hukumnya untuk berinteraksi dengan ikhwan dalam masalah ilmu, kareka khawatir seorang akhwat akan menceritakan sesuatu yang masuk dalam wilayah khas, sehingga yang mubah menjerumuskan ke haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan diskusi di forum internet atau milis? Menurut saya, dalam wilayah ini sifatnya lebih 'aam karena diketahui banyak orang pembahasannya pun seputar perkara yang dibolehkan. Dalam hal ini saya ingin mengutip perkataan Abu Bakar, "Berhati-hatilah dalam bertindak karena dari hati-hati tadi memberikan manfaat bagimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Hayatul khas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayatul khas atau kehidupan khusus adalah perkara seputar pribadi dan ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ‘mahram’ dan sesama kaum perempuan dalam lingkungan kita. Contohnya, menceritakan keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah dll. secara detil, kecuali seorang akhwat sudah dikhitbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang faham akan apa arti kehormatan bagi seorang akhwat pasti maklum atas sikap tegasn seorang akhwat dan tidak dimaknai sebagai sikap jaim (jaga image) atau jutek, terlalu saklek atau apalah namanya. Tegas bukan berarti memaksa agar pandangannya di terima atau egois tapi demi menjaga kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, dalam hal ini sangat dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pihak, baik maupun akhwat untuk menjaga 'iffahnya masing-masing. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram," (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa isyraafanaa fii amrina. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Shinta Mardhiah Alhimjarry, Bandung &lt;br /&gt;syi_khilafah@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-3844716122906646570?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/etika-bergaul-seorang-muslimah.htm' title='Etika Bergaul Seorang Muslimah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/3844716122906646570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=3844716122906646570&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/3844716122906646570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/3844716122906646570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2010/04/etika-bergaul-seorang-muslimah.html' title='Etika Bergaul Seorang Muslimah'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S9GaR5cNaMI/AAAAAAAAAJU/n1BxI87eyQ0/s72-c/girls.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-5956552671318053483</id><published>2010-04-19T13:54:00.009+07:00</published><updated>2010-04-19T14:11:29.114+07:00</updated><title type='text'>Hakikat Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S8wAMaR9bDI/AAAAAAAAAJE/RbZNuUe_nt4/s1600/AA+Gym2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S8wAMaR9bDI/AAAAAAAAAJE/RbZNuUe_nt4/s200/AA+Gym2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461740661306649650" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah. Orang yang kehilangan cinta, dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapinya dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (QS. Ali Imron [3]: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada di dalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati, cinta bisa menulikan dan membutakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah. Cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta. Tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita mau pun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat (berdua-duaan), jangan dekati zina dalam bentuk apa pun dan jangan saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orangtua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kepada Allah dengan memperbanyak shalawat, dzikir, istighfar dan shoaat sehingga tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-5956552671318053483?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.cybermq.com/kolom/detail/aa-gym/546/hakikat-cinta-politics.html' title='Hakikat Cinta'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/5956552671318053483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=5956552671318053483&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/5956552671318053483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/5956552671318053483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2010/04/hakikat-cinta.html' title='Hakikat Cinta'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/S8wAMaR9bDI/AAAAAAAAAJE/RbZNuUe_nt4/s72-c/AA+Gym2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-6016408314093373938</id><published>2010-04-19T13:38:00.002+07:00</published><updated>2010-04-19T13:40:00.592+07:00</updated><title type='text'>Rindu Maghfirah</title><content type='html'>&lt;a href="http://testi.iluvislam.com/"&gt;&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3501/4072730483_dea2a717e1_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-6016408314093373938?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://testi.iluvislam.com/category/zikir/' title='Rindu Maghfirah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/6016408314093373938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=6016408314093373938&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6016408314093373938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6016408314093373938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2010/04/rindu-maghfirah.html' title='Rindu Maghfirah'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-8643204170676215152</id><published>2009-06-22T16:34:00.003+07:00</published><updated>2009-06-22T17:07:16.196+07:00</updated><title type='text'>Abdurrahman Bin 'Auf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Sj9XbSz2ZFI/AAAAAAAAAIY/30TFvB2DJcg/s1600-h/IMG_0325.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Sj9XbSz2ZFI/AAAAAAAAAIY/30TFvB2DJcg/s200/IMG_0325.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350091008756835410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;( Saudagar yang Dijamin Surga&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, kota Madinah sedang aman dan tenteram, terlihat debu tebal yang mengepul ke udara, datang dari tempat ketinggian di pinggir kota; debu itu semakin tinggi bergumpal-gumpai hingga hampir menutup ufuk pandangan mata. Angin yang bertiup menyebabkan gumpalan debu kuning dari butiran-butiran sahara yang lunak, terbawa menghampiri pintu-pintu kota, dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan rayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang banyak menyangkanya ada angin ribut yang menyapu dan menerbangkan pasir. Tetapi kemudian dari balik tirai debu itu segera mereka dengar suara hiruk pikuk, yang memberi tahu tibanya suatu iringan kafilah besar yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, sampailah 700 kendaraan yang sarat dengan muatannya memenuhi jalan-jalan kota Madinah dan menyibukkannya. Orang banyak saling memanggil dan menghimbau menyaksikan keramaian ini serta turut bergembira dan bersukacita dengan datangnya harta dan rizqi yang dibawa kafilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul Mu'minin Aisyah ra demi mendengar suara hiruk pikuk itu ia bertanya, "Apakah yang telah terjadi di kota Madinah?" Mendapat jawaban, bahwa kafilah Abdurrahman bin 'Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya. Kata Ummul Mu'minin lagi, "Kafilah yang telah menyebabkan semua kesibukan ini?" "Benar, ya Ummal Mu'minin, karena ada 700 kendaraan!" Ummul Mu'minin menggeleng-gelengkan kepalanya, sembari melayangkan pandangnya jauh menembus, seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian katanya, "Ingat, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Kulihat Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan!'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin 'Auf masuk surga dengan perlahan-lahan? Kenapa ia tidak memasukinya dengan melompat atau berlari kencang bersama angkatan pertama para shahabat Rasul? Sebagian shahabat menyampaikan ceritera Aisyah kepadanya, maka ia pun teringat pernah mendengar Nabi saw. Hadits ini lebih dari satu kali dan dengan susunan kata yangberbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskannya, ditujukannya langkah-langkahnya ke rumah Aisyah lalu berkata kepadanya, "Anda telah mengingatkanku suatu Hadits yang tak pernah kulupakannya." Kemudian ulasnya lagi, "Dengan ini aku mengharap dengan sangat agar anda menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, kupersembahkan di jalan Allah 'azza wajalla!" Dan dibagikannyalah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang satu ini saja, melukiskan gambaran yang sempurna tentang kehidupan shahabat Rasulullah, Abdurahman bin 'Auf. Dialah saudagar yang berhasil. Keberhasilan yang paling besar dan lebih sempurna! Dia pulalah orang yang kaya raya. Kekayaan yang paling banyak dan melimpah ruah. Dialah seorang Mu'min yang bijaksana yang tak sudi kehilangan bagian keuntungan dunianya oleh karena keuntungan agamanya, dan tidak suka harta benda kekayaannya meninggalkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Maka dialah ra yang membaktikan harta kekayaannya dengan kedermawanan dan pemberian yang tidak terkira, dengan hati yang puas dan rela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan dan bagaimana masuknya orang besar ini ke dalam Islam? Ia masuk Islam sejak fajar menyingsing. Ia telah memasukinya di saat-saat permulaan da'wah, yakni sebelum Rasulullah saw memasuki rumah Arqam dan menjadikannya sebagai tempat pertemuan dengan para shahabatnya orang-orang Mu'min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah salah seorang dari delapan orang yang dahulu masuk Islam. Abu Bakar datang kepadanya menyampaikan Islam, begitu juga kepada Utsman bin 'Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa'ad bin Abi Waqqash. Maka tak ada persoalan yang tertutup bagi mereka, dan tak ada keragu-raguan yang menjadi penghalang, bahkan mereka segera pergi bersama Abu Bakar Shiddiq menemui Rasulullah saw menyatakan bai'at dan memikul bendera Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semenjak keislamannya sampai berpulang menemui Tuhannya dalam umur 75 tahun, ia menjadi teladan yang cemerlang sebagai seorang mu'min yang besar. Hal ini menyebabkan Nabi saw memasukkannya dalam sepuluh orang yang telah diberi kabar gembira sebagai ahli surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Umar ra mengangkatnya pula sebagai anggota kelompok musyawarah yang berenam yang merupakan calon khalifah yang akan dipilih sebagai penggantinya, seraya katanya, "Rasulullah wafat dalam keadaan ridla kepada mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah Abdurrahman masuk Islam menyebabkannya menceritakan nasib malang berupa penganiayaan dan penindasan dari Quraisy. Dan sewaktu Nabi saw, memerintahkan para shahabatnya hijrah ke Habsyi, Ibnu 'Auf ikut berhijrah kemudian kembali lagi ke Mekah, lalu hijrah untuk kedua kalinya ke Habsyi dan kemudian hijrah ke Madinah, ikut bertempur di perang Badar, Uhud dan peperangan-peperangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungannya dalam perniagaan sampai suatu batas yang membangkitkan dirinya pribadi ketakjuban dan keheranan, hingga katanya, "Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perniagaan bagi Abdurrahman bin 'Auf ra bukan berarti rakus dan loba. Bukan pula suka menumpuk harta atau hidup mewah dan ria! Malah itu adalah suatu amal dan tugas kewajiban yang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah dan berqurban di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Abdurrahman bin 'Auf seorang yang berwatak dinamis, kesenangannya dalam amal yang mulia di mana juga adanya. Apabila ia tidak sedang shalat di mesjid, dan tidak sedang berjihad dalam mempertahankan agama tentulah ia sedang mengurus perniagaannya yang berkembang pesat, kafilah-kafilahnya membawa ke Madinah dari Mesir dan Syria barang-barang muatan yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh jazirah Arab berupa pakaian dan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan watak dinamisnya ini terlihat sangat menonjol, ketika kaum Muslimin hijrah ke Madinah. Telah menjadi kebiasaan Rasul pada waktu itu untuk mempersaudarakan dua orang shahabat, salah seorang dari Muhajirin warga Mekah dan yang lain dari Anshar penduduk Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan ini mencapai kesempurnaannya dengan cara yang harmonis yang mempesonakan hati. Orang-orang Anshar penduduk Madinah membagi dua seluruh kekayaan miliknya dengan saudaranya orang muhajirin, sampai-sampai soal rumah tangga. Apabila ia beristeri dua orang diceraikannya yang seorang untuk diperisteri saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Rasul yang mulia mempersaudarakan antara Abdurrahman bin 'Auf dengan Sa'ad bin Rabi'. Dan marilah kita dengarkan shahabat yang mulia Anas bin Malik ra meriwayatkan kepada kita apa yang terjadi "... dan berkatalah Sa'ad kepada Abdurrahman, 'Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya, silakan pilih separuh hartaku dan ambillah! Dan aku mempunyai dua orang isteri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, akan kuceraikan ia hingga anda dapat memperisterinya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Abdurrahman bin 'Auf, 'Moga-moga Allah memberkati anda, isteri dan harta anda! Tunjukkanlah saja letaknya pasar agar aku dapat berniaga!' Abdurrahman pergi ke pasar, dan berjual belilah di sana. Ia pun beroleh keuntungan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Abdurrahman bin 'Auf di Madinah baik semasa Rasulullah saw maupun sesudah wafatnya terus meningkat. Barang apa saja yang ia pegang dan dijadikannya pokok perniagaan pasti menguntungkannya. Seluruh usahanya ini ditujukan untuk mencapai ridla Allah semata, sebagai bekal di alam baqa kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadikan perniagaannya berhasil dan beroleh berkat karena ia selalu bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari perbuatan haram bahkan yang syubhat. Seterusnya yang menambah kejayaan dan diperolehnya berkat, karena labanya bukan untuk Abdurrahman sendiri, tapi di dalamnya terdapat bagian Allah yang ia penuhi dengan setepat-tepatnya, pula digunakannya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan serta membiayai sanak saudaranya, serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila jumlah modal niaga dan harta kekayaan yang lainnya ditambah keuntungannya yang diperolehnya, maka jumlah kekayaan Abdurrahman bin 'Auf itu dapat dikira-kirakan apabila kita memperhatikan nilai dan jumlah yang dibelanjakannya pada jalan Allah Rabbul'alamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hati ia mendengar Rasulullah saw bersabda, "Wahai ibnu 'Auf! Anda termasuk golongan orang kaya dan anda akan masuk surga secara perlahan-lahan! Pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, pasti Allah mempermudah langkah anda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak ia mendengar nasihat Rasulullah ini dan ia menyediakan bagi Allah pinjaman yang balk, maka Allah pun memberi ganjaran kepadanya dengan berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu hari ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian uang itu dibagi-bagikannya semua untuk keluarganya dari Bani Zuhrah, untuk para isteri Nabi dan untuk kaum fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diserahkannya pada suatu hari 500 ekor kuda untuk perlengkapan bala tentara Islam, dan di hari yang lain 1500 kendaraan. Menjelang wafatnya ia berwasiat 50.000 dinar untuk jalan Allah, lain diwasiatkannya pula bagi setiap orang yang ikut perang Badar dan masih hidup, masing-masing 400 dinar, hingga Utsman bin Affan ra yang terbilang kaya juga mengambil bagiannya dari wasiat itu, serta katanya, "Harta Abdurrahman bin 'Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu 'Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Sebagai buktinya, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak pula dengan menyimpannya. Bahkan ia mengumpulkannya secara santai dan dari jalan yang halal. Kemudian ia tidak menikmati sendirian, tapi ikut menikmatinya bersama keluarga dan kaum kerabatnya serta saudara-saudaranya dan masyarakat seluruhnya. Dan karena begitu luas pemberian serta pertolongannya, pernah dikatakan orang, "Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin 'Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya kepada mereka. Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar hutang-hutang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikannya kepada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta kekayaan ini tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya, selama tidak memungkinkannya untuk membela agama dan membantu kawan-kawannya. Adapun untuk lainnya, ia selalu takut dan ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dihidangkan kepadanya makanan untuk berbuka, karena waktu itu ia sedang shaum. Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya, tetapi iapun menangis sambil mengeluh, "Mushab bin Umair telah gugur sebagai syahid, ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku, ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya maka kelihatan kakinya, dan jika ditutupkan kedua kakinya terbuka kepalanya! Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku, ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir kalau-kalau telah didahdukan pahala kebaikan kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu peristiwa lain sebagian sahabatnya berkumpul bersamanya menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama sesudah makanan diletakkan di hadapan mereka, ia pun menangis; karena itu mereka bertanya, "Apa sebabnya anda menangis wahai Abu Muhammad?" Ujarnya, "Rasulullah saw telah wafat dan tak pernah beliau berikut ahli rumahnya sampai kenyang makan roti gandum, apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan bagi kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ia, kekayaannya yang melimpah-limpah, sedikitpun tidak membangkitkan kesombongan dan takabur dalam dirinya! Sampai-sampai dikatakan orang tentang dirinya, "Seandainya seorang asing yang belum pernah mengenalnya, kebetulan melihatnya sedang duduk-duduk bersama pelayan-pelayannya, niscaya ia tak akan sanggup membedakannya dari antara mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila orang asing itu mengenal satu segi saja dari perjuangan ibnu 'Auf dan jasa-jasanya, misalnya diketahuinya bahwa di badannya terdapat dua puluh bekas luka di perang Uhud, dan bahwa salah satu dari bekas luka ini meninggalkan cacad pincang yang tidak sembuh-sembuh pada salah satu kakinya, sebagaimana pula beberapa gigi seri rontok di perang Uhud, yang menyebabkan kecadelan yang jelas pada ucapan dan pembicaraannya. Di waktu itulah orang baru akan menyadari bahwa laki-laki yang berperawakan tinggi dengan air muka berseri dan kulit halus, pincang serta cadel, sebagai tanda jasa dari perang Uhud, itulah orang yang bernama Abdurrahman bin 'Auf! Semoga Allah ridla kepadanya dan ia pun ridla kepada Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan pada tabi'at manusia bahwa harta kekayaan mengundang kekuasaan, artinya bahwa orang-orang kaya selalu gandrung untuk memiliki pengaruh guna melindungi kekayaan mereka dan melipat gandakannya, dan untuk memuaskan nafsu, sombong, membanggakan dan mementingkan diri sendiri, yakni sifat-sifat yang biasa dibangkitkan oleh kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila kita melihat Abdurrahman bin 'Auf dengan kekayaannya yang melimpah ini, kita akan menemukan manusia ajaib yang sanggup menguasai tabi'at kemanusiaan dalam bidang ini dan melangkahinya ke puncak ketinggian yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini terjadi sewaktu Umar bin Khatthab hendak berpisah dengan ruhnya yang suci dan ia memilih enam orang tokoh dari para shahabat Rasulullah saw sebagai formatur agar mereka memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari tangan sama-sama menunjuk dan mengisyaratkan Ibnu 'Auf. Bahkan sebagian shahabat telah menegaskan bahwa dialah orang yang lebih berhak dengan khalifah di antara yang enam itu, maka ujarnya, "Demi Allah, daripada aku menerima jabatan tersebut, lebih baik ambil pisau lain taruh ke atas leherku, kemudian kalian tusukkan sampai tembus ke sebelah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, baru saja kelompok enam formatur itu mengadakan pertemuan untuk memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah yang akan menggantikan al-Faruk, Umar bin Khatthab maka kepada kawan-kawannya yang lima dinyatakannya bahwa ia telah melepaskan haknya yang dilimpahkan Umar kepadanya sebagai salah seorang dari enam orang calon yang akan dipilih menjadi khalifah. Dan adalah kewajiban mereka untuk melakukan pemilihan itu terbatas di antara mereka yang berlima saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap zuhudnya terhadap jabatan pangkat ini dengan cepat telah menempatkan dirinya sebagai hakim di antara lima orang tokoh terkemuka itu. Mereka menerima dengan senang hati agar Abdurrahman bin 'Auf menetapkan pilihan khalifah itu terhadap salah seorang di antara mereka yang berlima, sementara Imam Ali mengatakan, "Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, bahwa anda adalah orang yang dipercaya oleh penduduk langit, dan dipercaya pula oleh penduduk bumi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibnu 'Auf dipilihlah Utsman bin Affan untuk jabatan khalifah dan yang lain pun menyetujui pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah hakikat seorang laki-laki yang kaya raya dalam Islam! Apakah sudah anda perhatikan bagaimana Islam telah mengangkat dirinya jauh di atas kekayaan dengan segala godaan dan penyesatannya itu, dan bagaimana ia menempa kepribadiannya dengan sebaik-baiknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tahun 32 Hijrah, tubuhnya berpisah dengan ruhnya. Ummul Mu'minin Aisyah ingin memberinya kemuliaan khusus yang tidak diberikannya kepada orang lain, maka diusulkannya kepadanya sewaktu ia masih terbaring di ranjang menuju kematian, agar ia bersedia dikuburkan di pekarangan rumahnya berdekatan dengan Rasulullah, Abu Bakar dan Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ia memang seorang Muslim yang telah dididik Islam dengan sebaik-baiknya, ia merasa malu diangkat dirinya pada kedudukan tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pula dahulu ia telah membuat janji dan ikrar yang kuat dengan Utsman bin Madh'un, yakni bila salah seorang di antara mereka meninggal sesudah yang lain maka hendaklah ia dikuburkan di dekat shahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi ruhnya bersiap-siap memulai perjalanannya yang baru, air matanya meleleh sedang lidahnya bergerak-gerak mengucapkan kata-kata, "Sesungguhnya aku khawatir dipisahkan dari sahabat-sahabatku karena kekayaanku yang melimpah ruah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sakinah dari Allah segera menyelimutinya, lain satu senyuman tipis menghiasi wajahnya disebabkan suka cita yang memberi cahaya serta kebahagiaan yang menenteramkan jiwa. Ia memasang telinganya untuk menangkap sesuatu, seolah-olah ada suara yang lernbut merdu yang datang mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang mengenangkan kebenaran sabda Rasulullah saw yang pernah beliau ucapkan, "Abdurrahman bin 'Auf dalam surga!", lagi pula ia sedang mengingat-ingat janji Allah dalam kitab-Nya, "Orang-orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang telah mereka nafqahkan itu dengan membangkit-bangkit pemberiannnya dan tidak pula kata-kata yang menyakitkan, niscaya mereka beroleh pahala di sisi Tuhan mereka; Mereka tidak usah merasa takut dan tidak pula berdukacita." (QS Al-Baqarah [2]:262)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buku Rijal Haular Rasul (Khalid Muh.Khalid)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-8643204170676215152?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/8643204170676215152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=8643204170676215152&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8643204170676215152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8643204170676215152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2009/06/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman Bin &apos;Auf'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Sj9XbSz2ZFI/AAAAAAAAAIY/30TFvB2DJcg/s72-c/IMG_0325.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-1475988330077659474</id><published>2009-03-18T07:54:00.000+07:00</published><updated>2009-03-18T08:03:56.218+07:00</updated><title type='text'>ADAB PERGAULAN LAKI2 DAN PEREMPUAN</title><content type='html'>Sebenarnya tidak ada satu pun agama langit atau agama bumi, kecuali Islam, yang memuliakan wanita, memberikan haknya, dan menyayanginya. Islam memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai manusia. Islam memuliakan wanita, memberikan haknya, dan memeliharanya sebagai anak perempuan, istri, ibu dan anggota masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memuliakan wanita sebagai manusia yang diberi tugas (taklif) dan tanggung jawab yang utuh seperti halnya laki-laki, yang kelak akan mendapatkan pahala atau siksa sebagai balasannya. Tugas yang mula-mula diberikan Allah kepada manusia bukan khusus untuk laki-laki, tetapi juga untuk perempuan, yakni Adam dan istrinya (surat al-Baqarah: 35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aturan Pergaulan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pertemuan antara laki-laki dengan perempuan tidak haram, melainkan jaiz (boleh). Bahkan, hal itu kadang-kadang dituntut apabila bertujuan untuk kebaikan, seperti dalam urusan ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kebajikan, perjuangan, atau lain-lain yang memerlukan banyak tenaga, baik dari laki-laki maupun perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebolehan itu tidak berarti bahwa batas-batas diantara keduanya menjadi lebur dan ikatan-ikatan syar`iyah yang baku dilupakan. Kita tidak perlu menganggap diri kita sebagai malaikat yang suci yang dikhawatirkan melakukan pelanggaran, dan kita pun tidak perlu memindahkan budaya Barat kepada kita. Yang harus kita lakukan ialah bekerja sama dalam kebaikan serta tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa, dalam batas-batas hukum yang telah ditetapkan oleh Islam. Batas-batas hukum tersebut antara lain:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Menahan pandangan dari kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Artinya, tidak boleh melihat aurat, tidak boleh memandang dengan syahwat, tidak berlama-lama memandang tanpa ada keperluan. Allah berfirman: &lt;br /&gt;`Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.` Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ...`(an-Nur: 30-31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Pihak wanita harus mengenakan pakaian yang sopan yang dituntunkan syara`,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;yang menutup seluruh tubuh selain muka dan telapak tangan. Jangan yang tipis dan jangan dengan potongan yang menampakkan bentuk tubuh. Allah berfirman: &lt;br /&gt;`... dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya ...` (an-Nur: 31 ) &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa perhiasan yang biasa tampak ialah muka dan tangan. &lt;br /&gt;Allah berfirman mengenai sebab diperintahkan-Nya berlaku sopan: &lt;br /&gt;`... Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu ...` (al-Ahzab: 59) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pakaian tersebut, dapat dibedakan antara wanita yang baik-baik dengan wanita nakal. Terhadap wanita yang baik-baik, tidak ada laki-laki yang suka mengganggunya, sebab pakaian dan kesopanannya mengharuskan setiap orang yang melihatnya untuk menghormatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Mematuhi adab-adab wanita muslimah dalam segala hal, terutama dalam pergaulannya dengan laki-laki: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dalam perkataan, harus menghindari perkataan yang merayu dan membangkitkan rangsangan. Allah berfirman: &lt;br /&gt;`... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.` (al-Ahzab: 32)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Dalam berjalan, jangan memancing pandangan orang. Firman Allah &lt;br /&gt;`... Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan...` (an-Nur: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah mencontoh wanita yang diidentifikasikan oleh Allah dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;`Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan ...` (al-Qashash: 25)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dalam gerak, jangan berjingkrak atau berlenggak-lenggok, seperti yang disebut dalam hadits:`(Yaitu) wanita-wanita yang menyimpang dari ketaatan dan menjadikan hati laki-laki cenderung kepada kerusakan (kemaksiatan).(HR Ahmad dan Muslim) &lt;br /&gt;Jangan sampai ber-tabarruj (menampakkan aurat) sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita jahiliah tempo dulu atau pun jahiliah modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Menjauhkan diri dari bau-bauan yang harum dan warna-warna perhiasan yang seharusnya dipakai di rumah, bukan di jalan dan di dalam pertemuan-pertemuan dengan kaum laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Jangan berduaan (laki-laki dengan perempuan) tanpa disertai mahram. Banyak hadits sahih yang melarang hal ini seraya mengatakan, `Karena yang ketiga adalah setan.` &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan berduaan sekalipun dengan kerabat suami atau istri. Sehubungan dengan ini, terdapat hadits yang berbunyi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Jangan kamu masuk ke tempat wanita.` Mereka (sahabat) bertanya, `Bagaimana dengan ipar wanita.` Beliau menjawab, `Ipar wanita itu membahayakan.` (HR Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, berduaan dengan kerabat suami atau istri dapat menyebabkan kebinasaan, karena bisa jadi mereka duduk berlama-lama hingga menimbulkan fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu sebatas keperluan yang dikehendaki untuk bekerja sama, tidak berlebih-lebihan yang dapat mengeluarkan wanita dari naluri kewanitaannya, menimbulkan fitnah, atau melalaikannya dari kewajiban sucinya mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menutup Aurat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa semua bagian tubuh yang tidak boleh dinampakkan, adalah aurat. Oleh karena itu dia harus menutupinya dan haram dibuka. Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, yaitu seluruh badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Demikian menurut pendapat yang lebih kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dibolehkannya membuka kedua anggota tersebut --seperti kata ar-Razi-- adalah karena ada suatu kepentingan untuk bekerja, mengambil dan memberi. Oleh karena itu orang perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi rukhsah untuk membuka anggota yang biasa terbuka dan mengharuskan dibuka, justru syariat Islam adalah suatu syariat yang toleran. Ar-Razi selanjutnya berkata: `Oleh karena membuka muka dan kedua tapak tangan itu hampir suatu keharusan, maka tidak salah kalau para ulama juga bersepakat, bahwa kedua anggota tersebut bukan aurat.`&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kholwah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kholwah adalah bersendirian dengan seorang perempuan lain (ajnabiyah). Yang dimaksud perempuan lain, yaitu: bukan isteri, bukan salah satu kerabat yang haram dikawin untuk selama-lamanya, seperti ibu, saudara, bibi dan sebagainya. &lt;br /&gt;Ini bukan berarti menghilangkan kepercayaan kedua belah pihak atau salah satunya, tetapi demi menjaga kedua insan tersebut dari perasaan-perasaan yang tidak baik yang biasa bergelora dalam hati ketika bertemunya dua jenis itu, tanpa ada orang ketiganya. Dalam hal ini Rasulullah bersabda sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.` (Riwayat Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya.` &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melihat Jenis Lain dengan Bersyahwat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sesuatu yang diharamkan Islam dalam hubungannya dengan masalah gharizah, yaitu pandangan seorang laki-laki kepada perempuan dan seorang, perempuan memandang laki-laki. Mata adalah kuncinya hati, dan pandangan adalah jalan yang membawa fitnah dan sampai kepada perbuatan zina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Katakanlah kepada orang-orang mu`min laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga kemaluannya (an-Nur: 30-31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menundukkan Pandangan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud menundukkan pandangan itu bukan berarti memejamkan mata dan menundukkan kepala ke tanah. Bukan ini yang dimaksud dan ini satu hal yang tidak mungkin. Hal ini sama dengan menundukkan suara seperti yang disebutkan dalam al-Quran dan tundukkanlah sebagian suaramu (Luqman 19). Di sini tidak berarti kita harus membungkam mulut sehingga tidak berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa yang dimaksud menundukkan pandangan, yaitu: menjaga pandangan, tidak dilepaskan begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan perempuan-perempuan atau laki-laki yang beraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang terpelihara, apabila memandang kepada jenis lain tidak mengamat-amati kecantikannya dan tidak lama menoleh kepadanya serta tidak melekatkan pandangannya kepada yang dilihatnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pesan Rasulullah kepada Sayyidina Ali : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Hai Ali! Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun yang berikutnya tidak boleh.` (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tarmizi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. menganggap pandangan liar dan menjurus kepada lain jenis, sebagai suatu perbuatan zina mata. Sabda beliau : `Dua mata itu bisa berzina, dan zinanya ialah melihat.` (Riwayat Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj ini mempunyai bentuk dan corak yang bermacam-macam yang sudah dikenal oleh orang-orang banyak sejak zaman dahulu sampai sekarang. Ahli-ahli tafsir dalam menafsirkan ayat yang mengatakan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Dan tinggallah kamu (hai isteri-isteri Nabi) di rumah-rumah kamu dan jangan kamu menampak-nampakkan perhiasanmu seperti orang jahiliah dahulu.` (Ahzab: 33) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai berikut: - Mujahid berkata: Perempuan ke luar dan berjalan di hadapan laki-laki. &lt;br /&gt;Qatadah berkata: Perempuan yang cara berjalannya dibikin-bikin dan menunjuk-nunjukkan. &lt;br /&gt;Muqatil berkata: Yang dimaksud tabarruj, yaitu melepas kudung dari kepala dan tidak diikatnya, sehingga kalung, kriul dan lehernya tampak semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara di atas adalah macam-macam daripada tabarruj di zaman jahiliah dahulu, yaitu: bercampur bebas dengan laki-laki, berjalan dengan melenggang, kudung dan sebagainya tetapi dengan suatu mode yang dapat tampak keelokan tubuh dan perhiasannya. &lt;br /&gt;Jahiliah pada zaman kita sekarang ini ada beberapa bentuk dan macam tabarruj yang kalau diukur dengan tabarruj jahiliah, maka tabarruj jahiliah itu masih dianggap sebagai suatu macam pemeliharaan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suara Wanita &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat yang mengatakan bahwa suara wanita itu aurat, karenanya tidak boleh wanita berkata-kata kepada laki-laki selain suami atau mahramnya. Sebab, suara wanita dengan tabiatnya yang merdu dapat menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat. Namun bila ditanyakan dalil yang dapat dijadikan acuan dan sandaran, sebenarnya tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Al-Qur`an juga menceritakan kepada kita percakapan yang terjadi antara Nabi Sulaiman a.s. dengan Ratu Saba, serta percakapan sang Ratu dengan kaumnya yang laki-laki. Begitu pula peraturan (syariat) bagi nabi-nabi sebelum kita menjadi peraturan kita selama peraturan kita tidak menghapuskannya, sebagaimana pendapat yang terpilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilarang bagi wanita ialah melunakkan pembicaraan untuk menarik laki-laki, yang oleh Al-Qur`an diistilahkan dengan al-khudhu bil-qaul (tunduk / lunak / memikat dalam berbicara). &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pria Memandang Wanita dan Sebaliknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan pertama (secara tiba-tiba) adalah tidak dapat dihindari sehingga dapat dihukumi sebagai darurat. Adapun pandangan berikutnya (kedua) diperselisihkan hukumnya oleh para ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilarang dengan tidak ada keraguan lagi ialah melihat dengan menikmati (taladzdzudz) dan bersyahwat, karena ini merupakan pintu bahaya dan penyulut api. Sebab itu, ada ungkapan, `memandang merupakan pengantar perzinaan.` Dan bagus sekali apa yang dikatakan oleh Syauki ihwal memandang yang dilarang ini, yakni: `Memandang (berpandangan) lalu tersenyum, lantas mengucapkan salam, lalu bercakap-cakap, kemudian berjanji, akhirnya bertemu.` &lt;br /&gt;Adapun melihat perhiasan (bagian tubuh) yang tidak biasa tampak, seperti rambut, leher, punggung, betis, lengan (bahu), dan sebagainya, adalah tidak diperbolehkan bagi selain mahram, menurut ijma. Ada dua kaidah yang menjadi acuan masalah ini beserta masalah-masalah yang berhubungan dengannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama, &lt;/span&gt;bahwa sesuatu yang dilarang itu diperbolehkan ketika darurat atau ketika dalam kondisi membutuhkan, seperti kebutuhan berobat, melahirkan, dan sebagainya, pembuktikan tindak pidana, dan lain-lainnya yang diperlukan dan menjadi keharusan, baik untuk perseorangan maupun masyarakat. &lt;br /&gt;Kedua, bahwa apa yang diperbolehkan itu menjadi terlarang apabila dikhawatirkan terjadinya fitnah, baik kekhawatiran itu terhadap laki-laki maupun perempuan. Dan hal ini apabila terdapat petunjukpetunjuk yang jelas, tidak sekadar perasaan dan khayalan sebagian orang-orang yang takut dan ragu-ragu terhadap setiap orang dan setiap persoalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Nabi saw. pernah memalingkan muka anak pamannya yang bernama al-Fadhl bin Abbas, dari melihat wanita Khats`amiyah pada waktu haji, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita itu. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah saw., `Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?` Beliau saw. menjawab, `Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.` &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran akan terjadinya fitnah itu kembali kepada hati nurani si muslim, yang wajib mendengar dan menerima fatwa, baik dari hati nuraninya sendiri maupun orang lain. Artinya, fitnah itu tidak dikhawatirkan terjadi jika hati dalam kondisi sehat, tidak dikotori syahwat, tidak dirusak syubhat (kesamaran), dan tidak menjadi sarang pikiran-pikiran yang yimpang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal yang telah disepakati ialah bahwa melihat kepada aurat itu hukumnya haram, baik dengan syahwat maupun tidak, kecuali jika hal itu terjadi secara tiba-tiba, tanpa sengaja, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`Saya bertanya kepada Nabi saw. Tentang memandang (aurat orang lain) secara tiba-tiba (tidak disengaja). Lalu beliau bersabda, `Palingkanlah pandanganmu.`` (HR Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah aurat laki-laki itu? Bagian mana saja yang disebut aurat laki-laki? Kemaluan adalah aurat mughalladhah (besar/berat) yang telah disepakati akan keharaman membukanya di hadapan orang lain dan haram pula melihatnya, kecuali dalam kondisi darurat seperti berobat dan sebagainya. Bahkan kalau aurat ini ditutup dengan pakaian tetapi tipis atau menampakkan bentuknya, maka ia juga terlarang menurut syara`. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas fuqaha berpendapat bahwa paha laki-laki termasuk aurat, dan aurat laki-laki ialah antara pusar dengan lutut. Mereka mengemukakan beberapa dalil dengan hadits-hadits yang tidak lepas dari cacat. Sebagian mereka menghasankannya dan sebagian lagi mengesahkannya karena banyak jalannya, walaupun masing-masing hadits itu tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan suatu hukum syara`. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian fuqaha lagi berpendapat bahwa paha laki-laki itu bukan aurat, dengan berdalilkan hadits Anas bahwa Rasulullah saw. pernah membuka pahanya dalam beberapa kesempatan. Pendapat ini didukung oleh Muhammad Ibnu Hazm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mazhab Maliki sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab mereka bahwa aurat mughalladhah laki-laki ialah qubul (kemaluan) dan dubur saja, dan aurat ini bila dibuka dengan sengaja membatalkan shalat. &lt;br /&gt;Para fuqaha hadits berusaha mengkompromikan antara hadits-hadits yang bertentangan itu sedapat mungkin atau mentarjih (menguatkan salah satunya). Imam Bukhari mengatakan dalam kitab sahihnya `Bab tentang Paha,` diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Jurhud, dan Muhammad bin-Jahsy dari Nabi saw. bahwa paha itu aurat, dan Anas berkata, `Nabi saw.pernah membuka pahanya.` Hadits Anas ini lebih kuat sanadnya, sedangkan hadits Jurhud lebih berhati-hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-1475988330077659474?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/1475988330077659474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=1475988330077659474&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/1475988330077659474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/1475988330077659474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2009/03/adab-pergaulan-laki2-dan-perempuan.html' title='ADAB PERGAULAN LAKI2 DAN PEREMPUAN'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-4039192559754118893</id><published>2009-03-18T07:34:00.002+07:00</published><updated>2009-03-18T07:42:40.658+07:00</updated><title type='text'>Adab Berkunjung Dalam Islam</title><content type='html'>Abdullah bin Busra r.a berkata bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Janganlah kamu mendatangi rumah dari pintu – pintunya, tetapi datangilah dari pintu sampingnya. Apabila engkau di beri izin , maka masuklah dan jika Engkau ridak di beri izin , maka pulanglah. “ ( HR Thabrani )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara berkunjung selanjutnya adalah meminta izin dengan mengetuk pintu atau dengan membunyikan bel. Apabila kita telah di izinkan masuk, hendaklah kita masuk. Akan tetapi, jika tidak ada izin dari tuan rumah , hendaklah kita kembali pulang . &lt;br /&gt;Saling berkunjung dan bertamu di antara kita adalah hal yang biasa terjadi.. Baik bertamu di antara sanak famili, dengan tetangga, atau teman sebaya yang tinggal di kos. Namun, banyak di antara kita yang melupakan atau belum mengetahui adab-adab dalam bertamu, dimana syari’at Islam yang lengkap telah memiliki tuntunan tersendiri dalam hal ini. Nah, alangkah indahnya jika setiap yang kita lakukan kita niatkan ibadah kepada Allah ta’ala dan ittiba’ pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam hal adab bertamu ini. : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Minta Izin Maksimal Tiga Kali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita, bahwa batasan untuk meminta izin untuk bertamu adalah tiga kali. Sebagaimana dalam sabdanya,&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Mengucapkan Salam &amp; Minta Izin Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang seseorang bertamu dengan memanggil-manggil nama yang hendak ditemui atau dengan kata-kata sekedarnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan, hendaknya seseorang ketika bertamu memberikan salam dan meminta izin untuk masuk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur [24]: 27)&lt;br /&gt;Sebagaimana juga terdapat dalam hadits dari Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, ia berkata,&lt;br /&gt;“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan)&lt;br /&gt;Dalam hal ini (memberi salam dan minta izin), sesuai dengan poin pertama, maka batasannya adalah tiga kali. Maksudnya adalah, jika kita telah memberi salam tiga kali namun tidak ada jawaban atau tidak diizinkan, maka itu berarti kita harus menunda kunjungan kita kali itu. Adapun ketika salam kita telah dijawab, bukan berarti kita dapat membuka pintu kemudian masuk begitu saja atau jika pintu telah terbuka, bukan berarti kita dapat langsung masuk. Mintalah izin untuk masuk dan tunggulah izin dari sang pemilik rumah untuk memasuki rumahnya. Hal ini disebabkan, sangat dimungkinkan jika seseorang langsung masuk, maka ‘aib atau hal yang tidak diinginkan untuk dilihat belum sempat ditutupi oleh sang pemilik rumah. Sebagaimana diriwayatkan dari Sahal ibn Sa’ad radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda&lt;br /&gt;“Sesungguhnya disyari’atkan minta izin adalah karena untuk menjaga pandangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Ketukan Yang Tidak Mengganggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali ketukan yang diberikan seorang tamu berlebihan sehingga mengganggu pemilik rumah. Baik karena kerasnya atau cara mengetuknya. Maka, hendaknya ketukan itu adalah ketukan yang sekedarnya dan bukan ketukan yang mengganggu seperti ketukan keras yang mungkin mengagetkan atau sengaja ditujukan untuk membangunkan pemilik rumah. Sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu,&lt;br /&gt;“Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod bab Mengetuk Pintu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Posisi Berdiri Tidak Menghadap Pintu Masuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya posisi berdiri tamu tidak di depan pintu dan menghadap ke dalam ruangan. Poin ini juga berkaitan hak sang pemilik rumah untuk mempersiapkan dirinya dan rumahnya dalam menerima tamu. Sehingga dalam posisi demikian, apa yang ada di dalam rumah tidak langsung terlihat oleh tamu sebelum diizinkan oleh pemilik rumah. Sebagaimana amalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Bisyr ia berkata,&lt;br /&gt;“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (HR. Abu Dawud, shohih - lihat majalah Al-Furqon)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak Mengintip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip ke dalam rumah sering terjadi ketika seseorang penasaran apakah ada orang di dalam rumah atau tidak. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencela perbuatan ini dan memberi ancaman kepada para pengintip, sebagaimana dalam sabdanya,&lt;br /&gt;“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)&lt;br /&gt;“Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang ntuk menusuk orang itu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Pulang Kembali Jika Disuruh Pulang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menunda kunjungan atau dengan kata lain pulang kembali ketika setelah tiga kali salam tidak di jawab atau pemilik rumah menyuruh kita untuk pulang kembali. Sehingga jika seorang tamu disuruh pulang, hendaknya ia tidak tersinggung atau merasa dilecehkan karena hal ini termasuk adab yang penuh hikmah dalam syari’at Islam. Di antara hikmahnya adalah hal ini demi menjaga hak-hak pemilik rumah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur [24]: 28)&lt;br /&gt;Makna ayat tersebut disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, “Mengapa demikian? Karena meminta izin sebelum masuk rumah itu berkenaan dengan penggunaan hak orang lain. Oleh karena itu, tuan rumah berhak menerima atau menolak tamu.” Syaikh Abdur Rahman bin Nasir As Sa’di dalam Tafsir Al Karimur Rahman menambahkan, “Jika kamu di suruh kembali, maka kembalilah. Jangan memaksa ingin masuk, dan jangan marah. Karena tuan rumah bukan menolak hak yang wajib bagimu wahai tamu, tetapi dia ingin berbuat kebaikan. Terserah dia, karena itu haknya mengizinkan masuk atau tidak. Jangan ada perasaan dan tuduhan bahwa tuan rumah ini angkuh dan sombong sekali.” Oleh karena itu, kelanjutan makna ayat “Kembali itu lebih bersih bagimu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Artinya supaya hendaknya seorang tamu tidak berburuk sangka atau sakit hati kepada tuan rumah jika tidak diizinkan masuk, karena Allah-lah yang Maha Tahu kemaslahatan hamba-Nya. (Majalah Al Furqon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Menjawab Dengan Nama Jelas Jika Pemilik Rumah Bertanya “Siapa?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pemilik rumah ingin mengetahui dari dalam rumah siapakah tamu yang datang sehingga bertanya, “Siapa?” Maka hendaknya seorang tamu tidak menjawab dengan “saya” atau “aku” atau yang semacamnya, tetapi sebutkan nama dengan jelas. Sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata,&lt;br /&gt;'Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa poin yang perlu kita perhatikan agar apa yang kita lakukan ketika bertamu pun sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan mengetahui adab-adab yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini juga membuat kita lebih lapang kepada saudara kita sebagai tuan rumah ketika ia menjalankan apa yang menjadi haknya sebagai pemilik rumah. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-4039192559754118893?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/4039192559754118893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=4039192559754118893&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/4039192559754118893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/4039192559754118893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2009/03/adab-berkunjung-dalam-islam.html' title='Adab Berkunjung Dalam Islam'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-8085432015335865156</id><published>2009-03-18T07:24:00.001+07:00</published><updated>2009-03-18T07:33:10.254+07:00</updated><title type='text'>Agar Pernikahan Membawa Berkah</title><content type='html'>Tim dakwatuna.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.&lt;br /&gt;Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.&lt;br /&gt;Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.&lt;br /&gt;Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.&lt;br /&gt;Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Menikah merupakan upaya menjaga kehormatan dan kesucian diri, artinya seorang yang telah menikah semestinya lebih terjaga dari perangkap zina dan mampu mengendalikan syahwatnya. Allah SWT akan memberikan pertolong-an kepada mereka yang mengambil langkah ini; “ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)&lt;br /&gt;Menikah juga merupakan tangga kedua setelah pembentukan pribadi muslim (syahsiyah islamiyah) dalam tahapan amal dakwah, artinya menjadikan keluarga sebagai ladang beramal dalam rangka membentuk keluarga muslim teladan (usrah islami) yang diwarnai akhlak Islam dalam segala aktifitas dan interaksi seluruh anggota keluarga, sehingga mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin bagi masyarakat sekitarnya. Dengan adanya keluarga-keluarga muslim pembawa rahmat diharapkan dapat terwujud komunitas dan lingkungan masyarakat yang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sikap saling terbuka (Mushorohah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik suami isteri telah dihalalkan oleh Allah SWT untuk saling terbuka saat jima’ (bersenggama), padahal sebelum menikah hal itu adalah sesuatu yang diharamkan. Maka hakikatnya keterbukaan itu pun harus diwujudkan dalam interaksi kejiwaan (syu’ur), pemikiran (fikrah), dan sikap (mauqif) serta tingkah laku (suluk), sehingga masing-masing dapat secara utuh mengenal hakikat kepribadian suami/isteri-nya dan dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) di antara keduanya.&lt;br /&gt;Hal itu dapat dicapai bila suami/isteri saling terbuka dalam segala hal menyangkut perasaan dan keinginan, ide dan pendapat, serta sifat dan kepribadian. Jangan sampai terjadi seorang suami/isteri memendam perasaan tidak enak kepada pasangannya karena prasangka buruk, atau karena kelemahan/kesalahan yang ada pada suami/isteri. Jika hal yang demikian terjadi hal yang demikian, hendaknya suami/isteri segera introspeksi (bermuhasabah) dan mengklarifikasi penyebab masalah atas dasar cinta dan kasih sayang, selanjutnya mencari solusi bersama untuk penyelesaiannya. Namun apabila perasaan tidak enak itu dibiarkan maka dapat menyebabkan interaksi suami/isteri menjadi tidak sehat dan potensial menjadi sumber konflik berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sikap toleran (Tasamuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua insan yang berbeda latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan pengalaman hidup bersatu dalam pernikahan, tentunya akan menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan dalam cara berfikir, memandang suatu permasalahan, cara bersikap/bertindak, juga selera (makanan, pakaian, dsb). Potensi perbedaan tersebut apabila tidak disikapi dengan sikap toleran (tasamuh) dapat menjadi sumber konflik/perdebatan. Oleh karena itu masing-masing suami/isteri harus mengenali dan menyadari kelemahan dan kelebihan pasangannya, kemudian berusaha untuk memperbaiki kelemahan yang ada dan memupuk kelebihannya. Layaknya sebagai pakaian (seperti yang Allah sebutkan dalam QS. Albaqarah:187), maka suami/isteri harus mampu mem-percantik penampilan, artinya berusaha memupuk kebaikan yang ada (capacity building); dan menutup aurat artinya berupaya meminimalisir kelemahan/kekurangan yang ada.&lt;br /&gt;Prinsip “hunna libasullakum wa antum libasullahun (QS. 2:187) antara suami dan isteri harus selalu dipegang, karena pada hakikatnya suami/isteri telah menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipandang secara terpisah. Kebaikan apapun yang ada pada suami merupakan kebaikan bagi isteri, begitu sebaliknya; dan kekurangan/ kelemahan apapun yang ada pada suami merupakan kekurangan/kelemahan bagi isteri, begitu sebaliknya; sehingga muncul rasa tanggung jawab bersama untuk memupuk kebaikan yang ada dan memperbaiki kelemahan yang ada.&lt;br /&gt;Sikap toleran juga menuntut adanya sikap mema’afkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al ‘Afwu yaitu mema’afkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu mema’afkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfirah yaitu memintakan ampun pada Allah untuk orang lain. Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali sikap ini belum menjadi kebiasaan yang melekat, sehingga kesalahan-kesalahan kecil dari pasangan suami/isteri kadangkala menjadi awal konflik yang berlarut-larut. Tentu saja “mema’afkan” bukan berarti “membiarkan” kesalahan terus terjadi, tetapi mema’afkan berarti berusaha untuk memberikan perbaikan dan peningkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi (Musyawarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersumbatnya saluran komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak dalam kehidupan rumah tangga akan menjadi awal kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis. Komunikasi sangat penting, disamping akan meningkatkan jalinan cinta kasih juga menghindari terjadinya kesalahfahaman.&lt;br /&gt;Kesibukan masing-masing jangan sampai membuat komunikasi suami-isteri atau orang tua-anak menjadi terputus. Banyak saat/kesempatan yang bisa dimanfaatkan, sehingga waktu pertemuan yang sedikit bisa memberikan kesan yang baik dan mendalam yaitu dengan cara memberikan perhatian (empati), kesediaan untuk mendengar, dan memberikan respon berupa jawaban atau alternatif solusi. Misalnya saat bersama setelah menunaikan shalat berjama’ah, saat bersama belajar, saat bersama makan malam, saat bersama liburan (rihlah), dan saat-saat lain dalam interaksi keseharian, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi berupa surat, telephone, email, dsb.&lt;br /&gt;Alqur’an dengan indah menggambarkan bagaimana proses komunikasi itu berlangsung dalam keluarga Ibrahim As sebagaimana dikisahkan dalam QS.As-Shaaffaat:102, yaitu : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata; Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu, Ia menjawab; Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.&lt;br /&gt;Ibrah yang dapat diambil dalam kisah tersebut adalah adanya komunikasi yang timbal balik antara orang tua-anak, Ibrahim mengutarakan dengan bahasa dialog yaitu meminta pendapat pada Ismail bukan menetapkan keputusan, adanya keyakinan kuat atas kekuasaan Allah, adanya sikap tunduk/patuh atas perintah Allah, dan adanya sikap pasrah dan tawakkal kepada Allah; sehingga perintah yang berat dan tidak logis tersebut dapat terlaksana dengan kehendak Allah yang menggantikan Ismail dengan seekor kibas yang sehat dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar dan Syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengingatkan kita dalam Alqur’an surat At Taghabun ayat 14: ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;Peringatan Allah tersebut nyata dalam kehidupan rumah tangga dimana sikap dan tindak tanduk suami/istri dan anak-anak kadangkala menunjukkan sikap seperti seorang musuh, misalnya dalam bentuk menghalangi-halangi langkah dakwah walaupun tidak secara langsung, tuntutan uang belanja yang nilainya di luar kemampuan, menuntut perhatian dan waktu yang lebih, prasangka buruk terhadap suami/isteri, tidak merasa puas dengan pelayanan/nafkah yang diberikan isteri/suami, anak-anak yang aktif dan senang membuat keributan, permintaan anak yang berlebihan, pendidikan dan pergaulan anak, dan sebagainya. Jika hal-hal tersebut tidak dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati, bukan tidak mungkin akan membawa pada jurang kehancuran rumah tangga.&lt;br /&gt;Dengan kesadaran awal bahwa isteri dan anak-anak dapat berpeluang menjadi musuh, maka sepatutnya kita berbekal diri dengan kesabaran. Merupakan bagian dari kesabaran adalah keridhaan kita menerima kelemahan/kekurangan pasangan suami/isteri yang memang diluar kesang-gupannya. Penerimaan terhadap suami/isteri harus penuh sebagai satu “paket”, dia dengan segala hal yang melekat pada dirinya, adalah dia yang harus kita terima secara utuh, begitupun penerimaan kita kepada anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya. Ibaratnya kesabaran dalam kehidupan rumah tangga merupakan hal yang fundamental (asasi) untuk mencapai keberkahan, sebagaimana ungkapan bijak berikut:“Pernikahan adalah Fakultas Kesabaran dari Universitas Kehidupan”. Mereka yang lulus dari Fakultas Kesabaran akan meraih banyak keberkahan.&lt;br /&gt;Syukur juga merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Rasulullah mensinyalir bahwa banyak di antara penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan mereka tidak bersyukur kepada suaminya.&lt;br /&gt;Mensyukuri rezeki yang diberikan Allah lewat jerih payah suami seberapapun besarnya dan bersyukur atas keadaan suami tanpa perlu membanding-bandingkan dengan suami orang lain, adalah modal mahal dalam meraih keberkahan; begitupun syukur terhadap keberadaan anak-anak dengan segala potensi dan kecenderungannya, adalah modal masa depan yang harus dipersiapkan.&lt;br /&gt;Dalam keluarga harus dihidupkan semangat “memberi” kebaikan, bukan semangat “menuntut” kebaikan, sehingga akan terjadi surplus kebaikan. Inilah wujud tambahnya kenikmatan dari Allah, sebagaimana firmannya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim:7).&lt;br /&gt;Mensyukuri kehadiran keturunan sebagai karunia Allah, harus diwujudkan dalam bentuk mendidik mereka dengan pendidikan Rabbani sehingga menjadi keturunan yang menyejukkan hati. Keturunan yang mampu mengemban misi risalah dien ini untuk masa mendatang, maka jangan pernah bosan untuk selalu memanjatkan do’a:&lt;br /&gt;Ya Rabb kami karuniakanlah kami isteri dan keturunan yang sedap dipandang mata, dan jadikanlah kami pemimpin orang yang bertaqwa.&lt;br /&gt;Ya Rabb kami karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh.&lt;br /&gt;Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang baik.&lt;br /&gt;Ya Rabb kami karuniakanlah kami dari sisi Engkau keturunan yang Engkau Ridha-i.&lt;br /&gt;Ya Rabb kami jadikanlah kami dan keturunan kami orang yang mendirikan shalat.&lt;br /&gt;Do’a diatas adalah ungkapan harapan para Nabi dan Rasul tentang sifat-sifat (muwashshofat) ketuturunan (dzurriyaat) yang diinginkan, sebagaimana diabadikan Allah dalam Alqur’an (QS. Al-Furqon:74; QS. Ash-Shaafaat:100 ; QS.Al-Imran:38; QS. Maryam: 5-6; dan QS. Ibrahim:40). Pada intinya keturun-an yang diharapkan adalah keturunan yang sedap dipandang mata (Qurrota a’yun), yaitu keturunan yang memiliki sifat penciptaan jasad yang sempurna (thoyyiba), ruhaniyah yang baik (sholih), diridhai Allah karena misi risalah dien yang diperjuangkannya (wali radhi), dan senantiasa dekat dan bersama Allah (muqiimash-sholat).&lt;br /&gt;Demikianlah hendaknya harapan kita terhadap anak, agar mereka memiliki muwashofaat tersebut, disamping upaya (ikhtiar) kita memilihkan guru/sekolah yang baik, lingkungan yang sehat, makanan yang halal dan baik (thoyyib), fasilitas yang memadai, keteladanan dalam keseharian, dsb; hendaknya kita selalu memanjatkan do’a tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sikap yang santun dan bijak (Mu’asyarah bil Ma’ruf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merawat cinta kasih dalam keluarga ibaratnya seperti merawat tanaman, maka pernikahan dan cinta kasih harus juga dirawat agar tumbuh subur dan indah, diantaranya dengan mu’asyarah bil ma’ruf. Rasulullah saw menyatakan bahwa : “Sebaik-baik orang diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap isterinya, dan aku (Rasulullah) adalah orang yang paling baik terhadap isteriku.” (HR.Thabrani &amp; Tirmidzi)&lt;br /&gt;Sikap yang santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam interaksi kehidupan berumah tangga akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Suasana yang demikian sangat penting untuk perkembangan kejiwaan (maknawiyah) anak-anak dan pengkondisian suasana untuk betah tinggal di rumah.&lt;br /&gt;Ungkapan yang menyatakan “Baiti Jannati” (Rumahku Syurgaku) bukan semata dapat diwujudkan dengan lengkapnya fasilitas dan luasnya rumah tinggal, akan tetapi lebih disebabkan oleh suasana interaktif antara suami-isteri dan orang tua-anak yang penuh santun dan bijaksana, sehingga tercipta kondisi yang penuh keakraban, kedamain, dan cinta kasih.&lt;br /&gt;Sikap yang santun dan bijak merupakan cermin dari kondisi ruhiyah yang mapan. Ketika kondisi ruhiyah seseorang labil maka kecenderungannya ia akan bersikap emosional dan marah-marah, sebab syetan akan sangat mudah mempengaruhinya. Oleh karena itu Rasulullah saw mengingatkan secara berulang-ulang agar jangan marah (Laa tagdlob). Bila muncul amarah karena sebab-sebab pribadi, segeralah menahan diri dengan beristigfar dan mohon perlindungan Allah (ta’awudz billah), bila masih merasa marah hendaknya berwudlu dan mendirikan shalat. Namun bila muncul marah karena sebab orang lain, berusahalah tetap menahan diri dan berilah ma’af, karena Allah menyukai orang yang suka mema’afkan. Ingatlah, bila karena sesuatu hal kita telanjur marah kepada anak/isteri/suami, segeralah minta ma’af dan berbuat baiklah sehingga kesan (atsar) buruk dari marah bisa hilang. Sesungguhnya dampak dari kemarahan sangat tidak baik bagi jiwa, baik orang yang marah maupun bagi orang yang dimarahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kuatnya hubungan dengan Allah (Quwwatu shilah billah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang kuat dengan Allah dapat menghasilkan keteguhan hati (kemapanan ruhiyah), sebagaimana Allah tegaskan dalam QS. Ar-Ra’du:28. “Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang”. Keberhasilan dalam meniti kehidupan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh keteguhan hati/ketenangan jiwa, yang bergantung hanya kepada Allah saja (ta’alluq billah). Tanpa adanya kedekatan hubungan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan tuntutan-tuntutan besar dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah saw sendiri selalu memanjatkan do’a agar mendapatkan keteguhan hati: “Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika” (wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu).&lt;br /&gt;Keteguhan hati dapat diwujudkan dengan pendekatan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah), sehingga ia merasakan kebersamaan Allah dalam segala aktifitasnya (ma’iyatullah) dan selalu merasa diawasi Allah dalam segenap tindakannya (muraqobatullah). Perasaan tersebut harus dilatih dan ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, melalui pembiasaan keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap dan dimutaba’ah bersama, seperti : tilawah, shalat tahajjud, shaum, infaq, do’a, ma’tsurat, dll. Pembiasaan dalam aktifitas tersebut dapat menjadi sarana menjalin keakraban dan persaudaraan (ukhuwah) seluruh anggota keluarga, dan yang penting dapat menjadi sarana mencapai taqwa dimana Allah swt menjamin orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ath-Thalaaq: 2-3.&lt;br /&gt;“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan bagi-nya jalan keluar (solusi) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya.”&lt;br /&gt;Wujud indahnya keberkahan keluarga&lt;br /&gt;Keberkahan dari Allah akan muncul dalam bentuk kebahagiaan hidup berumah tangga, baik kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Kebahagiaan di dunia, boleh jadi tidak selalu identik dengan kehidupan yang mewah dengan rumah dan perabotan yang serba lux. Hati yang selalu tenang (muthma’innah), fikiran dan perasaan yang selalu nyaman adalah bentuk kebahagiaan yang tidak bisa digantikan dengan materi/kemewahan.&lt;br /&gt;Kebahagiaan hati akan semakin lengkap jika memang bisa kita sempurnakan dengan 4 (empat) hal seperti dinyatakan oleh Rasulullah, yaitu : (1) Isteri yang sholihah, (2) Rumah yang luas, (3) Kendaraan yang nyaman, dan (4) Tetangga yang baik.&lt;br /&gt;Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas rumah yang luas dan kendaraan yang nyaman tanpa harus memiliki, misalnya di saat-saat rihlah, safar, silaturahmi, atau menempati rumah dan kendaraan dinas. Paling tidak keterbatasan ekonomi yang ada tidak sampai mengurangi kebahagiaan yang dirasakan, karena pemilik hakiki adalah Allah swt yang telah menyediakan syurga dengan segala kenikmatan yang tak terbatas bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, dan menjadikan segala apa yang ada di dunia ini sebagai cobaan.&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang lebih penting adalah kebahagiaan hidup di akhirat, dalam wujud dijauhkannya kita dari api neraka dan dimasukkannya kita dalam syurga. Itulah hakikat sukses hidup di dunia ini, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Imran : 185&lt;br /&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”&lt;br /&gt;Selanjutnya alangkah indahnya ketika Allah kemudian memanggil dan memerintahkan kita bersama-sama isteri/suami dan anak-anak untuk masuk kedalam syurga; sebagaimana dikhabarkan Allah dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;“Masuklah kamu ke dalam syurga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan”. (QS, Az-Zukhruf:70)&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan (pertemukan) anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. Ath-Thuur:21).&lt;br /&gt;Inilah keberkahan yang hakiki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-8085432015335865156?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/8085432015335865156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=8085432015335865156&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8085432015335865156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8085432015335865156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2009/03/agar-pernikahan-membawa-berkah.html' title='Agar Pernikahan Membawa Berkah'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-4942518656580463969</id><published>2007-11-16T20:48:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T20:58:55.871+07:00</updated><title type='text'>Ketika Zina Jadi Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2hMJ9SF6I/AAAAAAAAAE4/Gk0LrLq0eNQ/s1600-h/zn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2hMJ9SF6I/AAAAAAAAAE4/Gk0LrLq0eNQ/s200/zn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133436380475692962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Saat ini fenomena hamil di luar nikah begitu marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa. Di mana-mana ada pemilu (pengantin hamil dahulu). Ironisnya, maksiat ini banyak dilakukan umat Islam, padahal Islam mengajarkan umatnya agar jangan mendekati zina...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak Globalisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi informasi benar-benar telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Sayang, kebanyakan pengaruh yang ditimbulkannya bersifat negatif, yang mengarah pada dekadensi moral, khususnya bagi generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh budaya barat yang disebarkan melalui berbagai tayangan di televisi, VCD, ataupun internet yang begitu mudah diakses, sungguh sangat terasa. Perubahan nilai atau cara pandang terhadap pergaulan antar lawan jenis pun berubah. Kalau dulu, pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Jangankan bersentuhan atau sekadar berciuman, yang lebih dari itu pun dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Naudzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepotong Malu Yang Tersisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat melakukan hal itu (zina), mungkin rasa malu benar-benar sudah menghilang dari hati dua insan yang dimabuk cinta. Hawa nafsu telah membius mereka, sehingga hal itu pun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun...bila kemudian timbul konsekuensi logis dari perbuatan mereka itu, benarkah tiada lagi sepotong malu yang tersisa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang gadis, ternyata itu seringkali menyisakan rasa malu yang dalam. Gara-gara hamil di luar nikah, sekolah terpaksa kandas. Dan semua orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu ...rasanya! Tambah malu lagi, bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagi orangtua si gadis. Ijab qabul belum dilakukan.... eh, rahim anaknya sudah ‘diisi’ orang. Siapa yang tak marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanglebih menyedihkan adalah rasa malu seorang anak, jika kelak ia tahu, bahwa ia lahir ke dunia ini disebabkan perbuatan yang memalukan. Itulah beberapa ‘malu’ yang tersisa, dari perbuatan yang sepantasnya hanya dilakukan binatang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dipertanyakan keabsahannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengetahui anak gadisnya dihamili pacarnya, biasanya seorang bapak buru-buru menikahkan mereka. Ia tak peduli, sah atau tidakkah pernikahan dalam kondisi demikian. Yang penting, jangan sampai anaknya melahirkan tanpa memiliki suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menurut hukum di negeri ini, pernikahan dalam kondisi seperti itu dianggap sah, namun sah jugakah bila dituinjau dari hukum agama yang syar’i?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam, seorang wanita yang hamil harus menunggu sampai anaknya lahir, jika ingin menikah. Lagipula, jika pernikahan seperti itu sah, maka akan senanglah para pezina. Enak sekali, bisa berzina dulu dan menikah kemudian. Bila sang wanita tidak hamil, tidak perlu menikah. Yang seperti itu tentu saja sangat bertentangan dengan Islam, karena islam memberikan hukuman yang tegas bagi para pelaku zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anakpun Menjadi Aib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Normalnya, dalam pernikahan, kehadiran anak dianggap sebagai anugrah yang tak ternilai harganya. Tapi, bila anak terlahir dari hubungan di luar nikah, maka ia pun dianggap sebagai aib. Tak jarang, sebelum ia lahir ke dunia, orangtuanya berusaha menggugurkannya. Setelah lahir pun, seringkali ia hanya dibuang begitu saja, seperti sampah yang tak berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai nasab anak dari perbuatan zina dinasabkan pada ibunya. Meskipun bapak bayi itu sudah menikah dengan ibunya, tapi jika si anak lahir dari perbuatan di luar nikah, maka ia tetap dinasabkan pada ibunya. Jika anak itu perempuan, maka kelak bapaknya (secara biologis) tidak boleh menjadi wali nikahnya! Jadi kehamilan di luar nikah, memang membawa madharat yang panjang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pernikahan Tidak Lagi Sakral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan 'pemilu' ini, biasanya tidak akan membawa kebahagiaan yang langgeng dalam rumah tangga. Sebab pernikahan sudah kehilangan makna, tidak sakral lagi. Tak ada ‘malam pertama’ yang indah nan penuh kejutan. Karena semua dirasakan sebelum menikah. Mungkin, yang ada justru kejenuhan, penyesalan dan keterpaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang seperti itu biasanya hanya akan terasa ‘gersang’, dan tiada lagi kehangatannya. Mengapa? Karena seringkali mereka menikah, dalam keadaan terpaksa. Khususnya bagi pihak laki-laki. Tak jarang, bila dulunya si gadis memiliki banyak pacar, maka lelaki yang menikahinya tiba-tiba ‘berubah pikiran’ dengan tidak mengakui bahwa bayi yang dikandung isinya itu adalah anaknya. Maka, pihak istrilah yang paling menderita bila ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kiamat sudah Dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda makin dekatnya hari kiamat adalah menyebarnya maksiat, termasuk maraknya zina. Hari ini kita saksikan, maksiat ada di mana-mana. Zina pun sudah menjadi hal biasa yang dilakukan berbagai kalangan. Lalu, masihkah kita perlu bertanya, bila azab Allah datang silih berganti, semua ini salah siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali memang kiamat sudah dekat, dan kiamat kecil bagi kita, adalah saat malaikat maut menjemput. Karena itu, mari kita berbekal. Jangan tukar kenikmatan sesaat, dengan siksa di akhirat yang kekal. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buletin Mahligai vol 1, no 3&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-4942518656580463969?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.mediamuslim.info/nasehat/ketika-zina-jadi-biasa.html' title='Ketika Zina Jadi Biasa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/4942518656580463969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=4942518656580463969&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/4942518656580463969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/4942518656580463969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/11/ketika-zina-jadi-biasa.html' title='Ketika Zina Jadi Biasa'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2hMJ9SF6I/AAAAAAAAAE4/Gk0LrLq0eNQ/s72-c/zn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-6887475410321862215</id><published>2007-11-16T19:56:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T20:48:43.941+07:00</updated><title type='text'>Berbuat Baik dan Ketentraman Jiwa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2UXZ9SF4I/AAAAAAAAAEo/ckuit6QNneA/s1600-h/doa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2UXZ9SF4I/AAAAAAAAAEo/ckuit6QNneA/s320/doa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5133422280098060162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;16 Nov 07 18:08 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh Fery Ramadhansya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Diriwayatkan oleh Wabishah bin Ma’bid ra.; aku menemui rasulullah saw., kemudian beliau berkata kepadaku; Engkau datang ingin bertanya tentang kebaikan? Lalu aku menjawab: ya. Kemudian beliau berkata lagi: Tanyalah pada hatimu, kebaikan adalah sesuatu yang menimbulkan ketenangan diri dan ketentraman Jiwa. Sedangkan kejelekan merupakan hal yang meresahkan diri dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun kau menanyakan orang lain dan mereka menjawabnya. (HR: Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kegemerlapan dunia sekarang ini, saat teknologi semakin canggih dan informasi bergulir dengan cepatnya ternyata tidak menjamin masyarakat suatu negara menjadi bahagia. Justru sebaliknya, tidak jarang negara yang kita sebut maju, namun penduduknya banyak yang stress sampai-sampai bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kemewahan melimpah ruah, mengapa justru kebahagian menjadi sesuatu yang langka untuk diperoleh. Tidak sedikit kita jumpai orang kaya yang mengalami stress dan berakhir sroke yang disebabkan karena kekayaannya. Wal hasil, seluruh jerih payah yang dikerahkannya untuk mecari harta, terpaksa ditinggal karena sang penjemput nyawa datang menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini banyak terjadi di kota-kota besar. Sebab di sana solidaritas sosial kurang begitu diindahkan. Seiring dengan sifat individualis yang mengakar, oleh karenanya berbuat baik terhadap sesama adalah barang langka. Sehingga terbentuklah komunitas yang cuek dan hanya peduli pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya kebahagiaan tidak berpihak pada mereka-mereka yang sibuk mengurusi diri sendiri. Padahal andai mau disadari, peduli dengan orang lain dengan berbuat baik pada sesama bisa menimbulkan kepuasan tersendiri dalam batin. Karena fitrahnya manusia diciptakan tidak hanya menerima tetapi juga memberi. Keduanya mestilah seimbang agar kebahagian bisa diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, demi terciptanya satu komunitas yang bahagia maka dianjurkan saling tolong menolong, bahu membahu dalam usaha kebaikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa…” (QS. 5:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan menempati ruang dan waktu yang sama dalam kehidupan fana ini. Selama hayat masih dikandung badan, selama nafas masih berhembus dan nyawa belum sampai kerongkongan, selama itu pula seseorang berpotensi untuk membuat hidupnya bahagia atau sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa seringkah kita berbuat baik terhadap sesama. Sudah berapa banyak kebahagian yang kita peroleh dalam hidup ini. Lihatlah hari ini apakah kita merasa bahagia dengan berbuat baik walau hanya menyingkirkan duri dari jalanan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-6887475410321862215?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7b16120243-berbuat-baik-dan-ketentraman-jiwa.htm' title='Berbuat Baik dan Ketentraman Jiwa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/6887475410321862215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=6887475410321862215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6887475410321862215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6887475410321862215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/11/berbuat-baik-dan-ketentraman-jiwa.html' title='Berbuat Baik dan Ketentraman Jiwa'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rz2UXZ9SF4I/AAAAAAAAAEo/ckuit6QNneA/s72-c/doa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-8405229567453002989</id><published>2007-06-05T20:22:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:46:54.549+07:00</updated><title type='text'>Memikat Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVkRSQ3uLI/AAAAAAAAAEg/KhWCSz0_lAs/s1600-h/rose.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVkRSQ3uLI/AAAAAAAAAEg/KhWCSz0_lAs/s200/rose.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072570803425884338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;22 Mei 07 09:13 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Indah Prihanande&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;“Aku nyari – nyari koki yang cocok buat lidahmu, ternyata ada di dalam diriku! He... He, masakan spesial untukmu malam ini”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SMS dari suami saya yang terlalu Pede ini datang begitu melambungkan rasa bahagia. Kejutan yang bagi saya tidaklah kecil nilainya. Amat berharga dan bernilai emosi tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya hafal dengan kebiasaannya. Ketika dia mengirimkan pesannya tersebut, hampir bisa dipastikan dia tengah berkutat didapur. Meramu masakan yang entah apa namanya. Biasanya semua bumbu instant dicampur ke dalam masakan: kecap asin, minyak wijen, garam, bawang goreng siap pakai, dan lain-lainnya. Hanya dia saja yang tahu persis rumus masakannya. “Rahasia” katanya setiap kali saya iseng menanyakan kunci keberhasilannya.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p&gt;Padahal saya tidak serius untuk sungguh-sungguh ingin mengetahui racikannya tersebut. Saya tahu pasti, bumbu racikannya adalah campuran dari semua bumbu instant yang ada didapur kami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi saya tak perduli, itu tak teramat penting. Yang terpenting adalah nilai-nilai kejutan yang selalu disodorkannya selama ini membuat hidup saya terasa lebih hidup dan penuh warna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suami saya mempunyai cara sederhana dan memikat untuk menunjukan perhatiannya. Selama ini, saya terhipnotis dengan kejutan-kejutan yang disampaikannya dengan gaya yang segar dan menyenangkan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kali ini saya tengah sibuk dikejar dengan tugas di kantor. Dan dari pagi saya belum sempat memberi kabar apapun untuknya. Tanpa diminta dengan sukarela dia mengirimkan setangkai bunga mawar yang indah lengkap dengan sebaris kalimat yang tertulis:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hai, terima aja apa adanya ya. Tq”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada tawa yang nyaris meledak! Saya tergelitik dengan usaha dan kerja kerasnya untuk menjadi sedikit romantis. Apa yang dikirimnya itu seketika menyegarkan fikiran dan perasaan. Walau hanya melalui SMS, mawar itu telah saya terima dengan rasa syukur tak terhingga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; ***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, begitulah. Dia telah banyak mengajarkan tentang sebuah perhatian kecil di tengah keterbatasan waktu dan materi yang kami miliki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita tidak bisa memberikan hal-hal besar menyenangkan yang membutuhkan ketersediaan materi untuk pasangan kita, kita harus bisa mencari, menemukan, untuk kemudian mengaplikasikan perhatian kecil tersebut dalam keseharian kita. Tak perduli betapa padatnya kesibukan yang kita miliki, seharusnya hal tersebut menjadi perhatian khusus yang tidak terganggu oleh alasan apapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah di tengah perjalanan kita bisa berkirim SMS dengan kata-kata menyenangkan dan kalimat motivasi yang membuatnya bersemangat? Bukankah kita bisa memberikan kejutan dengan mengirimkan surat pujian kita untuknya yang dikirim lewat pos ke alamat kantornya? Atau jika ada sedikit uang, pergi saja ketoko buku, belikan buku yang terkait dengan hobi dan minatnya. Tidak sulit bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bisa melakukannya dengan cara dan gaya dan menurut kemampuan masing-masing. Yang dibutuhkan hanyalah mau atau tidak untuk melakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Yuk, kita buat proyek ini berjalan ditahun ini. Kita beri judul: Proyek Sederhana, Memikat dan Penuh Cinta!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nenda_2001@yahoo. Com&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-8405229567453002989?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7516135425-memikat-cinta.htm?other' title='Memikat Cinta'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/8405229567453002989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=8405229567453002989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8405229567453002989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8405229567453002989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/06/memikat-cinta.html' title='Memikat Cinta'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVkRSQ3uLI/AAAAAAAAAEg/KhWCSz0_lAs/s72-c/rose.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-2974318663037476635</id><published>2007-06-05T20:15:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:46:26.338+07:00</updated><title type='text'>Penyumbat Rezeki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVi_yQ3uKI/AAAAAAAAAEY/6r9v5E34dNo/s1600-h/bantu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVi_yQ3uKI/AAAAAAAAAEY/6r9v5E34dNo/s200/bantu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072569403266545826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;25 Mei 07 09:19 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayu Gawtama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba berbagai usaha namun selalu kandas di tengah jalan. Usaha pertamanya sudah dimulai saat ia baru memasuki kuliah tingkat dua, sekitar tahun 1994. Saat itu, ia mendapat pembagian warisan dari orangtuanya yang belum lama meninggal dunia. Jiwa bisnisnya memang sudah terlihat semenjak kecil, jadi wajar jika kemudian ia mendapatkan uang warisan dalam jumlah yang cukup banyak, maka yang terbersit di kepalanya adalah bisnis.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p&gt;Maka, beberapa bulan kemudian ia membuka sebuah warung makan. Mulanya, warung makannya berjalan normal, bahkan bisa dibilang sangat laku keras. Mungkin karena ia melakukan promosi sangat gencar, selain karena ia termasuk anak muda yang memiliki cukup banyak relasi meski pun usianya masih sangat muda. Jadi sangat mudah baginya untuk mengundang sahabat, kerabat dan relasinya untuk sekadar mencicipi warung makan miliknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah kenapa, selang tiga bulan kemudian satu persatu pelanggan meninggalkannya. Tak banyak lagi yang makan di warungnya, sehingga dalam waktu tak berapa lama ia terpaksa menutup usahanya dan gulung tikar. Ia pun berganti usaha yang lain dengan sisa modal yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usaha barunya, tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Masih seputar makanan. Kali ini ia membuka usaha catering yang melayani makan untuk kantor-kantor di kota tinggalnya. Alhamdulillah ia dipercaya seorang rekannya yang bekerja di sebuah perusahaan untuk memasukkan catering untuk makan siang beberapa karyawan. Untuk sebuah awalan, catering untuk sekitar 20 karyawan dianggapnya bagus. “Mulanya 20, insya Allah menjadi 200, 2000 dan seterusnya…” semangat Hardi berapi-api.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alih-alih bertambah pelanggan, rupanya Allah berkehendak lain. Yang 20 pun menyetop langganan catering kepada Hardi, sementara selama satu bulan penuh itu ia belum mendapatkan pelanggan baru. Akhirnya, ia pun kembali mengalami kebangkrutan. Demikian seterusnya hingga lebih sepuluh tahun kemudian ia berganti jenis usaha selalu menemui kegagalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada satu kesempatan ia mengadukan perihal kegagalan demi kegagalan usahanya kepaada guru mengajinya. Ia menceritakan secara detil semua jenis usaha yang pernah dicobanya dan bagaimana sampai akhirnya semua usahanya gagal. “Saya harus usaha apalagi guru, saya sudah kehabisan modal. Bahkan saat ini saya memiliki hutang yang tidak sedikit…” keluhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Guru tersebut tak lantas memberikan jawaban dengan menyebut satu bentuk usaha baru yang patut dicoba Hardi, melainkan meminta Hardi mengingat-ingat sesuatu di masa lalu. “Coba ingat, pernah punya hutang atau tidak di masa lalu? Atau pernah punya sangkutan berkenaan dengan rezeki orang lain atau tidak di masa lalu…?” tanya sang guru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dahi Hardi mengerenyit, mencoba mengingat-ingat masa lampaunya. Rasa-rasanya ia tak pernah punya hutang kepada siapa pun, justru sebaliknya ia malah mengingat kembali daftar nama-nama yang pernah berhutang kepadanya. “Coba lebih keras mengingat, mungkin nilainya kecil, tapi boleh jadi itu yang menjadi penyumbat rezekimu…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Astaghfirullah…. “ Hardi teringat sesuatu. Ia pun segera menyalami sang guru dan mohon pamit seraya berucap terima kasih. Pria itu segera memacu kencang kendaraannya menuju suatu tempat. Dalam hati ia berharap cemas, “Semoga masih ada warung itu…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak kurang dari tiga belas jam waktu yang ditempuh Hardi menuju Semarang, mencari satu tempat yang pernah ia singgahi hampir dua belas tahun yang lalu. Tiba di tempat yang dituju, ia tidak menemukan lagi warung mie ayam tempatnya makan dahulu. Kemudian ia mencoba bertanya kepada orang-orang di sekitar perihal tukang mie yang pernah berjualan di situ.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ya, tukang mie itu bapak saya. Sekarang sudah tidak berjualan lagi. Sekarang bapak sedang sakit parah…” seorang anak menceritakan ciri-ciri fisik penjual mie ayam itu, dan Hardi yakin sekali itu orang yang dicarinya. Tanpa pikir panjang, ia minta diantarkan ke rumah penjual mie untuk bertemu langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika melihat kondisi penjual mie, Hardi menitikkan air mata. Ia langsung meminta beberapa anggota keluara membopong penjual mie itu ke mobilnya dan segera membawanya ke rumah sakit. Alhamdulillah, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, mungkin penjual mie itu tidak akan tertolong. Seluruh biaya rumah sakit tercatat mencapai lima belas juta rupiah, dan semuanya ditanggung oleh Hardi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa hari kemudian, setelah kembali ke rumah, bapak penjual mie itu mengucapkan terima kasih kepada Hardi. “Bapak tidak tahu harus bagaimana mengembalikan uang biaya berobat itu kepada nak Hardi. Usaha dagang bapak sedang susah…” Hardi berkali-kali mencium tangan Pak Atmo, penjual mie itu. Matanya tak henti menitikkan air mata, ia sedang berusaha menyatakan sesuatu, namun bibirnya terasa sangat berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, “… semua sudah terbayar lunas pak. Saya hanya minta bapak mengikhlaskan semangkuk mie ayam yang pernah saya makan tanpa membayar dua belas tahun silam”, Hardi terus menangis berharap keikhlasan itu didapatnya. Saat itu, sehabis makan ia langsung kabur memacu sepeda motornya dan tak membayar semangkuk mie seharga 1.500 rupiah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Atmo memeluk erat tubuh Hardi dan mengusap-usap kepala pria muda itu seraya berucap, “Allah Maha Pemaaf, begitu pun semestinya kita…”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perlancar dulu rezeki orang lain, agar tidak menyumbat rezeki kita. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Wallaahu ‘a’lam bishshowaab&lt;/i&gt; (Gaw)&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-2974318663037476635?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7524145132-penyumbat-rezeki.htm?other' title='Penyumbat Rezeki'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/2974318663037476635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=2974318663037476635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/2974318663037476635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/2974318663037476635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/06/penyumbat-rezeki.html' title='Penyumbat Rezeki'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVi_yQ3uKI/AAAAAAAAAEY/6r9v5E34dNo/s72-c/bantu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-426330435847027874</id><published>2007-06-05T20:11:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:45:07.631+07:00</updated><title type='text'>Bangunkan Aku, Teman...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVhbyQ3uJI/AAAAAAAAAEQ/0-7QgOc1L0g/s1600-h/tahajud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVhbyQ3uJI/AAAAAAAAAEQ/0-7QgOc1L0g/s200/tahajud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072567685279627410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;30 Mei 07 08:22 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fivy Miftahiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Dini hari pukul 02. 10 aku terbangun oleh sebuah nada yang amat kukenal dari ponselku. Tanpa berfikir panjang, segera kuhampiri benda kecil kotak warna hitam itu; namun belum sempat kutekan "ok" untuk menjawab panggilan tadi, bunyi nada dari ponselku sudah berhenti. Terlambat! Entah sudah berapa menit ponselku tadi berbunyi. Sebuah nama terlihat dalam daftar misscall: Bu Umi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kantukku seketika lenyap, berganti rasa khawatir. Gerangan apa tengah malam buta, Bu Umi, teman baikku menghubungi? Kalau bukan karena hal mendesak tentu bisa dilakukan besok pagi ketika matahari telah tinggi... Dan tak perlu mengagetkan mimpi indahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, Hana atau Husna sakit, atau... Hampir saja aku menekan tuts ponsel, memanggil balik nomor Bu Umi untuk memastikan apa yang terjadi. Namun tiba-tiba akutersentak oleh sesuatu yang membuatku geli dan malu pada diri sendiri. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah... Malam ini memang aku dan Bu Umi sudah janjian, siapa yang bangun duluan, akan membangunkan yang lain untuk qiyamullail... Ternyata dia yang duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita coba saja yuk saling membangunkan untuk tahajjud, supaya semangat kita seperti dulu lagi" demikian usulnya pada suatu perbincangan tempo hari, disusul dengan anggukan persetujuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu memang kami sedang berdiskusi tentang kondisi para ibu yang terasa sangat menurun kualitas ibadah, ukhuwah maupun aktivitas da'wahnya karena disibukkan dengan rutinitas rumah tangga, yang terkadang dijadikan legalisasi alias kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman kami terlihat hambar dalam setiap pertemuan. Datang, duduk, mendengarkan materi, terus pulang. Kedekatan hati terasa begitu mahal. Keterbukaan dan keakraban pun kami rasakan kurang. Bahkan ada juga yang terkesan mencari-cari alasan untuk dapat sekadar hadir dalam majelis yang telah kami sepakati. Barangkali banyak faktor yang menyebabkan kelesuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setidaknya kita mencoba untuk menunjukkan kepedulian, melalui saling mengingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah pada tiap-tiap tengah malam yang hening.." demikian kesepakatan yang kami putuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menarik nafas panjang, segera aku bangkit, dan sebelum mengambil air wudhu, beberapa nama di ponselku sempat aku kirim misscall, dengan harapan mereka juga mengingat ikhtiar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang terasa lain qiyamullail kali ini. Ada keharuan dalam dada, ketika terbayang wajah-wajah teman dan sahabat. Semoga mereka senantiasa mendapat rahmat, ampunandan hidayah-Nya; serta mendapat kekuatan luar biasa untuk berjuang menegakkan kebenaran. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, bahwa hati-hati ini telah terkumpul untuk mencintai-Mu, untuk taat kepada-Mu, bersatu untuk dakwah di jalan-Mu, berjanji untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalannya, penuhilah dengan nur cahaya-Mu yang tidak akan pernah pudar... "  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-426330435847027874?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7527041545-bangunkan-aku-teman....htm?other' title='Bangunkan Aku, Teman...'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/426330435847027874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=426330435847027874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/426330435847027874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/426330435847027874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/06/bangunkan-aku-teman.html' title='Bangunkan Aku, Teman...'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVhbyQ3uJI/AAAAAAAAAEQ/0-7QgOc1L0g/s72-c/tahajud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-7320989849464517223</id><published>2007-06-05T20:03:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:44:21.498+07:00</updated><title type='text'>Nilai Sebuah Do'a</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVgOCQ3uII/AAAAAAAAAEI/u36eHFxJ5x4/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVgOCQ3uII/AAAAAAAAAEI/u36eHFxJ5x4/s200/12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072566349544798338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;31 Mei 07 08:29 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cahaya Khairani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;Sebuah Bis antar kota-antar propinsi melaju perlahan meninggalkan terminal. Di dalamnya menumpang tiga puluh mahasiswa yang akan pulang kampung, salah satunya adalah Annisa. Ia memilih ikut bersama rombongan teman-teman satu kampus menghabiskan liburan semester di kampung halaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aman, alasannya. Jarak tempuh kota tempatnya menuntut ilmu dengan daerah asalnya memang cukup jauh, membutuhkan waktu satu hari satu malam. Dengan ikut bersama rombongan tentu akan mengusir kebosanan selama dalam perjalanan, juga aman dari gangguan laki-laki iseng yang biasanya berkeliaran bebas di atas kapal penyeberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti teman-temannya yang terlihat menikmati perjalanan, Annisa tampak gelisah dalam perjalanannya kali ini. Entahlah, ia merasa seakan-akan Bis yang ditumpanginya akan mengalami kecelakaan. Perasaannya tak menentu, sedangkan Bis belum lagi menempuh separuh perjalanan. Setiap kali memejamkan mata, Annisa sontak terjaga bila sopir Bis menginjak rem. Kalimat tahlil terus mengalir dari lisannya. Bayang-bayang kecelakaan membuatnya tak dapat tidur, padahal obat anti mabuk yang diminumnya sebelum berangkat tadi telah memaksanya untuk tidur.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah makan, Bis berhenti untuk istirahat. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Annisa, juga teman-temannya turun untuk makan. Usai makan, Annisa segera menuju musholla dengan agak terburu-buru. Teman-temannya sudah tak terlihat di meja makan sejak Annisa keluar dari toilet tadi. Ia takut tertinggal. Di muholla Annisa mengernyitkan keningnya, sepi. Tak ada teman-temannya yang sholat. Hanya ia sendiri. Tanpa berprasangka Annisa segera menunaikan kewajibannya, menjamak sholat maghrib dan isya. Usai sholat, dipanjatkannya Do’a dengan khusyu’. Kegelisahannya masih belum hilang, Annisa merasa membutuhkan tempat berlindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya Allah.. hamba berlindung pada-Mu dari kegelisahan ini. Berilah hamba keselamatan hingga…”. Do’a Annisa terputus. Annisa terdiam sesaat. Ia merasa ada yang salah dengan permohonannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa aku egois? Aku hanya mendo’akan diriku sendiri…” Annisa menggumam di hati. Kembali diangkatnya kedua tangan dan berdo’a, “Ya Allah…hamba berlindung pada-Mu dari kegelisahan ini. Berilah pada kami semua keselamatan hingga tiba di tujuan…Amin”. Annisa segera membuka dan mengemas mukenanya. Keluar dari musholla, teman-teman bersorak memanggilnya, Bis akan segera berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, saat Annisa dapat tidur dengan hati tenang dan teman-temannya telah tertidur lelap, tiba-tiba Bis terguncang keras! Para penumpang sontak terbangun tak terkecuali Annisa. Pekik takbir menggema dari lisannya. Di depan, kaca Bis pecah berhamburan. Gelap. Annisa tak dapat melihat apapun. Hanya jerit tangis dan erangan kesakitan yang terdengar. Tak lama kemudian lampu dalam Bis menyala. Annisa melihat ke sekeliling. Teman duduknya tampak pucat pasi, begitu juga dengan yang lainnya, tapi tak ada yang teluka. Lalu siapa yang mengerang kesakitan…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annisa baru tahu apa yang terjadi setelah sopir Bis menyuruh seluruh penumpang keluar dari Bis, dan… Masya Allah! Bis tabrakan dengan sebuah mobil minibus. Setengah badan minibus itu hancur. Dua orang meninggal di tempat. Satu orang kakinya tergencet dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Dua orang lainnya selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Bis yang ditumpangi Annisa dan kawan-kawan…? Setelah tabrakan terjadi, Bis yang ditumpangi Annisa oleng, sopir membanting stir ke kiri menabrak tembok rumah orang hingga roboh. Bis berhenti dengan badan miring, dan yang membuat Bis itu tidak terbalik karena adanya gunungan pasir yang menahannya. Suatu keajaiban seluruh penumpang selamat, tanpa cidera. Menyadari ia dan teman-temannya selamat, Annisa teringat do’anya ketika di musholla rumah makan. Annisa tidak hanya mendo’akan dirinya sendiri, ia juga mendo’akan teman-temannya agar diberi keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi bukti Maha Kasih-Nya. Walau teman-teman Annisa lalai menunaikan sholat, Allah dengan Maha Kasih-Nya mengabulkan permohonan Annisa, menyelamatkan mereka dari kecelakaan maut itu…(Cahaya Khairani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Sudahkah kita mendo’akan orang-orang di sekeliling kita…? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-7320989849464517223?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7527202723-nilai-sebuah-do039a.htm?other' title='Nilai Sebuah Do&apos;a'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/7320989849464517223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=7320989849464517223&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/7320989849464517223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/7320989849464517223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/06/nilai-sebuah-doa.html' title='Nilai Sebuah Do&apos;a'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVgOCQ3uII/AAAAAAAAAEI/u36eHFxJ5x4/s72-c/12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-3627664856866313849</id><published>2007-06-05T19:57:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:43:23.755+07:00</updated><title type='text'>Shalat, Bagaimanapun Tetap Kewajiban!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVePCQ3uHI/AAAAAAAAAEA/0i8VFocEuuc/s1600-h/Pohon-2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVePCQ3uHI/AAAAAAAAAEA/0i8VFocEuuc/s200/Pohon-2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072564167701411954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;5 Jun 07 12:01 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eko Hardjanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;'Setiap hari kubuka mata dari tidur di pagi hari sambil sesaat termenung, aku masih hidup. Seberapa baikkah shalatku… ''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat dulu ketika manusia agung itu menahan pedih di kala sakaratul maut, inilah yang diucapkannya, "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pintu rumah Az-Zahra tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii", "Umatku, umatku, umatku." Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang dima’sum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari renungkan, betapa luar biasa amal shalat, sehingga Rasulullah masih sempat mewarisi wasiat shalat di akhir hidupnya, yaitu ketika rasa sakit tak ada yang menandingi lagi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, ia amal utama setelah syahadat, amal pertama diperhitungkan di akhirat.&lt;br /&gt;Shalat, ia mencerminkan kehidupan, dengannya tercegah perbuatan keji dan mungkar.&lt;br /&gt;Shalat, ia diperintahkan Allah langsung ketika Rasulullah Mi’raj di suatu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mari renungkan kisah para pejuang, di masa lalu, di padang pasir, di masa kini, di kegelapan hutan, di puncak gunung, dalam persembunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, ia membuat seorang luka berdiri di waktu malam, di tengah amuk pertempuran.&lt;br /&gt;Shalat, ia bagaikan rehat karena keringat dan darah seharian.&lt;br /&gt;Shalat, ia sarana mengadu dan memohon pertolongan.&lt;br /&gt;Shalat, ia sebuah amal para mujahid sebelum tiang gantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan kisah di kala sakit di pembaringan.&lt;br /&gt;Shalat, ia dikerjakan dalam duduk, ataupun berbaring, tetap ia sebuah kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah akhir yang sangat perlu direnungkan.&lt;br /&gt;Shalat, ia dilakukan bagi manusia yang tak kuasa dalam diam, sesaat menuju pekuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, itulah shalat, sebuah kewajiban 17 kali ruku’ dalam sehari semalam yang seringkali tak lengkap, tanpa makna, bahkan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari kubuka mata dari tidur di pagi hari sambil sesaat termenung, aku masih hidup. Seberapa baikkah shalatku…&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Robbij'alni muqiimassholaati wamindzurriyati Ya Allah jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikat sholat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Rotterdam, 18 Jumaadil Awwal 1428 H.&lt;br /&gt;Di balik meja kantor, hanya mendengar suara Adzan ‘’Islamic Finder’’. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-3627664856866313849?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7604211327-shalat-bagaimanapun-tetap-kewajiban.htm' title='Shalat, Bagaimanapun Tetap Kewajiban!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/3627664856866313849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=3627664856866313849&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/3627664856866313849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/3627664856866313849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/06/shalat-bagaimanapun-tetap-kewajiban.html' title='Shalat, Bagaimanapun Tetap Kewajiban!'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/RmVePCQ3uHI/AAAAAAAAAEA/0i8VFocEuuc/s72-c/Pohon-2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-6600395419779930476</id><published>2007-03-20T21:03:00.000+07:00</published><updated>2007-06-05T20:42:20.279+07:00</updated><title type='text'>Menjemput Cinta (Bag.1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rf_ucHknReI/AAAAAAAAAAM/tmKgVIZ1U7E/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rf_ucHknReI/AAAAAAAAAAM/tmKgVIZ1U7E/s200/Water+lilies.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044012274514609634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 0);font-size:85%;" &gt;Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="font-weight: normal;"&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." &lt;/em&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;(Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tingkatannya cinta manusia di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta kepada kepada sang khalik, hal ini tercantum didalam salah satu firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/em&gt; (QS 3 : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, bagaimana caranya kita menjemput cinta Allah? pertama–tama kita harus  Ma’rifatullah (mengenal Allah), sesungguhnya hanya Dialah cinta sejati kita. Yang selalu memenuhi kebutuhan kita, yang selalu ada disaat kita membutuhkan-Nya, dan selalu mengabulkan apa yang kita minta. Yang memiliki 99 Nama yang Indah (Asma Ul-Husna), Hal ini tercantum didalam salah satu firman-Nya :&lt;br /&gt;Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS 59:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah kita masih mengaku mencintai Allah SWT, sementara di waktu azan berkumandang kita masih di depan tv mengacuhkan panggilan sholat, kita masih asik dengan santainya mengobrol dengan teman kita dengan alasan tanggung? atau barangkali sholat pun  kita tinggalkan. Kemudian ada lagi kadang kita salah berucap atau dengan tingkah laku kita kita menyakiti hati orang lain? atau mungkin juga kita pernah berbuat maksiat yang dilarang oleh Allah. Nauzhu Billah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sesungguhnya Allah pun cemburu kepada kita, Dari Abi Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT itu pencemburu. Dan kecemburuan Allah itu adalah ketika seseorang mengerjakan apa yang diharamkan Allah SWT." (HR Muttafaq alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita ingin dicintai Allah? Jika kita ingin dicintai oleh Allah SWT, maka jauhilah segala perkara yang Allah larang dan kerjakanlah apa yang Allah perintahkan. Insya Allah bila kita mengerjakan apa yang Allah perintahkan, maka Allah pun akan mencintai kita. Ada suatu riwayat mengatakan “ Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang Hamba, maka Dia akan mengatakan kepada Malaikat Jibril, dan malaikat Jibril pun berseru kepada seluruh malaikat yang ada di langit dan di bumi dengan mengatakan bahwa Allah mencintai si Fulan. Maka seluruh malaikat yang diseru pun mencintai orang tersebut. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dalam setiap detik yang berdetak. Dalam menit yang berhamburan tak kenal ampun. Juga dalam bilangan jam yang menukik tak terhentikan. Diamlah sejenak. Lihatlah di kedalaman jiwa. Tengok sebentar ujud hatimu. Adakah rupanya bersinar ataukah kau temukan ujud yang legam?. Dan apabila rupa yang kedua yang kau jumpai, maka seperti ucapan perempuan yang bersimpuh peluh di hadapan RasulNya tentang dosa-dosanya, kita juga perlu mengadospsi perkataannya sebagai manifestasi malu “Dengan apa kubahasakan malu ini pada Allah Yang Maha Kuasa. Haruskah dengan isak yang menyesak? Dengan kata yang menyemesta? Dengan keluhan-keluhan panjang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernahkah kita malu dengan berbukit dosa yang diperbuat. Pernahkah merasa enggan bertemu Allah, karena malu atas segala salah yang tak akan luput dari pernglihatan Nya?. Malulah dari sekarang. Malulah dengan sebenar-benar malu, dengan sepenuh malu. Terlalu sering kita berada di sudut yang gelap karena keluar dari orbit benderang Nya. Terlalu mudah kita ingkari nikmat Nya yang agung, hingga kita benar-benar tidak tahu malu. Sekali lagi, Malulah kepada Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu adalah sebagian dari iman, itu adalah sabda Rasulullah. Tapi malu yang seperti apa?. Dari Abdullah Ibn Mas’ud r.a, diriwayatkan bahwa Nabi bersabda “Orang yang malu kepada Allah dengan sepenuh malu adalah orang yang menjaga kepalanya dari isinya, menjaga perutnya dari segala rezeki tidak halal, selalu mengingat kematian, meninggalkan kemewahan dunia dan menjadikan perbuatan akhirat sebagai hal yang lebih utama. Sesiapa yang melakukan semua itu, maka ia telah malu kepada Allah dengan sepenuh malu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, tahukah kalian apa yang Allah berikan sebagai imbalan kepada orang yang malu kepada Nya? Sebuah perlindungan tanpa tanding. Itu janji Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah contoh kisah cinta sejati dan pengorbanan hakiki yaitu kisah Ibrahim yang terukir dalam al-Qur’an. Setelah dia mengenal dan mengetahui siapa Tuhannya yang sesungguhnya, dia pun jatuh cinta kepada-Nya (tak kenal maka tak sayang, kan). Dan Tuhannya pun berkenan menyambut cintanya dan menjadikannya sebagai kekasihnya (khalilullah). &lt;em&gt;"Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kekasihNya" &lt;/em&gt;(QS:4;125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena Ibrahim as paham benar apa itu cinta dan segala konsekuensinya, maka dia siap berkorban untuk sesuatu yang dicintainya karena memang cinta butuh pengorbanan. Namun tidak tanggung-tanggung, Ibrahim as diminta untuk mengorbankan putra kesayangan satu-satunya, belahan hati yang bertahun-tahun ditunggu kehadirannya, tapi ia rela, karena memang yang memintanya adalah Tuhannya, Kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kisah cinta antara seorang hamba dengan Tuhannya, sebuah kisah yang benar-benar menyayat jiwa, membikin pilu di hati, tapi penuh dengan nilai-nilai Rabbani. Sebuah pengorbanan dari pemahaman akan cinta yang sangat mendalam kepada Tuhan Rabbal ‘alam. Itulah cinta sejati, cinta hakiki, yang akan mendapat ridha ilahi rabbi. Cinta dan pangorbanan yang akan mendapatkan kenikmatan abadi di dalam surga nanti. Bandingkan dengan cerita di atas tadi. Sebuah gambaran cinta dan pengorbanan yang penuh birahi dan emosi. Sebuah pengorbanan yang tiada arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.... Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Sherly Elpatra Fariusman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-6600395419779930476?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://us.f538.mail.yahoo.com/ym/ShowLetter;_ylc=X3oDMTRpNmc2OHU0BEFjdGlvbgNWaWV3IG1lc3NhZ2UESW50bAN1cwRMbmtUeXADUmVndWxhcgRSZXNQb3NBAzQEUmVzUG9zUgM0BFNyY2hDdXJyA21lc3NhZ2UEU3JjaERlc3QDbWVzc2FnZXZpZXcEX1F1ZXJ5SWQDMTIwMDM5OTA5NTQ1ZmZlYjBhMWYxZWEEX1MDM' title='Menjemput Cinta (Bag.1)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/6600395419779930476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=6600395419779930476&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6600395419779930476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/6600395419779930476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2007/03/menjemput-cinta-bag1.html' title='Menjemput Cinta (Bag.1)'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zwEYkmNNnG8/Rf_ucHknReI/AAAAAAAAAAM/tmKgVIZ1U7E/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-8571773234090479270</id><published>2006-11-10T10:42:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T11:26:06.631+07:00</updated><title type='text'>Jangan Sampai Amal Kita Hangus!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/1600/09.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="110" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/200/09.jpg" width="160" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Sebentar lagi seorang penghuni surga akan masuk, sabda Rasulullah SAW kepada para sahabat. Mendengar kabar menarik tersebut, semua mata tertuju ke pintu masjid. Dalam benak para sahabat, terbayang sesosok orang yang luar biasa.&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiba-tiba masuklah seorang pria yang mukanya masih basah dengan air wudhu. Penampilannya biasa-biasa saja. Ia pun bukan orang terkenal. Abu Umamah Ibnu Jarrah, demikian namanya. Bayangan para sahabat akan sosok luar biasa tidak menjadi kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Keesokan harinya, peristiwa serupa terulang kembali. Demikian pula hari ketiga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para sahabat penasaran, Amal apa gerangan yang dimiliki orang ini sampai-sampai Rasul menyebutnya calon penghuni surga? Salah satunya Abdullah bin Amr bin 'Ash. Ia pun meminta izin kepada Abu Umamah untuk menginap tiga hari di rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiga hari tiga malam Abdullah memperhatikan, mencermati, bahkan mengintip tuan rumah. Namun tidak ada satu pun yang istimewa. Hari-hari yang ia lewati tidak jauh beda dengan sahabat-sahabat lain. Ibadahnya pun biasa-biasa saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Aku harus berterus terang kepadanya, ujar Abdullah. Ia pun bertanya, Amal apa yang engkau lakukan sehingga Rasulullah memanggilmu calon penghuni surga? Jawaban Abu Umamah sungguh mengecewakan, Apa yang engkau lihat itulah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika Abdullah hendak pergi, tiba-tiba tuan rumah berkata, Wahai saudaraku, sesungguhnya aku tidak pernah iri dan dengki terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Sebelum tidur, saya pun selalu bersihkan hati dari ujub, takabur, kedengkian, dan rasa dendam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada banyak ibrah dari kisah ini. Namun ada satu yang pasti, hanya orang yang bersih hatilah (qolbun saliim) yang akan memasuki surga tertinggi, juga bertemu dengan Al-Khaliq, Allah Azza wa Jalla. Difirmankan, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS Asy Syu'araa [26]: 87).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Kebersihan hati adalah password untuk membuka pintu surga&lt;/strong&gt;. Sesedikit apa pun amal, tetap akan bisa memasukkan orang ke surga, asal ia memiliki hati yang bersih. Sebaliknya, sebanyak apa pun amal, tidakakan berarti sama sekali bila kita memiliki hati penuh penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Abu Umamah layak ditiru. Ia bukan sahabat sekaliber Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan atau pun Ali bin AbiThalib. Ibadahnya pun tidak seterkenal Abu Darda, Abdurrahman bin Auf, Salman Al Farisi, juga beberapa sahabat lainnya. Namun, derajatnya dimata Allah dan Rasul-Nya demikian tinggi, hingga Rasulullah SAW mem"vonis" ia sebagai calon penghuni surga. Mengapa? Sebab hatinya bersih dari penyakit dan lapang dari kebencian dan dendam. Sehingga semua amal kebaikannnya tetap utuh dan bernilai di hadapan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Karena itu, selain sibuk memperbanyak amal kebaikan, kita pun harus sibuk menjaga hati dari penyakit-penyakit membahayakan. Sebab, percuma saja kita menghiasai diri dengan berjuta-juta amalan--wajib maupun sunnat, sedang hati tidak pernah kita bersihkan. Sebaliknya, walau amal kita biasa-biasa saja, namun dibingkai kebersihan hati, maka nilainya akan jauh lebih tinggi di hadapan Allah. Lebih baik makan sayur kacang di mangkuk yang bersih, daripada makan gule spesial yang ditaruh di mangkuk penuh kotoran. Ideal tentu makan gule spesial dimangkuk bersih. Atau banyak ibadah dengan landasan qalbun saliim.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun setan tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha menghancurkan amal-amal yang tengah kita kumpulkan saat Ramadhan ini. Maka, sekali lagi, di tengah kesibukan kita beramal, jangan lupakan hati kita. Lindungi dari penyakit-penyakit penghancur amal. Menurut Rasul SAW, ada tiga penyakit yang akan menghanguskan amal kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pertama, &lt;strong&gt;takabur atau sombong&lt;/strong&gt;. Menurut Imam Al Ghazali dalam Ihya'Ulumuddin, takabur akan menjadi batas pemisah antara seseorang dengan kemuliaan akhlak. Betapa tidak, orang takabur akan selalu mendustakan kebenaran, menganggap rendah orang lain dan meninggikan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jangankan banyak, sedikit saja di hati kita ada sikap takabur, maka surga akan menjauh, amal-amal jadi tidak berarti. Disabdakan, Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya terdapat sikap takabur walaupun sebesar debu. (HR Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kedua, &lt;strong&gt;hasud atau iri dengki&lt;/strong&gt;. Ciri khas seorang pendengki adalah adanya ketidakrelaan ketika orang lain mendapat nikmat dan sangat berharap nikmat tersebut segera lenyap darinya. Bahasa kerennya, susah melihat orang lain senang, dan senang melihat orang lain susah .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kedengkian sangat efektif menghancurkan kebaikan. Rasulullah Saw. menegaskan, Dengki itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketiga, &lt;strong&gt;riya atau beramal karena mengharap pujian orang lain&lt;/strong&gt;. Riya adalah tingkatan terendah dari amal. Rasul menyebutnya syirik kecil yang juga efektif menghapuskan kebaikan. Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima suatu amal yang di dalamnya terdapat seberat debu saja berupa riya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebuah hadis qudsi mengungkapkan pula bagaimana murkanya Allah kepada orang yang riya dalam amalnya. Pada hari kiamat Allah berfirman, ketika semua manusia melihat catatan amal-amalnya, Pergilah kamu semua kepada apa yang kamu jadikan harapan (riya) di dunia. Lihatlah apakah kamu semua memperoleh balasan dari mereka? (HR.Ahmad dan Baihaqi). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam Alquran, diungkapkan pula bahaya riya, Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat ria (QS Al Maa'un [107]: 4-6).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menjaga hati dan amalan kita dari kebinasaan. Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-8571773234090479270?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=105&amp;kat_id1=232' title='Jangan Sampai Amal Kita Hangus!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/8571773234090479270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=8571773234090479270&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8571773234090479270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/8571773234090479270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/11/jangan-sampai-amal-kita-hangus.html' title='Jangan Sampai Amal Kita Hangus!'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-7028099766377214577</id><published>2006-11-10T08:18:00.000+07:00</published><updated>2006-11-10T08:31:01.900+07:00</updated><title type='text'>Ketika Derita Mengabadikan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/1600/07.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/200/07.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Ada tulisan menarik dimilis yang saya ikuti.... meski saya tidak tahu siapa sang penulisnya,... mudah-mudahan sang penulis dan penyebar mendapatkan manfaat dari ilmu yang dibaginya, Insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Selanjutnya, keputusan pembaca apakah akan berbagi manfaat kepada orang lain saya kembalikan kepada diri kita asing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;====&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. .."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara,seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah mutiaranya dan buanglah lumpurnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tiga puluh tahun yang lalu ...Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, merekamenganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak peduli.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yangberdekatan dengan istana Raja Faruq.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah.&lt;br /&gt;Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berduamenjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum: Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur....tukang cukur, ya... sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya denganbaik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidakdirestui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang ke berapa di luar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabatkeluarga besar Al Ganzouri."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnyadengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan.&lt;br /&gt;Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini. Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imamHanafi. Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir. Sepertiyang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami. "Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. Maafkan Kanda!""Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan merekasalah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini. Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kitaberikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan. Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dansebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.&lt;br /&gt;Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam.&lt;br /&gt;Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta. Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnyapersetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepadapenghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga. Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja,"Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan- pertolongan mereka.&lt;br /&gt;Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.&lt;br /&gt;Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki.Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allahmendengar hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karenamemikirkan keselamatan isteri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba- Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia &amp;amp; lepas dari belenggu derita:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Sambil menatap kaki langit&lt;br /&gt;Kukatakan kepadanya Di sana...&lt;br /&gt;di atas lautan pasir kita akan berbaring&lt;br /&gt;Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba&lt;br /&gt;Bukan karna ketiadaan kata-kata&lt;br /&gt;Tapi karena kupu-kupu kelelahan&lt;br /&gt;Akan tidur di atas bibir kita Besok,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;oh cintaku...&lt;br /&gt;besok Kita akan bangun pagi sekali&lt;br /&gt;Dengan para pelaut dan perahu layar mereka&lt;br /&gt;Dan akan terbang bersama angin&lt;br /&gt;Seperti burung-burung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Yah... saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras untuk masuk program Magister bersama!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setiakami adalah air keran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut.&lt;br /&gt;Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknyagelandangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra sambil tersenyum.&lt;br /&gt;Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-7028099766377214577?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/7028099766377214577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=7028099766377214577&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/7028099766377214577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/7028099766377214577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/11/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html' title='Ketika Derita Mengabadikan Cinta'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-5511937519800112493</id><published>2006-11-08T08:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-08T11:02:38.445+07:00</updated><title type='text'>Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/1600/bdi-1-031106.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/7057/3174/200/bdi-1-031106.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Pagi ini... Ada artikel menarik yang saya baca di milis yang saya ikuti (&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:muslimblog@yahoogroups.com"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;muslimblog@yahoogroups.com&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;), semoga bermanfaat bagi setiap kita untuk terus bermusahabah akan sikap dan tingkah laku yang selama ini kita lakukan. Dan bagi penulis dan penyebar email (hingga saya berkesempatan membacanya) semoga Allah berikan pahala yang belipat ganda, Amien.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Selamat membaca&lt;br /&gt;=====&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu, hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai.Beungeut wudhu-an ( wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira lima tahun silam. "Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa satupun. Terbuka semua." cerita Pak Azis."Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak Azis tetap merasa gelisah, stres &amp;amp; selalu tidak tenang. "Seperti orang patah hati, Ndra. Makan tidak enak, tidur juga susah."cerita Pak Azis lagi. Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebelum kejadian angin puting-beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena punya penghasilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut, beliau bertanya dalam hati : "apa sih yang kurang" apa salahku " ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam "Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini, sudah pernah saya inapi." Setahun lebih cara tersebut ia jalani, sampai kemudian akhirnya saya bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan keseharian seperti sediakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya."&lt;br /&gt;"Lebih tenang ? Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu ?"&lt;br /&gt;"Di masjid itu 'kan tidak sekedar tidur, Ndra. Kalau ada shalat malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dan tahajjud. Karena terbiasa, tahajjud juga jadi terasa enak. Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang lima itu jadi kurang enaknya, kalau saya lalaikan. Begitu, Ndra."&lt;br /&gt;"Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong shalat-nya, Pak Azis ?"&lt;br /&gt;"Alhamdulillah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama itu adalah shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja itu cuma sekedar selingan aja."&lt;br /&gt;"Selingan ?"&lt;br /&gt;"Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban shalat, Ndra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah Pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun sudah pada pergi ke samping rumah, menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel, sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya : "Kerja itu cuma selingan, Ndra. Untuk menunggu waktu shalat..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai waktu rehat, cuma selingan, malah saya cenderung lebih mementingkan pekerjaan kantor. Padahal sholat yang akan bantu kita nantinya...(sungguh saya orang yang merugi..) Kadang-kadang waktu shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum selesai, atau rapat dengan klien dirasakan tanggung untuk diakhiri. Itulah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebih semangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat nanti.padahal dunia ini akan saya tinggalkan..juga ..........kenapa saya begitu bodoh.. Saya lupa, bahwa shalat adalah yang utama. Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu.. Tolong Anda mengirimkan email ini ke temen Anda sesama muslim mungkin ada gunanya bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Thanks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shakirah Aludra Fellah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-5511937519800112493?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jalan-setapak.blogspot.com/' title='Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat...&quot;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/5511937519800112493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=5511937519800112493&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/5511937519800112493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/5511937519800112493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/11/kerja-itu-cuma-selingan-untuk-menunggu.html' title='Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat...&quot;'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-116225463692267481</id><published>2006-10-31T07:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.843+07:00</updated><title type='text'>Mengajak Jalaluddin Rakhmat Bertobat</title><content type='html'>&lt;span style="color:#006600;"&gt;Wah ga' terasa sudah lama sekali tidak melihat dan memperbaharui blogspot ini... kangen rasanya untuk berbagi ilmu atau sekedar menuangkan ide-ide dan pemikiran sendiri....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Memang beberapa bulan belakangan konsetrasi saya cukup tersedot diacara walimatul ursy saya.... alhamdulillah semua berjalan lancar dan mudah-mudahan kedepan disela-sela kesibukan kerja... insya Allah masih ada waktu yang bisa tersisa untuk berbagi cerita dan kisah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Mengawali tulisan ini, saya tertarik dengan artikel yang ditulis oleh Ust. Adian Husaini tentang pesatnya pemikiran islam... yang kalau kita tidak pinter-pinter memilah akan menyebabkan kita tersesat dari ajaran islam yang telah Baginda Rasul (Muhammad SAW) ajarkan, Naudzubillahi minzalik !!!...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Terlepas dari salah benarnya pemikiran yang ditulis oleh Ust. Adian Husaini, sepenuhnya saya serahkan kepada kedewasaan berpikir Bapak/Ibu/ Saudara/ Saudari pembaca sekalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Silahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;=====&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Jalaluddin Rakhmat, memanipulasi ayat untuk mendukung gagasan Pluralisme Agama. Cara seperti ini sama saja dengan "menjual minyak babi bercap onta". Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke 164&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Oleh: &lt;strong&gt;Adian Husaini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 September 2006 lalu, bertempat di kampus Universitas Paramadina Jakarta, saya diundang untuk membahas buku baru dari Dr. Jalaluddin Rakhmat yang berjudul “Islam dan Pluralisme: Akhlak Quran Menyikapi Perbedaan.” Sejak awal, saya sebenarnya enggan melayani perdebatan tentang Pluralisme Agama, karena berdasarkan pengalaman, selama ini, perdebatan seperti itu tidak banyak membawa manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, karena ada pertimbangan khusus, undangan itu saya terima. Beberapa pekan sebelumnya, saya sudah bertemu dengan Jalaluddin Rakhmat, yang biasanya dipanggil sebagai Kang Jalal. Dalam forum tersebut Jalal menyatakan, bahwa “menjadi orang Kristen yang beramal shalih lebih baik daripada menjadi orang muslim yang jahat”. Saya sempat kirim SMS mempertanyakan ucapan dia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan niat ingin berdakwah dan menjelaskan kekeliruan pandangan “Pluralisme Agama” tersebut di kampus Paramadina, saya bersedia menghadiri forum tersebut. Ternyata forum itu sangat ramai. Pengunjung berjubel memadati ruangan. Maka, sedapat mungkin, saya mencoba menjelaskan kekeliruan paham Pluralisme Agama, termasuk yang disampaikan oleh Jalaluddin Rakhmat melalui bukunya tersebut. Untuk itu, pada malam itu, saya luncurkan juga buku baru saya yang berjudul “Pluralisme Agama: Parasit bagi Agama-agama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang saya kritik keras adalah cara Jalaluddin Rakhmat dalam mengutip dan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dia katakan sebagai “ayat pluralis”. Tampak, ada pemutarbalikkan makna ayat-ayat Al-Quran dengan tujuan untuk melegitimasi pandangan Pluralisme Agama, seolah-olah Pluralisme Agama adalah paham yang dibenarkan oleh Al-Quran . Cara seperti ini sama saja dengan "menjual minyak babi tetapi diberi cap onta". Ayat-ayat Al-Quran ditafsirkan dengan semaunya sendiri untuk membenarkan paham yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya tersebut, misalnya, Jalal mengutip, pendapat Rasyid Ridha dalam Kitab Tafsir al-Manar Jilid I:336-338, tentang penafsiran QS al-Baqarah: 62, yang artinya: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen, dan kaum Shabiin, siapa saja yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, dan beramal shalih, maka mereka akan mendapatkan pahala dari sisi Allah dan tidak ada ketakutan dan kekhawatiran atas mereka.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, menurut Jalal yang mengutip Rasyid Ridha, kaum Yahudi dan Kristen akan dapat meraih keselamatan meskipun tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw. Jadi, untuk meraih keselamatan, seseorang hanya disyaratkan beriman kepada Allah, iman kepada hari pembalasan, dan beramal saleh – tanpa wajib beriman kepada kenabian Muhammad saw. Bahkan, Jalaluddin Rakhmat juga menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertentangan dengan kaum eksklusivis adalah kaum pluralis. Mereka berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh keselamatan dan masuk sorga. Semua agama benar berdasarkan kriteria masing-masing. Each one is valid within its particular culture. Mereka percaya rahmat Allah itu luas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat semacam ini sudah pernah dikemukakan oleh tokoh Pluralis Agama Prof. Abdul Aziz Sachedina, yang menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Rashid Rida does not stipulate belief in the prophethood of Muhammad for the Jews and Christians desiring to be saved, and hence implicitly maintains the salvific validity of both the Jewish and Christian revelation.”&lt;/em&gt; (Terjemahan bebasnya: Rasyid Ridha tidak mensyaratkan iman kepada kenabian Muhammad bagi kaum Yahudi dan Kristen yang berkeinginan untuk diselamatkan, dan karena itu, ini secara implisit menetapkan validitas kitab Yahudi dan Kristen). (Lihat Abdul Aziz Sachedina, “Is Islamic Revelation an Abrogation of Judaeo-Christian Revelation? Islamic Self-identification in the Classical and Modern Age, dalam Hans Kung and Jurgen Moltman, Islam: A Challenge for Christianity, (London: SCM Press, 1994)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Jalaluddin Rakhmat atau Sachedina sama-sama bersikap manipulatif dalam menampilkan pendapat Muhamamd Abduh dan Rasyid Ridha tentang keselamatan Ahli Kitab. Mereka hanya mengutip Tafsir al-manar Jilid I, dan tidak melanjutkan telaahnya kepada bagian lain Tafsir al-Manar. Jalaluddin Rakhmat bahkan menyimpulkan bahwa Rasyid Ridha seolah-olah merupakan seorang pluralis. Padahal, jika mereka mau menelaah bagian Tafsir al-Manar lainnya, akan dapat menemukan pendapat Mohammad Abduh atau Rasyid Ridha yang sangat berbeda dengan kesimpulan mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam forum di Paramadina tersebut, saya bawakan fotokopian Tafsir al-Manar Jilid IV yang membahas tentang keselamatan Ahlul Kitab, yang dengan tegas menyebutkan, bahwa bahwa QS al-Baqarah:62 tersebut adalah membicarakan keselamatan Ahlul Kitab yang dakwah Nabi (Islam) tidak sampai menurut yang sebenarnya kepada mereka, sehingga kebenaran agama Islam tidak tampak bagi mereka. Karena itu, mereka diperlakukan seperti Ahlul Kitab yang hidup sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka, Rasyid Ridha menggunakan QS Ali Imran ayat 199 sebagai landasannya. Kepada mereka ini, untuk meraih keselamatan, maka harus memenuhi lima syarat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      (1) beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur dengan kemusyrikan dan disertai dengan ketundukan yang mendorong untuk melakukan kebaikan, (2) beriman kepada al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. (3) beriman kepada kitab-kitab yang diwahyukan bagi mereka, (4) rendah hati (khusyu'), (5) tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harta benda dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abduh mengakui adanya Ahli Kitab yang memenuhi kelima syarat itu, hanya saja jumlahnya sedikit, dan mereka itu merupakan orang-orang pilihan dalam hal ilmu, keutamaan, dan ketajaman penglihatan batin. Mereka tersembunyi dalam lipatan-lipatan sejarah atau di lereng-lereng gunung dan pelosok-pelosok negeri, dan oleh agama resmi mereka malah dituduh sebagai kafir dan pengikut ajaran sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pendapat Abduh dan Ridha tentang keselamatan Ahli Kitab sebagaimana ditulis dalam Tafsir al-Manar, yang secara gegabah dimanipulasi oleh Abdul Aziz Sachedina dan Jalaluddin Rakhmat. Tindakan memanipulasi pendapat mufassir semacam ini adalah tindakan yang sangat tidak terpuji, apalagi digunakan untuk mendukung paham Pluralisme Agama, yang sama sekali tidak dilakukan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Jika mau mendukung paham Pluralisme Agama, lakukanlah dengan fair dengan membuat tafsir sendiri, baik Tafsir Jalaluddin Rakhmat atau Tafsir Sachedina, tanpa memanipulasi pendapat ulama atau tokoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan logika sederhana kita bisa memahami, bahwa untuk dapat "beriman kepada Allah" dengan benar dan beramal saleh dengan benar, seseorang pasti harus beriman kepada Rasul Allah saw. Sebab, hanya melalui Rasul-Nya, kita dapat mengenal Allah dengan benar; mengenal nama dan sifat-sifat-Nya. Juga, hanya melalui Nabi Muhammad saw, kita dapat mengetahui, bagaimana cara beribadah kepada Allah dengan benar. Jika tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw, mustahil manusia dapat mengenal Allah dan beribadah dengan benar, karena Allah SWT hanya memberi penjelasan tentang semua itu melalui rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama Jalaluddin Rakhmat dikenal sebagai pakar dan jago komunikasi massa. Kata-katanya mengalir dan bisa menyihir orang yang mendengarnya. Saya melihat, bagaimana hebatnya dia dalam mempengaruhi orang, apalagi yang tidak sempat mengecek sendiri ayat-ayat atau tafsir Al-Quran yang dikutipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, alangkah sayangnya, kepandaian dan kehebatan itu jika digunakan untuk menyesatkan manusia. Padahal, jika kepandaian itu digunakan untuk mengajak manusia ke jalan Allah, akan sangat bermanfaat, bagi diri Jalaluddin Rakhmat sendiri, maupun bagi umat Islam secara keseluruhan. Selama ini, Jalaluddin Rakhmat banyak dikenal sebagai penyebar ide-ide Syiah di Indonesia. Entah mengapa, dia sekarang meloncat lagi menjadi penyebar ide-ide Pluralisme Agama, yang amat sangat kacau dan merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilnya Jalaluddin Rakhmat sebagai penyebar ide Pluralisme Agama tentu saja menambah darah baru bagi para pendukung paham ini. Tetapi, jika ditelaah, argumentasi yang digunakan masih seputar itu-itu juga. Ayat-ayat yang dikutip dalam Al-Quran juga dipilih-pilih yang seolah-olah mendukung paham Pluralisme Agama. Tetapi, karena pendukung paham ini kadang begitu pandai dalam mengutip ayat-ayat al-Quran, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang tertipu, menyangka ‘’minyak babi’’ yang dijajakan mereka sebagai ‘’minyak onta’’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masuknya Jalaluddin Rakhmat ke dalam barisan penyebar paham ini, maka sekarang, bagi umat Islam, sudah makin jelas, di barisan mana Jalaluddin Rakhmat berada. Di akhir presentasi saya, secara terbuka, saya mengajak Jalaluddin Rakhmat untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar, dengan meninggalkan paham Pluralisme Agama dan kembali kepada iman Islam. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjelaskan kekeliruan mereka. Jika mereka tidak mau menerima, tugas saya untuk menyampaikan sudah selesai. Terserah mereka, Jalaluddin Rakhmat dan pendukung Pluralisme Agama lainnya, untuk mengambil sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas semua itu, sebagai Muslim, kita patut merenungkan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu."&lt;/em&gt; (QS Al-An’am:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, sebagai Muslim yang mengimani kebenaran Islam, kita tidak termasuk ke dalam barisan musuh para Nabi. Amin. (Jakarta, 29 September 2006/&lt;a title="http://hidayatullah.com/mambots/editors/" href="http://hidayatullah.com/mambots/editors/" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan &lt;a title="http://hidayatullah.com/mambots/editors/" href="http://hidayatullah.com/mambots/editors/" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-116225463692267481?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://adianhusaini.blogspot.com/2006/09/mengajak-jalaluddin-rakhmat-bertobat.html' title='Mengajak Jalaluddin Rakhmat Bertobat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/116225463692267481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=116225463692267481&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/116225463692267481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/116225463692267481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/10/mengajak-jalaluddin-rakhmat-bertobat.html' title='Mengajak Jalaluddin Rakhmat Bertobat'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-115276545556495870</id><published>2006-07-13T10:14:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.783+07:00</updated><title type='text'>Kesendirian Yang Bermakna</title><content type='html'>&lt;span style="color:#999900;"&gt;Kesendirian, suatu waktu di mana kita tak bisa menghindarinya. Banyak momen di mana kita harus tinggal seorang diri; saat di kamar mandi; saat di rumah tak ada orang kecuali hanya kita; saat berada di sebuah ruangan warnet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kesendirian itu muncul, saat di mana setan dengan gencarnya menggoda kita. Karena biasanya, kita akan jauh lebih semangat beribadah ketika ada orang di sekitar kita. Apalagi jika orang yang di dekat kita adalah orang yang shalih, yang senantiasa “menularkan” kebaikan pada diri kita. Ketika penghalang itu tak ada, setan pun dengan leluasa menerobos masuk dalam hati dan pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena iman yang lemah, kita pun kerap terjebak pada bujuk rayu setan. Kita menuruti apa mau setan. Tadinya kita rajin shalat, membaca al-Quran, tiba-tiba menjadi makhluk jalang yang bersuka cita pada kemaksiatan. “Ah... tidak ada yang melihat saya melakukannya,” bisiknya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kesendirian itulah keimanan kita sedang diuji, apakah kita benar-benar mencintai Allah dengan setulus hati, apakah kita hanya takut kepada-Nya ataukah ibadah yang kita lakukan selama ini hanya sandiwara dan ingin dipuji oleh orang yang sedang bersama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sendiri, berarti kita hanya berdua-duaan dengan Allah. Alangkah baiknya kita gunakan kesempatan itu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika dalam keramaian kita berdzikir seratus kali. Maka saat sendirian, kita harus lebih dari itu. Uwais al-Qarny Ra. pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang bisa mengenal Tuhannya, sementara dia lebih banyak bersama selain-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, di malam yang dingin dan sunyi, Imam Abu Hanifah bermunajat di sebuah masjid. Di sana beliau menghabiskan waktunya dengan shalat, dzikir, dan berdoa hingga shubuh. Tak disangka, ada orang yang melihat ibadahnya itu. Setelah mengetahui ada yang memperhatikannya, beliau lalu berkata kepada orang tersebut agar merahasiakan perihal apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Imam Malik tidak terlalu banyak melaksanakan puasa dan shalat sunnah. Akan tetapi, kesendiriannya dipenuh dengan hal-hal yang berguna dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama bernama Umar Tilmisani pernah menceritakan pengalamannya. Di suatu malam, Imam Hasan al-Banna – gurunya – memanggil namanya, “Ya Umar, apakah engkau sudah tidur?” Lantas Umar menjawab, “Belum ya syaikh.” Kemudian Imam Hasan al-Banna kembali masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Imam Hasan al-Banna kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Tapi kali ini Umar sengaja tidak menjawabnya, karena pasti nanti akan bertanya lagi hal yang sama. Umar pura-pura tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak ada jawaban dari Umar, Imam al-Banna masuk kembali ke kamarnya. Beberapa saat lamanya pertanyaan yang sama tidak segera muncul, Umar pun melihat apa yang dilakukan gurunya itu di dalam kamarnya. Demi melihatnya, Imam Hasan al-Banna sedang bermunajat dengan tangisan menyayat hati. Akhirnya tahulah Umar, jika gurunya itu menginginkan kesendirian dalam bermunajat kepada-Nya, sehingga amalan hanya semata-mata karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh asyik berdua-duaan bersama Allah sehingga Allah akan menganugerahi cahaya pada wajah kita. Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Kenapa orang yang rajin shalat malam wajahnya tampak bercahaya?” Imam Hasan menjawab, “Karena dia berdua-duaan dengan Allah sehingga Allah menghadiahinya sebagian dari cahaya-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang taat di kala ramai maupun sepi akan mereguk manisnya iman. Dia akan mendapatkan peningkatan kualitas iman dalam dirinya. Sesungguhnya semua ibadah yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain. Kita berlaku demikian laksana melemparkan kayu Hindi (bahan minyak wangi) ke tengah bara api, kemudian wanginya tercium oleh manusia, namun mereka tak tahu dari mana sumber wewangian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang jika kita mendekatinya terasa damai. Ketika menatap wajahnya, semakin mendorong kita untuk banyak mengingat Allah. Semakin bergaul akrab dengannya, terasa kebaikan-kebaikannya. Cintanya kepada kita bukan kamuflase sesaat, tetapi merupakan cinta murni yang datang dari-Nya. Terasa di sekeliling kita “harum mewangi” ketika kita bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada orang yang jika kita semakin dekat dengannya, hati kita semakin hampa, keras membatu, dan kotor oleh maksiat. Mungkin pada mulanya, kita menganggapnya orang baik. Namun lama kelamaan ketahuan belangnya, hatinya lebih busuk dari bangkai dan lebih kejam dari binatang liar. Merekalah orang-orang yang hanya taat di kala ramai, namun berbuat maksiat di saat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang kesendiriannya baik dan penuh makna, akan menyebarlah aroma keutamaannya dan hati pun akan senantiasa mencium wewangiannya. Jagalah perilaku Anda dalam kesendirian, karena hal itu sangat bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-115276545556495870?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/115276545556495870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=115276545556495870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/115276545556495870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/115276545556495870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/07/kesendirian-yang-bermakna.html' title='Kesendirian Yang Bermakna'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-115276027118608599</id><published>2006-07-13T09:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.722+07:00</updated><title type='text'>Amalan Sebelum Tidur</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666600;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Semua dosa akan ditangguhkan oleh AllahSWT sampai hari Kiamat nanti apa saja yang Dia kehendaki, kecuali durhaka kepada orang tua, maka sesungguhnya Allah akan menyegerakan kepada pelakunya dalam hidupnya sebelum meninggal dunia"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Hadist Riwayat Hakim)&lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah saw masuk ke rumah Sayyidah Fathimah as. Ketika itu, Fathimah sudah berbaring untuk tidur. Rasulullah saw lalu berkata, &lt;em&gt;"Wahai Fathimah, lâ tanâmi&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Janganlah engkau tidur sebelum engkau lakukan empat hal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;mengkhatam Al-Quran&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#993399;"&gt;memperoleh syafaat dari para nabi&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:#993399;"&gt;membuat hati kaum mukminin dan mukminat senang dan rida kepadamu&lt;/span&gt;, serta &lt;span style="color:#993399;"&gt;melakukan haji dan umrah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fathimah bertanya, "Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw menjawab, "Sebelum tidur, bacalah oleh kamu &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Qulhuwallâhu ahad tiga kali&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Itu sama nilainya dengan mengkhatam Al-Quran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Qul huwallâhu ahad adalah seluruh surat Al-Ikhlas, bukan ayat pertamanya saja. Dalam banyak hadis, sering kali suatu surat disebut dengan ayat pertamanya. Misalnya surat Al-Insyirah yang sering disebut dengan surat Alam nasyrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw melanjutkan ucapannya, "Kemudian supaya engkau mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku, &lt;strong&gt;bacalah shalawat: &lt;span style="color:#993399;"&gt;Allâhumma shalli'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad, kamâ shalayta 'alâ Ibrâhim wa 'alâ âli Ibrâhim. Allâhumma bârik 'alâ Muhammad wa 'alâ âli Muhammad, kamâ bârakta'alâ Ibrâhim wa 'alâ âli Ibrâhim fil 'âlamina innaka hamîdun majîd&lt;/span&gt;."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian supaya kamu memperoleh rasa rida dari kaum mukminin dan mukminat, supaya kamu disenangi oleh mereka, dan supaya kamu juga rida kepada mereka, &lt;strong&gt;bacalah &lt;span style="color:#993399;"&gt;istighfar bagi dirimu, orang tuamu, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disebutkan dalam hadis itu istighfar seperti apa yang harus dibaca. Yang jelas, dalam istighfar itu kita mohonkan ampunan bagi orang-orang lain selain diri kita sendiri. Untuk apa kita memohon ampunan bagi orang lain?Agar kita tidur dengan membawa hati yang bersih, tidak membawa kebencian atau kejengkelan kepada sesama kaum muslimin. Kita mohonkan ampunan kepada Allah untuk semua orang yang pernah berbuat salah terhadap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tentu saja tidak mudah. Sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita. Bila kita tidur dengan menyimpan dendam, tanpa memaafkan orang lain, kita akan tidur dengan membawa penyakit hati. Bahkan mungkin kita tak akan bisa tidur. Sekalipun kita tidur, tidur kita akan memberikan mimpi buruk bagi kita. Penyakit hati itu akan tumbuh dan berkembang ketika kita tidur. Dari penyakit hati itulah lahir penyakit-penyakit jiwa dan penyakit-penyakit fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang stress harus membiasakan diri memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang membuatnya stress sebelum ia beranjak tidur. Dalam hadis itu tidak dicontohkan istighfar macam apa yang harus kita baca. Tapi ada satu istighfar yang telah dicontohkan oleh orang tua-orang tua kitadi kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setelah salat maghrib, mereka membaca: "&lt;em&gt;Astaghfirullâhal azhîm lî wa lî wâlidayya wa lî ashâbil huqûqi wajibâti'alayya wal masyâikhina wal ikhwâninâ wa li jamî'il muslimîna wal muslimâtwal mukminîna wal mukminât, al ahyâiminhum wal amwât&lt;/em&gt;. Ya Allah, aku mohonkan ampunan pada-Mu bagi diriku dan kedua orang tuaku, bagi semua keluarga yang menjadi kewajiban bagiku untuk mengurus mereka. Ampuni juga guru-guru kami, saudara-saudara kami, muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita amalkan istighfar itu sebelum tidur, paling tidak kita telah meminta ampun untuk orang tua kita. Istighfar kita, insya Allah, akan membuat orang tua kita di alam Barzah senang kepada kita. Istighfar itu pun akan menghibur mereka dalam perjalanan mereka di alam Barzah. Manfaat palingbesar dari membaca istighfar adalah menentramkan tidur kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat terakhir dari Rasulullah saw kepada Fathimah adalah, "Sebelum tidur, hendaknya kamu lakukan haji dan umrah." Bagaimana caranya? Rasulullah sawbersabda, &lt;strong&gt;"Siapa yang membaca &lt;span style="color:#993399;"&gt;subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâhailallâh huwallâhu akbar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, ia dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah saw, barangsiapa yang membaca wirid itu lalu tertidur pulas, kemudian dia bangun kembali, Allah menghitung waktu tidurnya sebagai waktu berzikir sehingga orang itu dianggap sebagai orang yang berzikir terus menerus. Tidurnya bukanlah tidur ghaflah, tidur kelalaian, tapi tidur dalam keadaan berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, bila sebelum tidur kita membaca zikir, tubuhkita akan tertidur tapi ruh kita akan terus berzikir. Sekiranya orang itu terbangun di tengah tidurnya, niscaya dari mulut orang itu akan keluar zikirasma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Petikan dari ceramah KH. Jalaluddin Rakhmat pada Pengajian Ahad di MesjidAl-Munawwarah, tanggal 12 September 1999. Ditranskripsi oleh Ilman Fauzi Rakhmat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-115276027118608599?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/115276027118608599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=115276027118608599&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/115276027118608599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/115276027118608599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/07/amalan-sebelum-tidur.html' title='Amalan Sebelum Tidur'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114956298006090705</id><published>2006-06-06T09:30:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.657+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Imam al-Bukhary</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Muhammad Ibnu Abi Hatim berkata, &lt;em&gt;“Saya terilham/menghafal hadits ketika masih dalam asuhan belajar.” Lalu saya bertanya, “Umur berapakah anda pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Sepuluh tahun atau kurang.”&lt;/em&gt; (Riwayat al-Farbari dari Muhammad Ibnu Abi Hatim, seorang juru tulis al-Imam al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika al-Imam al-Bukhari tiba di Baghdad. Kehadiran beliau didengar oleh para ahlul hadits negeri itu. Maka, berkumpullah mereka untuk menguji kehebatan hafalan beliau tentang hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan para ulama tersebut sengaja mengumpulkan seratus buah hadits. Susunan, urutan dan letak matan serta sanad seratus hadits tersebut sengaja dibolak-balik. Matan dari sebuah sanad diletakkan untuk sanad lain, sementara suatu sanad dari sebuah matan diletakkan untuk matan lain dan begitulah seterusnya. Seratus buah hadits itu dibagikan kepada sepuluh orang tim penguji, hingga masing-masing mendapat bagian sepuluh buah hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tibalah ketetapan hari yang telah disepakati. Berbondong-bondonglah para ulama dan tim penguji itu, serta para ulama dari Khurasan dan negeri-negeri lain serta penduduk Baghdad menuju tempat yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suasana majlis telah menjadi tenang, salah seorang dari kesepuluh tim penguji mulai memberikan ujiannya. Beliau membacakan sebuah hadits yang telah dibolak-balik matan dan sanadnya kepada al-Imam al-Bukhari. Ketika ditanyakan kepada beliau, al Imam al-Bukhari menjawab, &lt;em&gt;“Saya tidak kenal hadits itu.”&lt;/em&gt; Demikian seterusnya satu persatu dari kesepuluh hadits penguji pertama itu dibacakan, dan al-Imam al-Bukhari selalu menjawab, “Saya tidak kenal hadits itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama yang hadir saling berpandangan seraya bergumam, &lt;em&gt;“Orang ini berarti faham.”&lt;/em&gt; Akan tetapi ada di kalangan mereka yang tidak mengerti, hingga menyimpulkan bahwa al-Imam al-Bukhari terbatas pengetahuannya dan lemah hafalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua maju. Beliau juga melontarkan sebuah hadits yang telah dibolak-balik sanad dan matannya, yang kemudian dijawab pula, “Saya tidak kenal hadits itu”. Begitulah, orang kedua ini pun membacakan sepuluh hadits yang menjadi bagiannya, dan seluruhnya dijawab beliau, “Saya tidak kenal hadist itu.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Begitulah selanjutnya orang ketiga, keempat, kelima hingga sampai orang kesepuluh, semuanya membawakan masing-masing sepuluh hadits yang telah dibolak-balik matan dan sanadnya. Dan al-Imam al-Bukhari memberikan jawaban tidak lebih daripada kata-kata, “Saya tidak kenal hadits itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya selesai menguji, beliau kemudian menghadap orang pertama seraya berkata, &lt;em&gt;“Hadits yang pertama anda katakan begini, padahal yang benar adalah begini, lalu hadits anda yang kedua anda katakan begini padahal yang benar seperti ini. Begitulah seterusnya hingga hadits kesepuluh disebutkan oleh beliau kesalahan letak sanad serta matannya, dan kemudian dibetulkannya kesalahan itu hingga semua sanad dan matannya menjadi benar kedudukannya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula seterusnya yang dilakukan oleh al-Bukhari kepada para penguji berikutnya hingga sampai kepada penguji kesepuluh. Maka, orang-orang pun lantas mengakui serta menyatakan kehebatan hafalan serta kelebihan beliau. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani mengatakan, “Yang hebat bukanlah kemampuan al-Bukhari dalam mengembalikan kedudukan hadits-hadits yang salah, sebab beliau memang hafal, tetapi yang hebat justru hafalnya beliau terhadap kesalahan yang dilakukan oleh para penguji tersebut secara berurutan satu persatu hanya dengan sekali mendengar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Siapakah al-Imam al-Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah Abu Abdillah, bernama Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ja’fi. Kakek moyang Bardizbah (begitulah cara pengucapannya menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani) adalah orang asli Persia. Bardizbah, menurut penduduk Bukhara berarti petani. Sedangkan kakek buyutnya, al-Mughirah bin Bardizbah, masuk Islaam di tangan al-Yaman al-Ja’fi ketika beliau datang di Bukhara. Selanjutnya nama al-Mughirah dinisbatkan (disandarkan) kepada al-Ja’fi sebagai tanda wala’ kepadanya, yakni dalam rangka mempraktekkan pendapat yang mengatakan, bahwa seseorang yang masuk Islam, maka wala’nya kepada orang yang mengislamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai kakeknya, &lt;strong&gt;Ibrahim bin al-Mughirah&lt;/strong&gt;, Ibnu Hajar al-‘Asqalani mengatakan, “Kami tidak mengetahui (menemukan) sedikit pun tentang kabar beritanya.” Sedangkan tentang ayahnya, &lt;strong&gt;Ismail bin Ibrahim&lt;/strong&gt;, Ibnu Hibban telah menuliskan tarjamah (biografi)-nya dalam kitabnya ats-Tsiqat (orang-orang yang tsiqah/terpercaya) dan beliau mengatakan, “Ismail bin Ibrahim, ayahnya al-Bukhari, mengambil riwayat (hadits) dari Hammad bin Zaid dan Malik. Dan riwayat Ismail diambil oleh ulama-ulama Irak.” Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani juga telah menyebutkan riwayat hidup ismail ini di dalam Tahdzibut Tahdzib. Ismail bin Ibrahim wafat ketika Muhammad (al-Bukhari) masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kelahiran Dan Wafatnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dilahirkan di Bukhara&lt;/strong&gt;, sesudah shalat Jum’at pada tanggal 13 Syawal 194 H. Beliau dibesarkan dalam suasana rumah tangga yang ilmiah, tenang, suci dan bersih dari barang-barang haram. Ayahnya, Ismail bin Ibrahim, ketika wafat seperti yang diceritakan oleh Muhammad bin Abi Hatim, juru tulis al-Bukhari, bahwa aku pernah mendengar Muhammad bin Kharasy mengatakan, “Aku mendengar bahwa Ahid Hafs berkata, “Aku masuk menjenguk Ismail, bapaknya Abu Abdillah (al-Bukhari) ketika beliau menjelang wafat, beliau berkata, “Aku tidak mengenal dari hartaku barang satu dirham pun yang haram dan tidak pula satu dirham pun yang sybhat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Bukhari wafat di Khartank&lt;/strong&gt; sebuah desa di negeri Samarkhand, malam Sabtu sesudah shalat Isya’, bertepatan dengan malam Iedul fitri, tahun 256 H dan dikuburkan pada hari Iedul Fitri sesudah shalat Zhuhur. Beliau wafat dalam usia 62 tahun kurang 13 hari dengan meninggalkan ilmu yang bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pertumbuhan Dan Perkembangannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayahnya wafat, beliau masih kecil, sehingga beliau besar dan dibesarkan dalam asuhan ibunya. Beliau mencari ilmu ketika masih kecil dan pernah menceritakan tentang dirinya seperti disebutkan oleh al-Farbari dari Muhammad bin Abi Hatim. Muhammad bin Abi Hatim berkata, “Aku pernah mendengar al-Bukhari mengatakan, “Aku diilhami untuk menghafal hadits ketika masih dalam asuhan mencari ilmu.” Lalu aku bertanya, “Berapa umur anda pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Sepuluh tahun atau kurang… dan seterusnya hingga perkataan beliau, “Ketika aku menginjak umur enam belas tahun, aku telah hafal kitab-kitab karya Ibnul Mubarak dan Wakil. Dan aku pun tahu pernyataan mereka tentang Ash-hab (Ahlu) ra’yu”. Beliau berkata lagi, “Kemudian aku berangkat haji bersama ibuku dan saudaraku, setelah menginjak usia delapan belas tahun, aku telah menyusun kitab tentang sahabat dan tabi’in. Kemudian menyusun kitab tarikh di Madinah di samping kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika malam terang bulan.” Beliau melanjutkan perkataannya, “Dan setiap kali ada nama dalam at-Tarikh tersebut, pasti aku mempunyai kisah tersendiri tentangnya, tetapi aku tidak menyukai jika kitabku terlalu panjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kecil beliau sibuk menggali ilmu dan mendengarkan hadits dari berbagai negeri, seperti di negerinya sendiri. Dan beliau telah beberapa kali mengunjungi Baghdad, hingga penduduk di sana mengakui kelebihannya dan penguasaannya terhadap ilmu riwayah dan dirayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, singkatnya beliau telah mengunjungi berbagai kota di Irak dalam rangka mencari ilmu hadits dari tokoh-tokoh negeri tersebut, misalnya Bashrah, Balkh, Kufah dan lain-lain. Beliau telah mendengarkan dan menggali hadits dari sejumlah banyak tokoh pembawa hadits. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Abi Hatim, bahwasanya beliau berkata, “Aku tidak pernah menulis melainkan dari orang-orang yang mengatakan bahwa al-Iman adalah ucapan dan tindakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jumlah Hadits Yang Dihafal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Hamdawaih mengatakan, “Aku mendengar al-Bukhari berkata, bahwa aku hafal seratus ribu hadits shahih dan dua ratus ribu hadits tidak shahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kitab-Kitab Yang Disusun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Yang paling pokok adalah &lt;strong&gt;kitab al-Jamiush shahih&lt;/strong&gt; (Shahihul Bukhari) yaitu kitab hadits tershahih diantara kitab hadits lainnya. Selain itu beliau menyusun juga &lt;strong&gt;kitab al-Adabul Mufrad&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Raf’ul Yadain fish Shalah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;al-Qira’ah khalfal Iman&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Birrul Walidain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;at-Tarikh ash-Shagir&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Khalqu Af’aalil ‘Ibaad&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;adl-Dlu’afa&lt;/strong&gt; (hadits-hadits lemah), &lt;strong&gt;al-Jaami’ al-Kabir&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;al-Musnad al-Kabir&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;at-Tafsir al-Kabir&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kitabul Asyribah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kitabul Hibab&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Asaami ash-Shahabah&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(Nama-nama para shahabat) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Contoh Kekaguman Orang Terhadap Al-Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam al-Bukhari rahimahullah, merupakan barometer bagi guru-gurunya dan manusia yang tahu dan hidup pada zamannya maupun sesudahnya. al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi dan al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani telah menyebutkan secara khusus tentang pujian dan jasa-jasa beliau dalam kitabnya masing-masing. Adz-Dzahabi dalam Tadzkiratul huffaazh dan Ibnu Hajar dalam Tahdzibut Tahdzib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa contoh pujian dan kekaguman mereka. Muhammad bin Abi Hatim mengatakan, bahwa aku mendengar Yahya bin Ja’far al-Baikundi berkata, “Seandainya aku mampu menambahkan umur Muhammad bin Ismail (al-Bukhari) dengan umurku, niscaya aku lakukan sebab kematianku hanyalah kematian seorang sedangkan kematiannya berarti lenyapnya ilmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja’ bin Raja’ mengatakan, “Dia, yakni al-Bukhari, merupakan satu ayat di antara ayat-ayat Allah yang berjalan di atas permukaan bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdullah al-Hakim dalam Tarikh Naisabur berkata, “Dia adalah Imam Ahlul hadits, tidak ada seorang pun di antara Ahlul Naql yang mengingkarinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Shahihul Jami’ Atau Shahih Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seluruh hadits yang termuat di dalamnya adalah hadits-hadits shahih yang telah tetap dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan semua Mu’allaqaat dalam Shahih al-Bukhari dinyatakan shahih oleh para ulama Ahlul hadits. Adapun contoh pernyataan ulama tentang Shahih al-Bukhari seperti dikatakan al-Hafizh Ibnu Katsir dalam al-Bidaayah wan Nihaayah, “Para ulama telah bersepakat menerimanya (yakni Shahihul Bukhari) dan menerima keshahihan apa-apa yang ada di dalamnya, demikian pula seluruh ahlul Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di samping Shahih Muslim, Shahih al-Bukhari adalah kitab tershahih nomor dua setelah al-Qur’an sebagaimana disebutkan dan disepakati oleh para ulama, di antaranya oleh as-Subakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Terusirnya Imam Al-Bukhari Dari Bukhara&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ghonjar mengatakan dalam kitab Tarikhnya, “Aku mendengar Ahmad bin Muhammad bin Umar berkata, “Aku mendengar Bakar bin Munir mengatakan, “Amir Khalid bin Ahmad Adz-Dzuhail, amir penguasa Bukhara, mengirim utusan kepada Muhammad bin Ismail, yang isinya, “Bawalah padaku kitab Jaami’ush Shahih dan at-Tarikh supaya aku bisa mendengar dari kamu.” Maka, berkatalah al-Bukhari kepada utusan tersebut, “Katakanlah kepadanya bahwa sesungguhnya aku tidak akan merendahkan ilmu dan aku tidak akan membawa ilmuku itu ke hadapan pintu para sultan. Apabila dia butuh (jika ilmu itu dikehendaki), maka hendaknya dia datang kepadaku di masjidku atau di rumahku. Kalau hal ini tidak menyenangkan wahai sultan, maka laranglah aku untuk mengadakan majlis ilmu, supaya pada hari kiamat aku punya alasan di hadapan Allah bahwa aku tidak menyembunyikan ilmu.” Ghonjar mengatakan, “Inilah yang menyebabkan terjadinya krisis di antara keduanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim berkata, “Aku mendengar Muhammad bin al-‘Abbas adh-Dhobby mengatakan, “Aku mendengar Abu Bakar bin Abu Amr berkata, “Perginya Abu Abdillah al-Bukhari dari negeri Bukhara disebabkan Khalid bin Ahmad Khalifah bin Thahir meminta beliau untuk hadir di rumahnya supaya membacakan kitab at-Tarikh dan al-Jaami’ush Shahih kepada anak-anaknya, tapi beliau menolak. Beliau katakan, “Aku tidak mempunyai waktu jika hanya orang-orang khusus yang mendengarkannya (mendengarkan ilmuku, pen). Maka Khalid bin Ahmad meminta tolong kepada Harits bin Abi al-Warqa` dan lainnya dari penduduk Bukhara untuk bicara mempermasalahkan madzhabnya. Akhirnya Khalid bin Ahmad mengusir beliau dari Bukhara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit tentang Imam Bukhari, beliau juga pernah difitnah sebagai orang yang mengatakan, bahwa bacaanku terhadap al-Qur’an adalah makhluk. Padahal beliau tidak mengatakan demikian dan bahkan secara tegas beliau membantah bahwa orang yang membawa berita tersebut adalah pendusta. Beliau bahkan mengatakan, “Bahwa al-Qur’an adalah kalamullah bukan makhluk, sedangkan perbuatan-perbuatan hamba adalah makhluk.” (lihat Hadyu as-Sari Muqadimah Fathul Bari bagian akhir halaman 490-491). Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(SUMBER: Majalah as-Sunnah, no.02/Th.I, Jumada Tsani-Rajab 1413 H/Desember 1992 M, diterjemahkan dan disusun oleh Ahmas Faiz dengan sedikit perubahan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114956298006090705?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114956298006090705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114956298006090705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114956298006090705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114956298006090705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/06/mengenal-imam-al-bukhary.html' title='Mengenal Imam al-Bukhary'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114916242361839003</id><published>2006-06-01T18:43:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.591+07:00</updated><title type='text'>Ada Air Mata Tertahan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Apabila datang kepadamu seorang laki-laki datang untuk meminang yang engkau ridho terhadap agama dan akhlaqnya maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi."&lt;/em&gt; (HR Tarmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar'i dan akhirnya mereka mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah tak kunjung ada yang mau serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala lingkaran ketakutan itu berlanjut. Bila di usia dua puluh tahunan mereka menunda pernikahan karena takut dengan ekonominya yang belum mapan, di usia menjelang tiga puluh hingga sampai tiga puluh lima berubah lagi masalahnya. Laki-laki mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30). Mereka (laki-laki) menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kriteria tentang jodoh, ketika menetapkan kriteria yang terlalu banyak maka akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sektar 35 tahun, masalah nya bukan kriteria tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia sudah 40-an, ketakutan kaum laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya banyak kriteria yang dipasang pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi isteri dengan baik. Lebih-lebih ketika usia beranjak 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Yaitu kekhawatiran ketidakmampuan mencari nafkah sementara anak masih kecil. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan khawatir kematian lebih dahulu menjemput sementara anak-anak masih banyak perlu dinasehati. Apabila tak ada iman maka muncul keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;WAHAI ALI JANGAN KAU TUNDA-TUNDA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menghimpit saudara kita sehingga mereka sanggup meneteskan air mata. Awalnya adalah karena mereka menunda apa yang harus disegerakan, mempersulit apa yang seharusnya dimudahkan. Padahal Rasululloh berpesan: &lt;em&gt;"Wahai Ali, ada tiga perkara jangan di tunda-tunda, apabila sholat telah tiba waktunya, jenazah apabila telah siap penguburannya, dan perempuan apabila telah datang laki-laki yang sepadan meminangnya."&lt;/em&gt; (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukan agar tidak boleh mempersulit pernikahan baik langsung maupun tak langsung. Secara langsungadalah menuntut mahar yang terlalu tinggi. Atau yang sejenis dengan itu. Ada lagi yang tidak secara langsung. Mereka membuat kebiasaan yang mempersulit, meski nyata-nyata menuntut mahar yang tinggi atau resepsi yang mewah. Sebagian orang mengadakan acara peminangan sebagai acara tersendiri yang tidak boleh kalah mewah dari resepsi pernikahan.sebagian lainnya melazimkan acara penyerahan hadiah atau uang belanja untuk biaya pernikahan secara tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang tak kuat menahan beban, maka bisa saja melakukan penundaan pernikahan semata karena masalah ini. Saya sangat khawatir akan keruhnya niat dan bergesernya tujuan. Sehingga pernikahan itu kehilangan barokahnya. Na'udzubillah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penyebab lain adalah lemahnya keyakinan kita bahwa Allah pasti akan memberi rezeki atau bisa jadi cerminan dari seifat tidak qona'ah (mencukupkan diri dengan yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PILIHLAH YANG BERTAKWA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ada yang datang menemui Al Hasan (cucu Rasululloh). Ia ingin bertanya sebaiknya dengan siapa putrinya menikah? Maka Al Hasan ra berkata: &lt;em&gt;"Kawinkanlah dia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Sebab jika laki-laki mencintainya, ia memuliakannya, dan jika ia tidak menyenaginya ia tidak akan berbuat zalim padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Nasihat AL Hasan menuntun kita untuk membenahi pikiran. Jika kita menikah dengan orang yang bertakwa cinta yang semula tak ada meski Cuma benihnya dapat bersemi indah karena komitmen yang memenuhi jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bi showwab.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;M. Fauzil Adhim&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114916242361839003?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114916242361839003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114916242361839003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916242361839003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916242361839003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/06/ada-air-mata-tertahan.html' title='Ada Air Mata Tertahan'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114916203359886621</id><published>2006-06-01T18:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.529+07:00</updated><title type='text'>Tipe Wanita yang Disunnahkan untuk Dilamar</title><content type='html'>Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu disunahkan seorang yang &lt;strong&gt;penuh cinta kasih&lt;/strong&gt;. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga harus berusaha &lt;strong&gt;menjaga keridhaan suaminya&lt;/strong&gt;, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta'ala,  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (ar-Ruum:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang &lt;strong&gt;banyak memberikan keturunan&lt;/strong&gt;, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (al-Furqan:74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;em&gt;Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak&lt;/em&gt;. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang &lt;strong&gt;masih gadis dan masih muda&lt;/strong&gt;. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, &lt;em&gt;Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujuan pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, &lt;em&gt;Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan.&lt;/em&gt; Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."&lt;br /&gt;Dianjurkan untuk &lt;strong&gt;tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat&lt;/strong&gt;, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang &lt;strong&gt;mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat&lt;/strong&gt;, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung.&lt;/em&gt; (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu &lt;strong&gt;taat beragama dan berakhlak mulia&lt;/strong&gt;. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta'ala, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka".&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (an-Nisa:34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;em&gt;"Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah".&lt;/em&gt; (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah &lt;strong&gt;seorang yang cantik&lt;/strong&gt;, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Fikih Keluarga, Syaikh Hasan Ayyub, Cetekan Pertama, Mei 2001, Pustaka Al-kautsar&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114916203359886621?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114916203359886621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114916203359886621&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916203359886621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916203359886621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/06/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html' title='Tipe Wanita yang Disunnahkan untuk Dilamar'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114916146427884207</id><published>2006-06-01T18:30:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.470+07:00</updated><title type='text'>Lelaki Pilihan</title><content type='html'>ehemm ... Lelaki Pilihan Siapa laki-laki pilihan para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan syarat ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara bahkan lebih rendah dari dirinya dengan catatan selama ia masih beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan-pilihan itu sering mengemuka seiring dengan rencana dan keinginan seorang wanita untuk menempuh jalinan rumah tangga. Sebab, konon saat ini semakin sulit mencari laki-laki ideal dan "jempolan". Tentu bukan karena timpangnya perbandingan jumlah laki-laki dan wanita. Namun lebih dimungkinkan karena semarak aktifitas keislaman lebih berkembang di kalangan wanita muslimah dibandingkan laki-laki, meski hal itu masih perlu dilakukan verifikasi dengan data statistik yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah wajarkah seseorang wanita mensyaratkan kadar keimanan (agama) yang lebih tinggi atas calon suaminya? Nikah adalah ikatan paling kuat dan kekal antara dua jenis insan . Ia pun banyak membawa hal-hal yang lebih positif bagi seseorang daripada hidup membujang. Jiwa perlu diikat dengan pengikat yang kuat lagi kokoh. Pengikat ini adalah aqidah. Karena hanya aqidah yang dapat mengarahkan hidup seseorang, menyetir hati, pikiran dan perasaannya, serta menanamkan pengaruh yang paling berkesan, kemudian menentukan jalan kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan inilah, para ulama bersepakat atas haramnya seorang wanita muslim mengawini laki-laki kafir, baik kafir musyrik ataupun kafir kitabi. Hal itu juga ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya, "... dan janganlah kamu menikahkan orang musyrik dengan wanita beriman sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari seorang musyrik walaupun ia menarik hatimu ..." (QS/ Al-Baqarah:221). Secara teoritis, tabiat wanita akan cenderung mengikuti suaminya. Sementara dalam sistem Islam, kepala keluarga adalah suami. Hal ini mencerminkan bahwa kondisi calon suami yang lebih mapan dan tinggi keimanannya menjadi satu syarat yang tidak bisa diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ada kecenderungan laki-laki muslim untuk (sengaja atau tidak) menunda pernikahan dengan beragam alasan. Studi, karir, masalah ekonomi, ingin lebih mendahulukan kepentingan keluarga dan berbagai alasan lainnya. Kondisi tersebut sesungguhnya justru sangat kontradiktif dengan keadaan yang dialami para muslimah. Bagi para wanita muslimah yang memahami konsep Islam secara baik, yang menjadi ukuran utama adalah kadar ketaqwaan dan tingkat keimanan dari calon suami. Sementara harta, jabatan, penampilan fisik dan latar belakang menjadi tidak lebih diutamakan meski tidak pula menampik hasrat untuk mendapatkan yang 'lebih' dari semua persyaratan itu. Artinya, keinginan untuk mendapatkan suami dengan penampilan menarik, harta yang cukup ditopang jabatan yang menjanjikan menjadi tidak lebih penting bagi seorang wanita muslimah jika syarat utamanya, yakni kadar keimanan dan akhlaq yang baik tidak dimiliki oleh calon pendampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita muslimah saat ini yang berpendapat bahwa tidak ada salahnya untuk memperoleh pendamping hidup yang sholeh, tampan, cukup harta dan berpendidikan. Pendapat itu tidak salah, namun juga tidak menjadi benar jika itu menjadi alasan untuk menolak setiap laki-laki sholeh yang datang karena tidak memenuhi syarat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya, Dari Abi Hatim al Muzani, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang (meminang) kepadamu orang yang kamu ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah (anakmu dengan) dia. Jika tidak kamu lakukan maka akan timbullah fitnah di bumi dan kerusakan yang besar," Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, jika hal itu memang ada?" Beliau menjawab, "Apabila datang (meminang) kepadamu, orang yang engkau ridha (karena) agama dan akhlaqnya, maka nikahkanlah anakmu dengan dia." (diucapkan tiga kali) (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syaukani mengatakan, "orang yang kamu ridhai karena agama dan akhlaqnya" dalam hadits diatas, menunjukkan bahwa kufu itu menyangkut segi agama dan akhlaq. Sedangkan Imam Malik menegaskan bahwa kufu itu hanya menyangkut agama saja. Demikian juga apa yang dikutip dari Umar dan Ibnu Mas'ud dan kalangan tabi'in seperti Muhammad Ibn Sirin dan Umar bin Abdul Aziz dengan dasar firman: "Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling taqwa kepada-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pernikahan, kufu dalam arti agama memang menjadi suatu ketentuan yang mutlak. Namun, kufu dari sisi akhlaq merupakan pertimbangan yang lebih jauh. Ini menyangkut masa depan keutamaan sebuah keluarga muslim di tengah keluarga muslim lainnya. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa apabila yang datang itu adalah seorang yang baik agama dan akhlaqnya, maka (jika anak perempuannya juga tidak keberatan) pinangannya harus diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama dan akhlaq adalah ukuran yang ideal bagi suami yang baik. Dari sisi inilah wajar bila seorang wanita muslimah ingin mendapatkan nilai lebih dari diri calon suaminya, minimal dibandingkan dirinya sendiri. Tetapi cukuplah bersyukur atas nikmat dan anugrah yang diberikan Allah SWT jika memang Allah menentukan pilihan bagi seorang muslimah yang ...ehm, Sholeh, tampan, berpendidikan dan cukup harta. Hendaknya ia tidak menjadi takabbur menganggap dirinya lebih mulia dari wanita muslimah lainnya, karena sesungguhnya atas segala nikmat yang Allah berikan, Allah titipkan pula ujian didalamnya untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau sebaliknya. (bay/beberapa sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114916146427884207?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114916146427884207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114916146427884207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916146427884207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114916146427884207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/06/lelaki-pilihan.html' title='Lelaki Pilihan'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114897182693002764</id><published>2006-05-30T13:42:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.411+07:00</updated><title type='text'>Karunia Hidayah, Karunia Terindah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-2.9.gif"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-2.8.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap orang hanya akan menjaga sesuatu yang dianggapnya berharga dan membuang sesuatu yang dianggapnya tidak berharga. Semakin berharga suatu benda, semakin keras pula kita menjaganya. Bagi seorang Muslim, hidayah dari Allah adalah hartapaling berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang wanita yang belum lama masuk Islam (mualaf). Ternyata, keluarganya tidak bisa menerima kenyataan ini. Ibunya pun mengusir ia dari rumah. Kejadian itu terjadi menjelang jam lima sore. Telepon berdering, suara di ujung telepon bicara dengan terbata-bata, "Aa, Aa tolong A tolong!". Belum selesai bicara hubungan telepon terputus. Dari nadanya kelihatan darurat, sehingga jelas-jelas si penelpon sedang dalam kondisi membutuhkan bantuan. Sayangnya tidak diketahui di mana menelponnya? Keadaannya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai telepon terputus, saya berpikir apa yang bisa dilakukan? Yang terbayang di benak saat itu ia sedang dianiaya, teleponnya direbut atau kabelnya diputuskan. Mungkin pula ia dipaksa kembali masuk agama semula. Tapi sejenak kemudian ingat pula akan Kemahakuasaan Allah bahwa hanya dengan karunia-Nya saja hidayah bisa sampai kepada anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Allah telah menghunjamkan hidayah di dalam kalbu, maka tak seorang pun mampu mengambilnya kembali. Bilal bin Rabbah contohnya. Ia dijemur diterik matahari, di bawahnya beralas pasir membara, badan pun dihimpit batu yang berat, tapi bibirnya terus mengucap, "Ahad, Ahad, Ahad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dengan wanita tadi, setelah teleponnya diputus oleh ibunya, ternyata ia dianiaya, dijambak, dan dirobek-robek jilbabnya. Hanya kemudian dengan izin Allah, dia dapat kembali menutup auratnya dan dengan hati pilu ia ikut bersama bibinya. Allah-lah yang berkuasa melepaskan siapa pun dari kesempitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya terang hidayahSaudaraku, setiap orang hanya akan menjaga sesuatu yang dianggapnya berharga dan membuang sesuatu yang dianggapnya tidak berharga. Semakin berharga sesuatu, semakin keras pula ia menjaganya. Ada yang sibuk menjaga harta karena ia menganggap harta itulah yang paling bernilai. Ada yang sibuk menjaga wajahnya agar tetap awet muda, karena awet muda itulah yang dianggapnya paling bernilai. Ada juga yang mati-matian menjaga kedudukannya, karena kedudukan itulah yang dianggap paling berharga olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang beriman, hidayah dan taufik dari Allah SWT menjadi sesuatu yang harus dijaga mati-matian. Sebab ia yakin bahwa keselamatan hidup tidak akan didapatkan kecuali dengan hidayah dan taufik dari-Nya. Nikmat iman itu nilainya melampaui semua yang berharga di dunia ini. Maka, dalam mencari apapun, kita harus menaati rambu-rambu dari Allah agar tidak sampai memadamkan cahaya hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah doa, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;''Ya Tuhan kami, jangan jadikan hati ini condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk, dan karuniakan kepada kami rahmat dari sisimu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia.''&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (QS Ali Imran [3]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, kita dianjurkan agar mohon agar selalu berada dalam cahaya hidayah-Nya. Imam Ibnu Athailah mengatakan, "Nur (cahaya-cahaya) iman, keyakinan, dan zikir adalah kendaraan yang dapat mengantarkan hati manusia ke hadirat Allah serta menerima segala rahasia daripada-Nya. Cahaya terang itu sebagai tentara yang membantu hati, sebagaimana gelap itu tentara yang membantu hawa nafsu. Maka apabila Allah akan menolong seorang hamba-Nya, dibantu dengan tentara nur Ilahi dan dihentikan bantuan kegelapan dan kepalsuan". Wallaahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(KH Abdullah Gymnastiar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114897182693002764?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&amp;id=240008&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=232&amp;kat_id2=234' title='Karunia Hidayah, Karunia Terindah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114897182693002764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114897182693002764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114897182693002764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114897182693002764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/karunia-hidayah-karunia-terindah.html' title='Karunia Hidayah, Karunia Terindah'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114897088294974408</id><published>2006-05-30T13:31:00.001+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.342+07:00</updated><title type='text'>Kunci Meraih Pertolongan Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-2.8.gif"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-2.7.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Saat kau bermunajat, kecilkanlah dirimu sekecil-kecilnya di hadapan Allah, dan besarkanlah Allah sebesar-besarnya semampu kau membesarkan-Nya. Niscaya rahmat dan pertolongan Allah akan mengalir kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas pernah bercerita. "Suatu hari aku berjalan di belakang Rasulullah SAW. Saat itu beliau bersabda, ''Nak, kuajarkan kepadamu beberapa kata: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niascaya Dia akan senantiasa bersamamu. Bila kau minta, maka mintalah kepada Allah. Bila kau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika semua manusia bersatu untuk memberikan sebuah kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis untukmu. Jika semua manusia bersatu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan tinta telah kering".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi ini diungkapkan pula dalam redaksi berbeda. "Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah diwaktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan dan kemudahan seiring dengan kesulitan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, redaksi hadis ini singkat, padat namun cakupan maknanya teramat dalam dan luas. Dalam hadis Rasulullah Saw. memberikan kunci-kunci bagaimana mendapatkan pertolongan Allah. Satu pesan utama hadis ini adalah "penghambaan" kepada Allah. Laa haula walaa quwwata illa billahil. Tiada daya maupun upaya selain atas kekuatan Allah. Saat kita menyadari kekerdilan diri di hadapan Allah, maka pertolongan Allah akan mendatangi kita. Bukankah kita makhluk lemah, sedangkan Allah Maha Menggenggam segalanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa pernah bertanya kepada seorang guru, "Bagaimana caranya agar doa kita cepat dikabul oleh Allah?". Beliau menjawab, "Saat kau berdoa, saat kau munajat, atau saat kau sujud, kecilkanlah dirimu sekecil-kecilnya di hadapan Allah, dan besarkanlah Allah sebesar-besarnya semampu kau membesarkannya. Niscaya rahmat dan pertolongan Allah akan mengalir kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kunci terpenting agar kita ditolong Allah adalah dengan sungguh-sungguh menghamba kepada-Nya. Saat kita ingin dimuliakan Allah, maka akuilah kehinaan kita di hadapan Allah. Saat kita ingin dilebihkan, maka akui kekurangan kita di hadapan Allah. Saat kita ingin dikuatkan Allah, maka akui kelemahan kita di selemah-lemahnya di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Atha'ilah berkata, "Buktikan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah akan membantumu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Akuilah kehinaanmu, niscaya Allah menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Akuilah kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Akuilah kelemahanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuatan-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sekali lagi, kekuatan terbesar yang kita miliki bukanlah kekuatan fisik, intelektual, kekuasaan ataupun harta kekayaan. Kekuatan terbesar kita adalah "pertolongan Allah". Pertolongan Allah ini sangat dipengaruhi kualitas keyakinan kita kepada-Nya. Kualitas keyakinan biasanya akan melahirkan kekuatan ruhiyah. Kekuatan ruhiyah akan melahirkan akhlakul karimah, seperti kualitas sabar, syukur, ikhlas, tawadhu, iffah, zuhud, qanaah, dsb. Karena itu, kemuliaan akhlak tergantung dari sejauh mana kita mengenal Allah. Wallaahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(KH Abdullah Gymnastiar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114897088294974408?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&amp;id=247775&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=232&amp;kat_id2=234' title='Kunci Meraih Pertolongan Allah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114897088294974408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114897088294974408&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114897088294974408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114897088294974408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/kunci-meraih-pertolongan-allah_30.html' title='Kunci Meraih Pertolongan Allah'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114802166337858820</id><published>2006-05-19T13:54:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.223+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Malam Pertama</title><content type='html'>Apa kabar sahabatku...??&lt;br /&gt;Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa&lt;br /&gt;Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita&lt;br /&gt;Sayapun yakin bukan karena apa - apa...&lt;br /&gt;Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal sebagai bahan renungan kita...&lt;br /&gt;Tuk merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt;Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata&lt;br /&gt;Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa&lt;br /&gt;Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut&lt;br /&gt;Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu... mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt;Mandipun...harus dimandikan&lt;br /&gt;Seluruh badan kita terbuka....&lt;br /&gt;Tak ada sehelai benangpun menutupinya..&lt;br /&gt;Tak ada sedikitpun rasa malu...&lt;br /&gt;Seluruh badan digosok dan dibersihkan&lt;br /&gt;Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan&lt;br /&gt;Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...&lt;br /&gt;Itulah sosok kita....&lt;br /&gt;Itulah jasad kita waktu itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dimandikan...,&lt;br /&gt;Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih&lt;br /&gt;Kain itu ... jarang orang memakainya..&lt;br /&gt;Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian ditaburkan ke baju kita...&lt;br /&gt;Bagian kepala.., badan..., dan kaki diikatkan Tataplah....tataplah... itulah wajah kita&lt;br /&gt;Keranda pelaminan... langsung disiapkan&lt;br /&gt;Pengantin bersanding sendirian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita&lt;br /&gt;Diiringi langkah gontai seluruh keluarga&lt;br /&gt;Serta rasa haru para handai taulan&lt;br /&gt;Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus&lt;br /&gt;Akad nikahnya bacaan talkin...&lt;br /&gt;Berwalikan liang lahat..&lt;br /&gt;Saksi - saksinya nisan-nisan... yang tlah tiba duluan&lt;br /&gt;Siraman air mawar... pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan akhirnya.....&lt;br /&gt;Tiba masa pengantin...&lt;br /&gt;Menunggu dan ditinggal sendirian...&lt;br /&gt;Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama bersama KEKASIH...&lt;br /&gt;Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah&lt;br /&gt;Di kamar bertilamkan tanah...&lt;br /&gt;Dan ketika 7 langkah tlah pergi....&lt;br /&gt;Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...&lt;br /&gt;Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...&lt;br /&gt;Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....&lt;br /&gt;Kita tak tahu... dan tak seorangpun yang tahu....&lt;br /&gt;Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....&lt;br /&gt;Padahal nikmat atau siksa yang 'kan kita terima&lt;br /&gt;Kita sungkan sekali meneteskan air mata...&lt;br /&gt;Seolah barang berharga yang sangat mahal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Kekasih itu...&lt;br /&gt;Menetapkanmu ke syurga...&lt;br /&gt;Atau melemparkan dirimu ke neraka...&lt;br /&gt;Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...&lt;br /&gt;Tapi....tapi.... sudah pantaskah sikap kita selama ini...&lt;br /&gt;Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat... mohon maaf... jika malam itu aku tak menemanimu Bukan aku tak setia...&lt;br /&gt;Bukan aku berkhianat....&lt;br /&gt;Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan&lt;br /&gt;Tapi percayalah... aku pasti 'kan mendo'akanmu...&lt;br /&gt;Karena ... aku sungguh menyayangimu...&lt;br /&gt;Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga&lt;br /&gt;Aku berdo'a... Semoga kau jadi ahli syurga.&lt;br /&gt;Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat.....,&lt;br /&gt;Jika ini adalah bacaan terakhirmu&lt;br /&gt;Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu&lt;br /&gt;Ambillah hikmahnya.....&lt;br /&gt;Tapi jika ini adalah salahku... maafkan aku....&lt;br /&gt;Terlebih jika aku harus mendahuluimu....&lt;br /&gt;Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku&lt;br /&gt;Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.....&lt;br /&gt;Kalau tulisan ini ada manfaatnya....&lt;br /&gt;Silakan di print out dan kau simpan sebagai renungan...&lt;br /&gt;Siapa tahu... suatu saat kau ingat padaku&lt;br /&gt;Dan... aku tlah di alam lain....&lt;br /&gt;Satu pintaku padamu...&lt;br /&gt;Tolong do'akan aku....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114802166337858820?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dedyku.blogspot.com/' title='Indahnya Malam Pertama'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114802166337858820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114802166337858820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114802166337858820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114802166337858820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/indahnya-malam-pertama.html' title='Indahnya Malam Pertama'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114767326624806682</id><published>2006-05-15T12:43:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.161+07:00</updated><title type='text'>Berpakaian Tetapi Telanjang</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-2.4.gif"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-2.4.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dua golongan di antara penghuni neraka yang belum aku lihat keduanya: suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang; perempuan yang berpakaian, tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain, rambut mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga. Sesungguhnya aroma surga itu bisa tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. &lt;/em&gt;(HR Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Muslim meriwayatkannya dari Zuhair bin Harb, dari Jarir, dari Suhail dari bapaknya (yakni Abu Shalih), dari Abu Hurairah.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1&lt;/span&gt; Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam Shahîh-nya dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski menggunakan redaksi berita, hadis ini bermakna thalab li-tark (tuntutan untuk meninggalkan) perbuatan atau karakter yang diberitakan. Ungkapan min ahl an-nâr merupakan qarînah (indikator) bahwa karakter atau perbuatan yang digambarkan setelahnya merupakan sesuatu yang haram, bahkan lebih ditegaskan dengan ungkapan bahwa mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma surga, sekaligus menunjukkan betapa besar dosanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dua golongan penghuni neraka itu adalah:&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, kaum yang membawa cambuk yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang. Ini merupakan perumpamaan dari para pemimpin diktator (&lt;em&gt;al-jabbârûn&lt;/em&gt;) dan kaki tangannya. Mereka menyengsarakan dan menzalimi orang-orang atau rakyat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, &lt;em&gt;nisâ'&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;kâsiyât&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;'âriyât&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;mâ'ilât&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;mumîlât&lt;/em&gt;[un] (wanita yang berpakaian tetapi telanjang yang cenderung dan mencenderungkan orang lain). Frase &lt;em&gt;kâsiyât&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;'âriyât&lt;/em&gt;[un] (berpakaian tetapi telanjang) menurut Imam an-Nawawi memiliki beberapa makna, baik secara majazi maupun hakiki.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama: berpakaian (dibungkus) oleh nikmat Allah, tetapi telanjang dari syukur kepada-Nya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua: berpakaian, yakni terbungkus dengan pakaian, tetapi telanjang dari perbuatan baik dan perhatian terhadap kehidupan akhirat serta tidak berbuat taat. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga: mengenakan pakaian tetapi tampak sebagian anggota badannya untuk menampakkan kecantikannya. Mereka itu berpakaian tetapi telanjang. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keempat: mengenakan pakaian tipis yang masih memperlihatkan warna kulitnya dan bentuk tubuhnya. Mereka ini berpakaian tetapi telanjang.&lt;br /&gt;Makna keempat ini juga yang dipilih oleh Ibn Abdil Bar.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Frase &lt;em&gt;mâ'ilât&lt;/em&gt;[un] &lt;em&gt;mumîlât&lt;/em&gt;[un] sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi maknanya: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan keharusan menjaga kemaluan. Ia juga mendorong wanita lain melakukan perbuatan seperti perbuatan mereka. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, &lt;em&gt;mâ'ilât&lt;/em&gt;[un], yaitu wanita yang memperindah gaya jalannya dan menggoyangkan bahu mereka. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketiga, &lt;em&gt;mâ'ilât&lt;/em&gt;[un], yakni memakai tanda serupa sisir yang miring, yang merupakan sisir tanda pelacur yang dikenal untuk mereka. &lt;em&gt;Mumîlât&lt;/em&gt;[un] yang memakaikan tanda serupa sisir itu kepada wanita lainnya. Artinya, ia bisa kita maknai sebagai wanita yang memakai dan memakaikan kepada wanita lain, pakaian, perhiasan atau asesoris yang dikenal sebagai tanda atau ciri wanita yang suka melacur. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keempat, &lt;em&gt;mâ'ilât&lt;/em&gt;[un], yakni wanita yang cenderung kepada laki-laki dan memikat atau menarik perhatian laki-laki dengan perhiasan, kecantikan, atau keindahan anggota tubuh yang mereka tampakkan atau mereka perlihatkan.&lt;br /&gt;Adapun frasa &lt;em&gt;ru'ûsuhunna&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ka-asnamah al-bukht al-mâ'ilah&lt;/em&gt; (kepala mereka seperti punuk unta yang miring) maknanya: Pertama, membesarkan kepala dengan kerudung atau serban dan sebagainya yang disambungkan atau ditumpuk di atas rambut sehingga menjadi seperti punuk unta. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Inilah tafsir yang masyhur untuk frasa ini. Ia bisa juga dimaknai: menarik rambut ke atas atau menata rambut sedemikian rupa sehingga seperti punuk unta. Makna hadis ini saling menjelaskan dan melengkapi dengan riwayat Abu Musa al-'Asyari, bahwa Rasul saw. pernah bersabda: &lt;em&gt;Perempuan siapa saja yang memakai wangi-wangian lalu berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya maka perempuan itu seperti seorang pezina&lt;/em&gt; (HR an-Nasai, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, ad-Darimi, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan al-Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahkan ketika hendak pergi ke masjid untuk beribadah atau shalat, wanita tetap dilarang memakai wewangian dan tercium oleh orang di sekitarnya. Abu Hurairah menuturkan: &lt;em&gt;Suatu ketika seorang perempuan lewat di depannya dan bau wanginya tercium terbawa angin. &lt;/em&gt;Ia pun bertanya,&lt;em&gt; "Hendak ke mana saudari?&lt;/em&gt; Wanita itu menjawab,&lt;em&gt; "Ke masjid." &lt;/em&gt;Ia berkata,&lt;em&gt; "Anda memakai wewangian?" "Benar,"&lt;/em&gt; jawab wanita itu.&lt;em&gt; Ia berkata: Kembalilah dan mandilah sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Allah tidak akan menerima shalat dari seorang wanita yang keluar ke masjid sedangkan aroma wanginya tercium terbawa hembusan angin hingga ia kembali dan mandi (yakni seperti mandi karena junub).&lt;/em&gt; (HR Ibn Khuzaimah dan al-Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Allâhumma waffiqnâ ilâ al-haqq wa al-'amal li thâ'atik. &lt;/em&gt;[Yahya Abdurrahman].&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Catatan Kaki:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imam Musim, Shahih Muslim, III/1680 dan IV/2192, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, Beirut. tt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad al-Imâm Ahmad, II/440, hadits no. 9678, Muassasah Qurthubah, Mesir, tt; dan Ibn Hibban, Shahîh Ibn Hibbân, XVI/500-501, hadis no. 7461, Muassasah ar-Risalah, Beirut, cet. ii. 1993&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat: An-Nawawi, Syarh an-Nawâwî li Shahîh Muslim, XVII/190-191, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, Beirut, cet. ii. 1392. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat: Ibn 'Abdil Bar, At-Tamhîd li Ibn 'Abd al-Bar, XIII/204, Wuzarah al-'Umum al-Awqaf wa asy-Syu'un al-Islamiyah, Magrib, 1387. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114767326624806682?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114767326624806682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114767326624806682&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114767326624806682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114767326624806682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/berpakaian-tetapi-telanjang.html' title='Berpakaian Tetapi Telanjang'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114767181518093840</id><published>2006-05-15T10:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.101+07:00</updated><title type='text'>Aurat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-2.3.gif"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-2.3.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Awrat (aurat) adalah masdar dari 'âra-ya'ûru-'awran wa 'awratan; jamaknya 'awrât. Aurat memiliki beberapa arti: aib, cacat, atau cela; celah-celah suatu tempat; semua hal yang dirasa malu. Ar-Razi mengatakan, aurat adalah segala perkara yang dirasa malu jika tampak.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Al-Quran menyatakan kata aurat ('awrah) dua kali dalam satu ayat (QS al-Ahzab [33]: 13): &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Inna buyûtanâ 'awrah wa mâ hiya bi 'awrah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Maknanya sesuai dengan makna bahasanya, yaitu tempat atau celah yang terbuka atau tak terlindung dan dikhawatirkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata &lt;em&gt;'awrât &lt;/em&gt;(jamak dari 'awrah) juga dinyatakan dua kali dalam al-Quran (QS an-Nur [24]: 31 dan 58). Pada ayat 58, kata&lt;em&gt; tsalâtsu 'awrât&lt;/em&gt; maknanya adalah tiga waktu yang layak tampak aurat di dalamnya&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2&lt;/span&gt; atau tiga waktu yang biasanya wanita melepaskan pakaiannya atau mengganti pakaian biasa dengan pakaian tidur atau sebaliknya, yaitu: waktu sebelum shalat fajar/subuh; waktu zuhur/waktu orang menanggalkan pakaiannya; dan setelah shalat isya. Tiga waktu ini disebut 'awrah. Pada tiga waktu tersebut, anak-anak yang belum balig dan pembantu atau hamba sahaya-apalagi selain mereka, kecuali suami atau istri-harus mengucapkan salam tiga kali dan meminta izin untuk masuk.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aurat Laki-laki&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang aurat laki-laki. Menurut sebagian, aurat laki-laki hanya dubur dan kemaluan; paha tidak termasuk aurat. Menurut mayoritas, aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lutut, sementara pusar dan lutut tidak termasuk aurat. Siwar bin Dawud menuturkan riwayat dari Amru bin Syuaib, dari bapaknya, dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: &lt;em&gt;Jika salah seorang dari kalian menikahkan hamba sahaya atau pegawainya, janganlah ia melihat sesuatupun dari auratnya, karena sesungguhnya apa yang ada di bawah pusar sampai kedua lututnya merupakan auratnya.&lt;/em&gt; (HR Ahmad). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hadis yang sama diriwayatkan dengan redaksi sedikit berbeda oleh al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Terdapat beberapa riwayat yang menyatakan bahwa paha adalah aurat. Namun, ulama hadis berbeda pendapat. Sebagian menilai sahih atau hasan; sebagian lain menilainya lemah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Muhammad bin Jahsyi menuturkan: Aku &lt;em&gt;pernah bersama Rasul melewati Ma'mar, sedangkan kedua pahanya terbuka&lt;/em&gt;, lalu Rasul bersabda: &lt;em&gt;Wahai Ma'mar, tutupi kedua pahamu, sesungguhnya kedua paha itu aurat.&lt;/em&gt; (HR Ahmad, al-Hakim, dan al-Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jarhad al-Aslami menuturkan, &lt;em&gt;ia sedang di masjid, lalu Nabi saw. datang dan memandangnya, sementara pahanya terbuka,&lt;/em&gt; lalu Nabi bersabda: &lt;em&gt;Sesungguhnya paha termasuk aurat.&lt;/em&gt; (HR. al-Hakim dan ia mensahihkannya). Ibn Abbas juga menuturkan hadis dengan konotasi yang sama, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Baihaqi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mereka yang menilai paha bukan aurat mendasarkannya pada riwayat Anas, bahwa pada Perang Khaibar: &lt;em&gt;Izar terbuka dari kedua paha Nabi saw. dan sungguh aku dapat melihat putihnya kedua paha Nabi Allah.&lt;/em&gt; (HR Ahmad dan Bukhari).&lt;br /&gt;Aisyah juga menuturkan: &lt;em&gt;Rasul sedang duduk dan tersingkap pahanya. Lalu Abu Bakar meminta izin dan Beliau tetap dalam keadaan itu. Kemudian Umar meminta izin dan Beliau juga tetap dalam keadaan itu, kemudian Ustman meminta izin, lalu Rasul mengulurkan pakaiannya, ketika mereka berdiri. Aku (Aisyah) bertanya, "Wahai Rasulullah, Abu Bakar dan Umar meminta izin dan engkau izinkan, sedangkan engkau dalam keadaanmu itu. Ketika Utsman meminta izin engkau ulurkan pakaianmu." Rasul menjawab, "Wahai Aisyah, apakah aku tidak merasa malu dari seorang laki-laki yang, demi Allah, malaikat pun merasa malu kepadanya?" &lt;/em&gt;(HR Ahmad). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kaidah ushul menyatakan: &lt;em&gt;I'mâl dalîlayn awlâ min ihmâl ahadihimâ&lt;/em&gt; (Mengamalkan dua dalil lebih utama dari pada mengabaikan salah satunya). Lalu bagaimana mendudukkan kedua kelompok hadis yang terlihat bertentangan di atas?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam riwayat Muslim di atas, terdapat kemungkinan antara paha atau betis, sedangkan betis secara ijmak bukan termasuk aurat laki-laki. Dengan adanya kemungkinan itu, argumentasi dengan hadis tersebut untuk menyatakan paha bukan aurat gugur.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut ketentuan ushul, perkataan dan perintah lebih kuat dibandingkan dengan perbuatan (dalam menunjukkan konotasi atau tuntutan). Hadis-hadis yang menunjukkan aurat laki-laki antara pusar dan lutut-termasuk paha-merupakan perkataan dan perintah Rasul saw. Adapun hadis mengenai terbukanya paha Rasul mendeskripsikan perbuatan Beliau. Perbuatan Beliau sendiri tidak bisa menggugurkan perkataan dan perintah Beliau. Menurut asy-Syaukani, tidak terdapat dalil secara khusus tentang meneladani Beliau semisal perbuatan itu. Juga tidak terdapat riwayat bahwa Anas, Abu Bakar dan Umar meneladaninya dengan berbuat seperti Beliau. Dengan demikian, yang wajib adalah berpegang pada perkataan dan perintah Beliau.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut ketentuan ushul, jika terdapat pertentangan antara perkataan dan perintah Rasul dengan perbuatan Beliau maka perbuatan Beliau itu harus dibawa sebagai kekhususan bagi Beliau, sedangkan perkataan dan perintah Beliau berlaku untuk kaum Muslim secara umum.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3 &lt;/span&gt;Jadi, paha bukan aurat hanya khusus bagi Beliau, sedangkan bagi kaum Muslim paha adalah aurat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan demikian, semua hadis di atas bisa digunakan sebagai dalil tanpa mengabaikan satu hadis pun yang sah dijadikan dalil.&lt;br /&gt;Walhasil, &lt;strong&gt;aurat laki-laki &lt;/strong&gt;adalah&lt;strong&gt; anggota tubuh antara pusar sampai ke lutut,&lt;/strong&gt; dimana pusar dan lutut tidak termasuk aurat&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Aurat Wanita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasul saw. pernah bersabda:&lt;em&gt;Wanita adalah aurat&lt;/em&gt;. (HR Ibn Hibban dan Ibn Khuzaimah).&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:Katakanlah kepada para wanita Mukmin, "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tampak padanya."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (QS an-Nur [24]: 31).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hadis di atas menyatakan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat. Ayat di atas menyatakan seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali yang biasa tampak. Maksud ayat tersebut adalah janganlah para wanita menampakkan tempat-tempat perhiasan mereka, kecuali yang biasa tampak, yaitu wajah dan kedua telapak tangan. Dengan demikian, wanita harus menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Ia harus mengenakan khimar (kerudung) yang menutupi seluruh kepala, rambut, leher, dan bahu; diulurkan menutupi kerah atau belahan baju di dada (QS an-Nur [24]: 31). Ia juga harus menutup seluruh badannya sampai kedua telapak kaki. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ummu Salamah menuturkan, Rasul saw. pernah bersabda (yang artinya): &lt;em&gt;"Siapa saja yang memanjangkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan memandangnya pada Hari Kiamat."&lt;/em&gt; Ummu Salamah bertanya,&lt;em&gt; "Lalu bagaimana wanita memperlakukan ujung pakaiannya?"&lt;/em&gt; Nabi saw. menjawab,&lt;em&gt; "Ulurkan sejengkal."&lt;/em&gt; Ummu Salamah berkata&lt;em&gt;, "Jika demikian, kaki mereka kelihatan."&lt;/em&gt; Nabi saw. menjawab,&lt;em&gt; "Hendaknya mereka mengulurkannya sehasta dan jangan ditambah lagi."&lt;/em&gt; (HR al-Bukhari). &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ummu Salamah memahami bahwa &lt;strong&gt;wanita harus menutup seluruh tubuhnya hingga kedua telapak kaki dan Rasul membenarkannya&lt;/strong&gt;. Hal itu juga dinyatakan dalam hadis-hadis mengenai keharusan menutup aurat bagi wanita dalam shalat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Riwayat yang sahih menyatakan bahwa Ibn Abbas, Ibn Umar, dan Aisyah, menafsirkan kalimat illâ mâ zhahara minhâ/kecuali yang biasa tampak darinya (QS an-Nur [24]: 31) dengan wajah dan kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan. Di samping itu juga banyak riwayat sahih yang menunjukkan bahwa keduanya, yakni wajah dan kedua telapak tangan memang biasa tampak dari wanita pada masa Rasul, yakni saat turunnya ayat tersebut. Begitu juga ketika para wanita itu bertemu dan berbicara dengan Rasul. Rasul pun mendiamkan fakta seperti itu. Wallâhu a'lam bi ash-shawâb. [Yahya Abdurrahman]&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catatan Kaki:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ar-Razi, Mukhtâr ash-Shihâh, I/193, Maktabah Lubnan Nasyirun, Beirut, cet. baru. 1995 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat, Ibn Manzhur, Lisân al-'Arab. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lihat, Asy-Syaukani, Nayl al-Awthâr, II/48-51, Dar al-Jil, Beirut. 1073; Mahmud bin Abdul Lathif 'Uwaidhah, al-Jâmi' li Ahkâm ash-Shalâh, bagian Satr al-'Awrah, Dar al-Wadhah-Muassasah ar-Risalah, Aman Yordania. Cet. III. 2003.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114767181518093840?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114767181518093840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114767181518093840&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114767181518093840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114767181518093840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/aurat.html' title='Aurat'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114657316221890927</id><published>2006-05-02T19:32:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:13.009+07:00</updated><title type='text'>Kiamat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Apabila bumi digoncangkan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung-gunung dihancurkan selumat-lumatnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 56:4-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Ketika bumi digoncangkan sekeras-kerasnya, dan bumi mengeluarkan semua isinya, manusia bertanya : 'Mengapa menjadi begini ?', dihari itu bumi akan menceritakan beritanya bahwa Tuhanmu telah memerintahkan seperti itu." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 99:1-5) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu, bahwa goncangan Sa'ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 22:1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh luar biasa sekali kejadian hari itu, hari dimana Allah menepati janji-Nya kepada semua makhluk-makhluk ciptaan-Nya, hari dimana tidak ada satupun yang dapat memberikan pertolongan dan hari yang tiada satu juga tempat bersembunyi. Bahkan meskipun makhluk itu pergi keplanet Saturnus sekalipun, begitu kata Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pergilah kamu kepada planet [zhillu] yang mempunyai 3 lingkaran, yang tiada lindungan karena dia tetap tidak akan menyelamatkan dari bencana [Sa'ah] bahwa dia [Sa'ah] melontarkan percikan api laksana balok seolah dia iringan [cahaya] yang kuning. Kecelakaan pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan [kebenaran].  &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 77:30-34)     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saturnus adalah planet nomor 2 besarnya dalam tata surya bumi kita ini dengan diameter 120,536 km (equatorial) dengan berat massa 5.68e26 kg dan mengorbit dengan jarak 1,429,400,000 km [atau sekitar 9.54 AU] dari matahari. Misi tak berawak yang pertama kali menyelidiki planet Saturnus ini oleh Pioneer 11 dalam tahun 1979 yang disusul oleh Voyager 1 dan Voyager 2. Saat ini sebuah pesawat tak berawak yang lain dan dilengkapi peralatan yang lebih canggih bernama Cassini tengah dalam perjalanan menuju planet Saturnus dan diperkirakan akan tiba pada tahun 2004. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Planet Saturnus memiliki angkasa yang kaya akan Hidrogen dengan sabuk-sabuk awan yang memantulkan sinar matahari dengan baik. Dan 3 lapis jaringan cincin [lingkaran] seputar Equator Saturnus yang indah itu memperhebat kecemerlangan planet tersebut. Lingkaran cincin itu sendiri diduga terdiri dari debu halus, kerikil kecil atau bulir-bulir es yang tak terhingga banyaknya. Planet ini memiliki 10 buah bulan dan satu diantaranya baru ditemukan pada tahun 1966. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Informasi lebih lainnya mengenai Planet Saturnus ini bisa anda lihat dalam situs : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.seds.org/billa/tnp/saturn.html"&gt;&lt;span &gt;http://www.seds.org/billa/tnp/saturn.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Itulah dia hari kiamat, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hari Sa'ah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(waktu kehancuran total yang ditentukan), &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yaumul Hasrah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(hari penyesalan), &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yaumul Muhasabah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(hari perhitungan), &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yaumul Wazn &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(hari pertimbangan) dan sejumlah nama lain yang kesemuanya menunjukkan mengenai kiamat yang akan terjadi dalam satu hitungan yang mengagetkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapankah datangnya ?". Katakanlah: "Hanya disisi Tuhankulah pengetahuan /ilmu/ tentangnya; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. ia /Kiamat/ itu amat dahsyat untuk langit dan bumi. Dia tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu /pengetahuan/ tentangnya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 7:187) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimanakah sebenarnya peristiwa pada hari tersebut jika kita menganalisanya dengan penganalisaan Qur'an dan Science ? Adakah kiamat itu diberlakukan oleh Allah secara begitu saja dan tanpa melalui proses alamiah ?  Marilah kita telaah terlebih dahulu ayat-ayat Allah yang bersangkutan tentangnya didalam AlQur'an dan menghubungkannya dengan kajian Science. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat yang bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang dijanjikan itu adalah benar. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 51:1-5) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang merubah waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai satu kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 100:1-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari meledaknya tata surya ini dengan bencana besar serta diturunkannya para malaikat secara bersungguh-sungguh. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 25:25) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari tata surya ini digoncang dengan sebenar-benar goncangan dan orbit akan terlepas dengan luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 52:9-10) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh, tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta lautan mendidih. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 81:1-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tata surya akan pecah karenanya sebagai bukti janji-Nya ditunaikan; Sungguh, ini satu peringatan, barang siapa yang mau mengikuti niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 73:18-19) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maha Besar Allah yang telah membukakan sedikit tabir rahasia-Nya kepada manusia mengenai hari perjanjian dengan segala kelogisannya yang sudah sepantasnya menjadi bahan pemikiran bagi kaum yang mau memikirkan serta bagi mereka yang benar-benar mengharapkan ridho dari Tuhannya. Melalui AlQur'an, wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw sang utusan mulia sekitar 14 abad yang lalu ditanah Arabia telah menyajikan secara gamblang proses kehancuran tersebut berdasarkan data-data ilmiah yang mampu dicapai oleh pemikiran manusia diabad 20 ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AlQur'an memberitakan bahwa kehidupan dalam tata surya ini akan ditutup sekaligus secara mendadak dengan alasan dan pembuktian yang logis dan komplit. Hidup didunia ini adalah selaku ujian terhadap manusia yang akan menentukan nilai bagi setiap diri untuk ditempatkan pada golongan yang baik atau jahat diakhirat nanti yang berpokok pangkal &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 51:56). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan alasan ini teranglah bahwa hidup kini bukan terwujud dengan sendirinya tanpa ujung pangkal, bukan pula menjalani reinkarnasi dengan mati dan hidup berulang kali dengan jalan penitisan kepada makhluk/zat lainnya, malah sesuai dengan pemikiran wajar berdasarkan hukum kausalita yang berlaku.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari kehancuran total itu oleh AlQur'an dinamakan Sa'ah, yaitu waktu penutupan kehidupan massal yang ditentukan Allah, tak seorangpun yang dapat mengetahui kapan waktu pastinya sebagai satu pengujian kepada setiap diri mengenai Iman dan Ilmunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiada kejadian Sa'ah itu melainkan dalam sekejapan mata atau lebih cepat lagi. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. (QS. 16:77) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada ayat 16:77 diatas telah disebutkan bahwa kedatangan Sa'ah itu terjadi dalam tempo yang sangat singkat, dan digambarkan kecepatannya melebihi kejapan mata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekarang mari sejenak kita melihat ramalan James Scotti dari Universitas Arizona yang mengamati sebuah Asteroid yang diberi nama XF 11 melalui teleskop 36 inci pada 6 Desember 1997 dan menyatakan bahwa kemungkinan XF 11 itu bakal menghantam bumi pada tahun 2028.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menurut perhitungan yang dilakukan pada 23 Maret 1998 lalu, posisi terdekat Asteroid XF 11 pada 26 Oktober 2028 adalah 600.000 mil atau 954.340 kilometer. Kecepatan obyek angkasa ini saat itu diperkirakan mendekati 13.914 km/detik, tulis sebuah laporan ilmiah yang dikeluarkan Donald K. Yeomans dan Paul W. Chodas, astronom NASA yang khusus melakukan prediksi garis orbit komet, asteroid, planet, dan benda angkasa lain di bawah sistem tata surya matahari, dengan bantuan komputer. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perhitungan terakhir posisi XF 11 dilakukan berdasarkan pantauan astronom Eleanor Helin, Brian Roman, dan Ken Lawrence yang bersama Donald dan Paul tergabung dalam tim NEAT (Near Earth Asteroid Tracking) di Jet Propulsion Laboratory (JPL NASA), Pasadena AS. Perhitungan ini berarti mengandaskan ramalan bumi bakal kiamat 30 tahun lagi dan kembali ke zaman batu setelah sebuah asteroid selebar satu mil (1,6 kilometer) menghantam bumi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kedua pengamatan terhadap PHA 108 (potentially hazardous asteroid), yaitu kode yang diberikan terhadap XF 11 ini menyimpulkan, pada 2028, garis edarnya paling dekat dengan bumi, sekitar 50.000 mil saja. Jarak itu cukup dekat dengan daratan dan merupakan alamat buruk bagi penghuni bumi.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peter Schelus, peneliti lain dari Mc Donald Observatory di Texas lalu memasuki percaturan. Awal Maret lalu, ia menggambarkan akan terjadi 88 hari ketika angkasa dipenuhi jalur asteroid yang berpijar. Garis pijar yang menggemparkan ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di Eropa.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadwal kedatangan Asteroid XF 11, kata Peter, adalah pada 26 Oktober 2028 sore pukul 13.30 waktu pantai timur AS (atau 01.30 dini hari WIB). Saat itu, NEO (Near Earth Object), yaitu XF 11 sudah berada pada jarak 26.000 mil atau bisa lebih dekat lagi! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau benar-benar terjadi, ya tadi itu, kehancuran total bagi segala peradaban di muka bumi. Berbagai analisis lalu bermunculan dalam bentuk terbitan terbatas, media cetak, tayangan film dokumenter, sampai mini seri televisi yang sanggup menyedot perhatian seluruh dunia, khususnya di AS.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seperti artikel New Yorker edisi awal tahun yang menyebutkan, akibat tabrakan hebat dengan asteroid, separoh populasi bumi akan sirna. Kemudian sebuah film dokumenter yang ditayangkan Discovery selama dua jam sanggup membangkitkan kekhawatiran. Begitu juga film serupa arahan National Geographic. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keberadaan XF 11 dan lintas orbitnya makin ramai diperbincangkan. Stasiun televisi NBC tak mau kalah dengan menyajikan miniseri Asteroid, memanfaatkan histeria massa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Asteroid (kelas) XF 11 saat memasuki atmosfir bumi diperkirakan memiliki kecepatan 45.000 mil per jam atau sebanding dengan 100 kali kecepatan peluru yang ditembakkan. Ketika menghantam bumi, ledakan yang ditimbulkan setara dengan 500.000 megaton TNT (ukuran ledakan). Sebagai perbandingan, bom atom yang membumihanguskan Hiroshima diperkirakan sebesar 0,015 megaton. Kekuatan ini sanggup membentuk terowongan di atmosfir sepanjang lima mil. Hujan api dan perubahan cuaca pun terjadi secara drastis lantaran iklim global berubah. Sinar matahari terhalang oleh debu yang tersebar dalam jumlah besar di lapisan stratosfir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bumi memang berada pada daerah terpaan asteroid dan komet. Namun, atmosfir bumi melindungi penghuninya dari bebatuan ruang angkasa kecil seukuran butiran pasir atau kelereng yang setiap hari menghujani bumi. Kebanyakan asteroid mengikuti jalur edar antara dua planet, yaitu Mars dan Jupiter, tapi asteroid itu saling mempengaruhi dan bahkan terpengaruh oleh Jupiter. Akibatnya, sebagian asteroid keluar dari jalur dan kemudian memasuki orbit Mars atau Bumi.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bintang berekor di malam hari adalah bukti benda ruang angkasa yang terbakar ketika memasuki atmosfir. Kebanyakan asteroid berdiameter 10 meter akan hancur sebelum menumbuk bumi. Walau demikian, masih ada beberapa pecahan yang sempat tiba di permukaan bumi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana kalau asteroid jatuh di laut? Jika jatuh di Laut Jawa misalnya, akan menimbulkan tsunami setinggi 130 meter. Dan mengakibatkan gelombang hebat yang menyapu kota-kota sejauh 10 mil dari garis pantai. Bukankah menurut para ilmuwan, punahnya dinosaurus akibat serangan meteor yang terjadi 65 juta tahun lalu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perhitungan orbit yang akurat adalah modal utama. Soalnya, menurut penelitian Spaceguard Survey yang menghabiskan US$50 juta selama 10 tahun -yaitu lembaga yang mampu menaksir populasi dan melakukan identifikasi besarnya obyek NEAR (Near Earth Asteroid Rendezvous) yang berpotensi menabrak bumi melalui penjejak sistematik yang terdapat pada monitor efektif- memperkirakan, sekitar 4.000 asteroid dengan ukuran satu kilometer ke atas, melintas di sekitar bumi. Dari jumlah itu, cuma 150 yang dapat dikenali. Sementara ukuran lebih kecil seperti yang jatuh di Tunguska, jumlahnya lebih banyak, yaitu 300.000. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tim NEAT menghapus kekhawatiran itu melalui perhitungan mereka. Tapi Brian Marsden dari Smithsonian Astrosphysical Observatory, yang ikut mendorong penemuan kalkulasi garis orbit terakhir, masih penasaran. Marsden menyebutkan bahwa dasar perhitungan itu menurut gambar XF 11 yang ditangkap pada 1990. Bahwa perhitungan yang sangat akurat dapat dilakukan lagi saat XF 11 berdekatan dengan bumi pada 31 Oktober 2002. Melalui radar optik, garis edar XF 11 yang tepat bisa disimpulkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Benarkah kiamat akan terjadi pada tahun 2028 yang diakibatkan oleh XF 11 ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masih terlalu dini untuk menyimpulkan demikian, Asteroid XF 11 meskipun menghantam bumi dia tidak akan mengakibatkan hancurnya tata surya sebagaimana yang di jelaskan oleh Qur'an.  Menurut hukum Fisika, kecepatan pandangan mata sama besar dengan kecepatan gerak sinar atau gelombang radio. Sinar bergerak sekitar 186.282 mil sedetik. Dalam satu tahun atau selama 365 hari ada 31.536.000 detik. Jadi sinar bergerak dalam satu tahun sejauh 5.874.589.152.000 mil, dan ini dinyatakan 1 tahun sinar, biasanya angka ini dibulatkan menjadi 6 billion mil. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu sinar dari matahari untuk mencapai bumi dibutuhkan waktu 8.3 menit [juga biasanya dibulatkan menjadi 8 menit sinar saja]. Jadi jika misalnya matahari itu mendadak hilang dari angkasa maka keadaan itu baru dapat kita lihat 8 menit kemudiannya, karena memang sekianlah kecepatan kejapan mata atau pandangan mata [menurut hukum Fisika]. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kini dikatakan Sa'ah itu lebih cepat lagi, maka kecepatan yang melebihi gerakan sinar untuk saat ini yang dikenal adalah komet. Dan komet itu melayang diantara bintang-bintang angkasa hanya dalam waktu beberapa saat saja, padahal seperti diketahui orang, jarak bintang terdekat adalah 4 tahun gerak sinar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi Sa'ah itu berlaku cepat sekali seperti kecepatan gerak komet [atau memang justru komet itu sendirilah yang dijadikan Allah selaku penyebab terjadinya Sa'ah nantinya ?]. Mari kita bahas masalah ini : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komet adalah benda angkasa yang DIDUGA oleh para ahli terdiri dari debu, es dan gas yang membeku. Komet menyala dan membentuk ekor gas bercahaya tatkala lewat didekat matahari. Ia memiliki lintasan yang lonjong, berbeda dengan lintasan planet yang berbentuk lingkaran.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Komet terang sering tampak pada siang hari. Ekornya bisa lengkung meliputi setengah bola langit, dan para Astronom juga menduga ada sekitar 100.000 buah komet diangkasa raya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan sebagaimana yang dikatakan (QS. 7:187) yang sudah kita ulas diatas, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahwa tidak akan ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan saat Sa'ah itu terjadi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karenanya jika kita mencoba mengasumsikan bahwa memang komet itulah yang akan menjadi penyebab Sa'ah maka pantas ramalan para sarjana mengenai rombongan komet yang dapat dilihat dari bumi selalu gagal begitupun rombongan komet yang dinamakan Kohoutek pada bulan Desember 1973. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada satu ayat Qur'an yang cukup mengundang perhatian kita untuk menghubungkannya kepada penyebab kejadian pada hari Sa'ah itu, ayat tersebut adalah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan [benda] yang membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Ada Delapan". &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 69:17) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;'Arsy yang selama ini ditafsirkan oleh sebagian besar orang sebagai singgasana dimana Allah berdiam itu saya anggap keliru, sebab Allah tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika dikatakan bahwa Allah *duduk* diatas 'Arsy maka berarti Allah memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung, padahal Allah Maha Suci dan Maha Mulia dari semua itu ! Sungguh kontradiksi sekali dengan sifat-sifat keTuhanan yang dikenal didalam Islam sebagai Asma ul Husna . &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh, jika kita mau memperhatikan Qur'an secara lebih teliti akan kita dapati beberapa pengertian untuk 'Arsy ini, misalnya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang didirikan, yang dibangun seperti bangunan dijaman Nabi Sulaiman &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[QS. 27:38]; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bangunan dijaman Nabi Yusuf &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[QS. 12:100] atau &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bangunan yang ada di Palestina dahulu kala &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[QS. 2:259]. Lebih jelas lagi [QS. 7:137] dimana dinyatakan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;'Arsy itu berarti bangunan yang dibangun oleh Fir'aun&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;'Arsy juga berarti semesta raya atau universe karena dia dibangun atau didirikan oleh Pencipta Esa.  Ayat tentang itu banyak sekali, antara lain : QS.11:7, QS.7:54, QS.40:6, QS.39:75 dan QS.69:17. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua benda angkasa dinamakan semesta raya atau langit bagi manusia dan merupakan 'Arsy Allah, termasuk planet-planet, bulan-bulan [satelites], komet dan apa-apa yang ada diantaranya. Semua benda itu dibangun oleh Allah sebagai yang dimaksud ayat 11:7. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari [maksudnya 6.000 tahun karena 1 hari Allah = 1000 tahun manusia berdasarkan ayat 22:47] dan adalah semestanya atas Almaa' ... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 11:7) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semesta raya disusun begitu rupa terdiri dari jutaan bima sakti/galaksi. Masing-masing bima sakti terdiri dari jutaan bintang yang setiapnya dikitari oleh planet-planet yang umumnya juga dikitari oleh bulan-bulan sebagai satelitnya. Satu bintang dengan beberapa planet dan bulannya dinamakan tata surya atau solar system. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kita kembali pada ayat 69:17 sebelumnya yang mengatakan bahwa kelak pada hari Sa'ah akan ada 8 yang membawa semesta raya ini padanya yang karena itu dia disebut sebagai yang menguasai. Adalah satu hal yang cukup masuk akal jika kita telah berasumsi bahwa yang 8 dimaksudkan oleh Alqur'an ini adalah 8 rombongan komet yang akan datang dengan kecepatan penuh dan menjadikan penyebab hari Sa'ah tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para ahli Astronomi telah sama mengetahui kedatangan suatu komet yang dinamakan komet halley ditaksir besarnya ribuan kali besar matahari dan panjangnya diperkirakan 500 juta mil atau lebih kurang 6 kali jarak antara matahari dan bumi [lebih panjang dari 1.000 AU]. Pada bulan April 1970 pernah pula kelihatan komet yang seperti itu bergerak dari belahan selatan ke utara selama sebulan penuh menjelang subuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau orang hanya mengikuti pendapat dan dugaan ahli-ahli angkasa Barat tentang komet, maka akhirnya orang akan berpendapat bahwa komet itu hanya benda angkasa yang tidak perlu dihiraukan karena mereka menganggapnya tidak berarti sama sekali. Dan ini bertentangan dengan AlQur'an yang dengan nyata mengatakan bahwa Allah tidak pernah menjadikan langit dan bumi ini dengan kesia-siaan atau dengan kata lain tanpa maksud dan tujuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu, dan itu telah menjerumuskan kamu, maka jadilah kamu orang-orang yang merugi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 41:23) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan mereka berkata: &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 45:24) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan dusta atas nama Allah pada hari kiamat ? Sungguh, Allah Yang mempunyai karunia atas manusia tetapi kebanyakan mereka tidak berterimakasih. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 10:60) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau bintang-bintang berfungsi mengatur kehidupan diplanet-planet yang mengorbitnya, maka komet merubah kehidupan secara mendadak, dia membentur semua bintang diangkasa luas secara berganti-ganti menurut ketetapan yang ditentukan Allah sesuai dengan arah layang komet yang tidak berorbit jelas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk atau dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (mereka itu berkata): "Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 3:191) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya secara bermain-main. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 44:38) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para Astronom Barat terlalu cepat mengambil kesimpulan untuk menentukan wujud dari komet itu dengan mengatakan ia terdiri dari debu, es dan gas yang membeku. Sebab jika benar demikian, maka tentunya komet itu akan jatuh kepada planet atau matahari seperti jatuhnya meteorities, padahal belum pernah diketahui sebuah komet telah jatuh seperti demikian. Begitupula halnya dengan orbit komet yang dianggap pula oleh Astronom Barat itu sebagai keluarga tata surya.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang seharusnya dapat mengambil pelajaran tentang komet Kohoutek pada bulan Desember 1973 yang ternyata telah keluar dari gugusan bintang lain, yaitu kelihatan dari celah-celah galaksi lain disemesta raya ini. Orang telah gagal dengan anggapannya yang mengatakan bahwa wujud komet terdiri dari pasir dan juga gagal dalam menentukan orbitnya yang dikatakan ellips, padahal sebenarnya komet itu mengedar tanpa orbit yang jelas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam hal ini manusia, khususnya umat Islam harus istiqomah terhadap kitab suci AlQur'an yang berisikan petunjuk dan sumber ilmu pengetahuan bagi manusia. Bukankah Allah sudah bersumpah pada ayat 37:1-5 dibawah ini yang menyamakan arti semesta raya yang berjuta milyar bintang dengan 8 buah benda berapi [komet] penghancurnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi [bintang-bintang] yang berbaris tersusun [disemesta raya], Demi [benda angkasa] yang membentur dengan benturan Demi [ayat-ayat Qur'an] yang menganalisakan pemikiran Bahwa Tuhanmu adalah satu, yaitu Tuhan semua planet dan bumi ini serta apa yang ada diantaranya serta Tuhan bagi tempat-tempat terbit matahari [dalam setiap planetnya]. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 37:1-5) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang tidak berkesempatan banyak untuk mempelajari komet karena terlalu jauh dan jarang sekali kelihatan, untuk komet Halley saja melakukan lintasan kepada matahari dalam kurun waktu 76 tahun sekali, komet Kohoutek 75.000 tahun untuk melengkapi peredarannya sedangkan komet Encke yang memiliki lintasan terpendek menghampiri matahari tiap 3,3 tahun sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada tahun 1993 Eugene dan Carolyn Shoemaker serta David Levy menemukan sebuah komet baru yang diberi nama komet Shoemaker-Levy 9 [sesuai dengan nama penemunya] Informasi selengkapnya mengenai komet SL 9 ini bisa anda lihat dalam situs : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.seds.org/billa/tnp/sl9.html"&gt;&lt;span &gt;http://www.seds.org/billa/tnp/sl9.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ayat 42:5 juga memberitahukan kepada kita bahwa pada masa lalu, pernah berlaku pendekatan layang sekelompok komet [yang besar] hingga merobah posisi planet-planet dalam tata surya ini. Akibatnya, terjadilah topan Nabi Nuh dan berpindahlah kutub-kutub bumi dari tempatnya semula ketempat yang baru sebagaimana yang kita kenal sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hampir saja planet-planet itu terseret [oleh komet] dari atasnya, dan malaikat tasbih dengan memuja Tuhan mereka serta memintakan ampun bagi orang dibumi. Ingatlah bahwa Allah itu Pengampun dan Penyayang. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 42:5) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peristiwa Topan Nabi Nuh sudah ditentukan oleh Allah dengan rencana tepat dan logis, tidak semata-mata untuk mengazab mereka-mereka yang kafir terhadap petunjuk Nabi-Nya namun lebih jauh dari itu berfungsi untuk perbaikan stelsel tata surya, khususnya planet bumi. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[masalah ini akan kita bahas dalam artikel : Kealamiahan mukjizat Nabi Nuh dan Nabi Musa] &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seimbang dengan ayat 42:5 diatas, maka Ayat 69:13 menyatakan sebaliknya, bahwa kelak dikemudian hari serombongan komet akan datang membentur/menyeret tata surya kita, waktunya sangat dirahasiakan, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Waktu itu akan tergoncanglah planet-planet dengan hebatnya terseret mengikuti layang sekumpulan komet itu dan musnahlah semua yang hidup kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah sebagaimana yang terdapat dalam ayat 39:68 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apabila ditiupkan sangkakala dengan sekali tiupan, terbawalah bumi ini dan semua tenaga alamiahnya lalu bergoncanglah ia sekali goncangan maka ketika itu menimpalah yang menimpa dan pecahlah tata surya ini pada hari itu menurut ketentuan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 69:13-16) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan ditiupkan sangkakala lalu mati apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada dibumi kecuali apa saja yang dikehendaki oleh Allah, kemudian akan ditiupkan padanya [sekali lagi] maka tiba-tiba mereka bangkit [dari mati dan] menunggu [pengadilan Tuhan atas mereka]. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 39:68) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah dan bagaimana waktu itu kejadian penyeretan tata surya ini dan dengan jalan bagaimana pula Allah menjalankan hukum-hukum Kausalita-Nya untuk memberikan perlindungan kepada apa yang dikecualikan-Nya seperti pada ayat 39:68 diatas ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mari kita jawab bersama ... Perhatikan ulang firman Allah berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi yang meluncur dengan cepatnya dan memercikkan api yang merubah waktu subuh dan menimbulkan debu yang berpusat padanya sebagai satu kesatuan. Sungguh, manusia itu tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 100:1-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi yang terbang dalam keadaan bebas, yang membawa beban berat yang bergerak dengan mudahnya dan membagi-bagi urusan; bahwasanya yang dijanjikan itu adalah benar. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 51:1-5) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi yang membentur dengan benturan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 37:2) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari ayat Qur'an diatas kita bisa membaca bahwa kelak akan datang sekumpulan benda angkasa yang meluncur dengan cepat sambil memercikkan api [QS. 100:1] yang telah ditentukan Allah untuk membentur tatasurya kita ini [QS. 37:2] lalu menyeretnya menurut layangnya disemesta luas [QS. 100:4] hingga habislah semua bintang diangkasa itu semuanya terseret pada waktu tertentu berturut-turut [QS. 51:4].   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu itu matilah semua makhluk berjiwa dalam daerah tatasurya [QS. 39:68] hari itu tidak ada tempat berlindung sama sekali bagi manusia sekalipun dia mencoba ke planet Saturnus dengan dugaan bahwa cincin yang melingkar pada Saturnus itu dapat melindunginya dan itu sudah dibantah oleh Qur'an pada 77:30-34 yang sudah kita bahas pada bagian atas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tolong perhatikan masing-masing ayat yang saya tunjuk diatas untuk menemukan relevansinya Dengan ini saja kita bisa mengambil kesimpulan bahwa benda angkasa yang dimaksudkan kemungkinan besar adalah komet yang memiliki karakteristik nubuatan Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang menjadi ekor komet sebagai yang kita lihat melayang diangkasa bebas adalah bintang-bintang dengan semua planet dan bulannya yang telah dibentur dan diseret oleh komet itu lebih dahulu. Demikian pula akan berlaku pada tata surya kita ini bila nanti sudah datang perintah dari Allah saatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu kenapa rombongan komet itu kelihatan kecil saja ?  Itu tidak lain karena disebabkan dia berada sangat jauh dibalik jutaan bintang atau malah mungkin pula dibalik jutaan galaksi. Suatu komet tidak dapat diperkirakan besarnya dengan satu kepastian, mungkin ribuan kali lebih besar dari matahari kita, dia bergerak tanpa orbit yang jelas karena dia terbentuk dari non partikel dengan massa yang semakin besar yang diakibatkan oleh sifat kohesi sesamanya dan bergabung dengan Nebula atau awan susu, dia lari dari partikel tetapi mempunyai sifat bergabung sesamanya seperti Ionosfir yang melingkupi planet. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demikian pula komet lari dari setiap bintang yang ditemuinya tetapi karena terlalu besar dan terlalu cepat layangnya [dalam Qur'an diistilahkan yang terbang bebas dan berbeban berat serta mudah dalam pergerakan] maka dalam gerak demikian dia membentur setiap tatasurya yang menghalangi arah geraknya, langsung membentur dan menyeret. Waktu itu juga seluruh Ionosfir akan bergabung dengan komet, sehingga berakibat setiap tatasurya yang dibentur komet itu otomatis menurut kepada benda raksasa itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika komet membentur tatasurya dia terpaksa merobah arah geraknya beberapa derajat karenanya komet itu nantinya akan menempuh seluruh daerah semesta raya, ditimbulkan oleh sifatnya yang anti partikel. Maka dari itu akan amat janggal sekali jika kita mengikuti Dugaan Astronomi Barat bahwa komet itu terdiri dari pasir atau es yang mengorbit keliling matahari kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan sifat anti partikel itu, komet tidak menjalani garis orbit tertentu, karenanya sebagaimana yang sudah kita tuliskan pada bahagian atas bahwa orang pernah melihat komet itu bergerak dari selatan keutara atau sebaliknya. Jika komet termasuk keluarga tatasurya kita maka otomatis dia harus patuh pada hukum tatasurya dan bintang-bintang lain bahwa semuanya bergerak dari barat ketimur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembenturan komet atas setiap bintang bukan terlaksana sekaligus, bukan dalam satu ketika melainkan melalui proses ilmiah yaitu secara berangsur-angsur sehingga kian lama wujudnya semakin membesar dalam masa yang amat panjang dan itu telah mulai terjadi semenjak ribuan tahun yang lalu dan akan tetap seperti itu hingga masa ketentuan itu diberlakukan Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mungkin hal itu susah digambarkan dalam ingatan bahwa langit biru yang ada diatas kita ini kelak tiada lagi berbintang karena semuanya mengikut pada 8 rombongan komet seolah komet itu yang menguasai semesta raya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan yang menguasai itu berada atas bagian-bagiannya dan yang membawa semesta Tuhanmu diatas mereka ketika itu "Ada Delapan". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 69:17) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahwa setiap planet itu berputar disumbunya untuk mewujudkan siang dan malam serta Timur dan Barat bagi permukaan masing-masing planet itu adalah sudah satu hukum yang pasti dalam ilmu Astronomi. Semua bintang berada pada posisi tertentu disemesta raya dengan sifat Repellent antara satu dengan lainnya tersusun rapi sesuai dengan hukum-hukum yang sudah ditetapkan Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh, Allah menahan planet-planet dan bumi agar tidak luput /dari garis orbitnya/, Jika semua itu sampai luput, adakah yang dapat menahannya selain Dia ? Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 35:41) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi mesti dijelaskan disini dalam hubungannya dengan banyak ayat Qur'an yang lain serta kajian Ilmu pengetahuan modern, setiap planet memiliki Rawasia [tenaga alamiah] Simple karenanya tidak akan kejadian dua planet dempet bersatu; sebaliknya setiap planet dalam tatasurya ini akan dempet bersatu dengan matahari yang dikitarinya namun tidak akan lebur mencair karena masing-masingnya dikungkung oleh batang magnet yang membujur dari Utara ke Selatan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal ini berlaku sewaktu tatasurya ini diseret oleh komet sehingga menyebabkan susunan planet kacau balau. Orbit dan jarak tertentu tak terlaksana lagi masing-masingnya tertarik jatuh pada matahari disebabkan Rawasia yang berlainan. Setiap planet itu melekat pada matahari dalam keadaan utuh berupa globe yang senantiasa bulat dan tetap berputar disumbunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masalah Rawasia/Batang Magnet/Tenaga Alamiah ini sudah kita bahas dalam artikel Piring terbang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal demikian sangat penting sekali terjadi karena dengan itu tidak akan kejadian adanya suatu planet dalam tatasurya kita ditarik oleh bintang lain, tetapi hal itu pulalah yang menyebabkan permukaan setiap planet terbakar, lautan menguap habis, gunung-gunung meleleh dan setiap benda mencair jadi atom asal seperti diterangkan oleh ayat 81:1 s.d 81:6 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika matahari digulung (olehnya) dan bintang-bintang meluluh, tenaga alamiah pun terlepaskan [dari posisi orbitnya], relasi (hubungan molekul pada benda) ditinggalkan dan semua unsur dikumpulkan serta lautan mendidih. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 81:1-6) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akan tetapi lain keadaannya dengan bulan-bulan yang menjadi satelit mengitari planet. Untuk itu AlQur'an menerangkan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semakin dekat Sa'ah dan terpecahnya bulan-bulan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 54:1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan lenyaplah bulan-bulan itu serta dikumpulkanlah bulan-bulan itu bersama matahari. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 75:8-9) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bulan memiliki Rawasia Spot atau Mascon, yaitu titik pusat magnet yang berada dalam tubuhnya, karena itu dia tidak pernah berputar tetapi mengedar keliling planet. Makanya bulan terwujud dari pasir halus tak memadat, bergravitasi sangat lemah. Bulan mengorbit matahari dengan jarak 384,400 km dari planet bumi kita dan bergaris tengah 3476 km dengan massa 7.35e22 kg. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sewaktu planet-planet jatuh tertarik dempet pada matahari pada hari Sa'ah tersebut maka setiap bulan itu tak mungkin mempertahankan wujud globenya, masing-masing akan meleleh menjadi satu dengan matahari dan mulai saat itu hilanglah bulan untuk selama-lamanya sebagaimana tercantum pada ayat 75:8-9 diatas dan sesuai pula dengan ayat 39:68 yang menyatakan bahwa pada ledakan pertama itu semua yang hidup akan mati kecuali apa-apa yang dikehendaki oleh Allah, dan secara kesimpulan *goblok* salah satu benda yang tidak akan dimusnahkan oleh Allah itu adalah planet bumi kita ini sebab pada saat itu bumi tidak lebur kedalam matahari dalam pengertian meleleh melainkan akan mewujudkan satu keadaan baru sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya yang lain serta beberapa Hadist Nabi Muhammad Saw yang akan kita bahas dibawah ini : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada hari Kami putarkan tata surya ini laksana putaran radiasi untuk ketetapan-ketetapan [Kami]. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebagaimana Kami memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya kembali sebagai janji atas Kami. Sungguh pasti akan Kami tepati [janji itu]. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 21:104) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[Yaitu] hari dimana bumi diganti dengan bumi yang lain [dalam rupanya] begitu pula planet-planet, dan mereka semuanya tunduk kepada Allah yang Esa dan Perkasa. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 14:48) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wahai manusia, insyaflah pada Tuhanmu, Bahwa &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;goncangan Sa'ah itu adalah sesuatu yang amat dahsyat. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 22:1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia berfirman: &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Di sana engkau hidup dan disana pula engkau akan mati, dan dari sana pula engkau akan dibangkitkan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(QS. 7:25) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Sahal bin Sa'ad ra. katanya: Rasulullah Saw bersabda: &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dikumpulkan manusia pada hari kiamat di Bumi yang putih kemerah-merahan bagai dataran yang bersih, tidak ada tanda-tanda penunjuk untuk siapapun". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(HR. Imam Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Mikdad bin Aswad ra. katanya: Rasulullah Saw bersabda: &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Didekatkan matahari kepada manusia dihari kiamat sehingga jarak matahari dari mereka sekira satu mil. Manusia digenangi keringat menurut ukuran amal mereka..." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(HR. Imam Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi jelaslah bahwa bumi kita ini dan juga matahari tidak akan hancur saat itu melainkan akan diperbaharui bentuk dan keadaannya sebagaimana Firman Allah dan Hadist Rasul diatas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Wassalam, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Armansyah - Palembang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114657316221890927?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114657316221890927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114657316221890927&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114657316221890927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114657316221890927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/kiamat.html' title='Kiamat'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647996168748563</id><published>2006-05-01T17:23:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:12.930+07:00</updated><title type='text'>Isra' dan Miraj</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.7.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman Nabi Muhammad melakukan Isra' dan Mi'raj termasuk hal yang juga masih mendapat banyak perdebatan didunia Islam khususnya dan dunia Barat pada umumnya yang memang memandang kisah tersebut dengan kacamata skeptis dan menganggapnya hanya sebagai khayalan dan bualan dari Nabi belaka.;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaliknya umat Islam sendiri meributkan apakah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi tersebut dilakukan secara jasmani atau perjalanan rohani. Semuanya didasarkan pada cara pandang masing-masing orang dalam menafsirkan ayat dan hadis yang berhubungan dengan kejadian ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kisah perjalanan malam Nabi Muhammad yang terjadi pada saat beliau kehilangan istri dan paman yang dikasihinya inipun sebenarnya secara obyektif dapat juga dianalisa melalui kacamata ilmiah dimana apa yang beliau alami sekitar 1400 tahun yang silam itu tidak ubahnya seperti seorang pebisnis yang melakukan perjalanan pulang-pergi dengan pesawat terbang dari suatu tempat ketempat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maha Suci Dia yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram kemasjidil aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya, untuk Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan Kami; Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 17 al-Israa' : 1&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan segala kesucian-Nya, bebas dari kemauan, kehendak maupun ketinggian teknologi yang ada pada diri seorang hamba-Nya Muhammad, Allah telah memperjalankannya pada suatu malam yang sepi dengan segala kelengkapan dan fasilitas yang mengelilinginya sehinga terhindar dari segala hal buruk yang dapat terjadi selama perjalanan itu berlangsung dari suatu tempat bernama Masjid al-Haram dengan tujuan memperlihatkan kerajaan Allah dialam semesta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disurah yang lain Allah berfirman sehubungan peristiwa ini :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perhatikanlah bintang ketika dia menghilang, tidaklah kawanmu (Muhammad) orang yang sesat dan bodoh, tidak juga perkataannya itu berasal dari hawa nafsunya pribadi, apa yang diucapkannya adalah wahyu yang disampaikan dan yang diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat (Jibril) yang mempunyai akal yang cerdas. Dan dia telah menampakkan rupanya yang asli saat dia berada diufuk yang tinggi lalu dia mendekat dan menjadi rapat (terhadap diri Muhammad) tidak ubahnya berjarak antara dua busur panah atau lebih dekat lagi; kemudian dia (Jibril) meneruskan kepadanya (Muhammad) apa saja yang telah diwahyukan; hatinya tidak mendustakan apa yang sudah dilihatnya, maka apakah kamu hendak membantah apa yang sudah dia lihat? Dan sungguh dia telah melihatnya pada kesempatan yang lain, di Sidratul Muntaha yang didekatnya ada Jannah tempat tinggal; ketika Sidratul Muntaha itu diliputi sesuatu yang melapisinya maka tidaklah dirinya berpaling dari apa yang terlihat dan tidak juga dia bisa melebihinya, sungguh dia telah melihat tanda-tanda Tuhannya yang paling hebat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;- Qs. 53 an-Najm : 1 s/d 18&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam ayat yang cukup panjang diatas, dipaparkan bagaimana dalam peristiwa perjalanan malamnya itu Nabi Muhammad berjumpa dengan malaikat Jibril dengan wujudnya yang asli seperti yang pernah disaksikannya saat pertama kali beliau mendapat wahyu digua Hira.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita analisa ayat per ayatnya maka tidaklah sulit bagi kita untuk mengetahui bahwa semua yang sudah dialami oleh Nabi Muhammad tersebut bukanlah bualan maupun mimpi-mimpi belaka, tidak juga yang dialaminya merupakan sekedar pengalaman rohani yang tidak melibatkan jasad jasmaninya karena disitu dicantumkan keterangan bahwa hati Nabi sebagai rohani tidak mungkin mendustakan apa yang sudah dilihat oleh matanya sebagai indra jasmani.&lt;br /&gt;Sebab itu juga kita bisa mengerti bila ada sebagian orang yang tadinya beriman namun setelah beliau menceritakan pengalaman terbangnya yang hanya dalam setengah malam saja berbalik murtad dan mendustakan kenabiannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peradaban masyarakat Mekkah secara khusus dan dunia secara umumnya kala itu masing sangat rendah bahkan Eropa belum lagi mengenal masa renaisansnya, dunia juga belum mengenal pesawat terbang, orang masih berkhayal terbang dengan permadani atau kuda sembrani seperti pada film Aladdin dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pesawat terbang sendiri baru dibuat pada abad 19 yaitu bulan Desember 1903 oleh Wright bersaudara (Wilbur Wright dan Orville Wright) dengan percobaan pertama mereka diatas padang pasir Kitty Hawk, Carolina Utara, Amerika Serikat (Sumber : Brian Williams, Pustaka Pengetahuan Modern, Pesawat Terbang, terj. Dadi Pakar, Penerbit PT. Widyadara, Jakarta, hal. 3)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kejadian didalam mimpi tidak perlu diperdebatkan apalagi membuat seseorang menjadi gusar dan berbalik keimanan. Semua orang bisa saja bermimpi yang aneh-aneh, semua orang boleh saja mengatakan bahwa didalam mimpinya tadi malam telah pergi melanglang buana dan menemui banyak wanita cantik atau bahkan didalam mimpinya itu dia sudah menjalankan ibadah haji; namun semuanya tetaplah mimpi belaka yang hakekatnya tidak terjadi dialam nyata yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dus, sekalipun misalnya benar bahwa peristiwa Isra' dan Mi'raj pernah terjadi didalam mimpinya, maka sesuai dengan ayat al-Qur'an yang lain bahwa mimpi yang diperlihatkan kepada Nabi pasti akan terjadi didunia nyata dan ini berarti tetap saja akhirnya mimpi Isra' dan Mi'raj itu dialami secara jasmani oleh Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya mengenai kebenaran mimpinya dengan sebenarnya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 48 al-Fath : 27&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa perjalanan Isra' dan Mi'raj disebutkan berlangsung pada waktu malam hari, dimana secara psikologis suasana lebih terasa tenang dibanding keadaan disiang atau dipagi hari, aktivitas masyarakatpun sudah berpusat didalam rumahnya masing-masing sekaligus beristirahat melepas penat bekerja seharian dan menjadi kondisi yang cocok dalam melakukan pendekatan kepada Yang Maha Kuasa apalagi bila kita mengingat keadaan jazirah Arabia diwaktu itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kitab suci al-Qur'an memberikan petunjuk kepada kita saat yang terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah seorang muslim adalah malam hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berdirilah pada malam hari untuk ibadah, separuhnya atau kurang dari itu atau malah lebih dari separuh malam dan bacalah al-Qur'an dengan perlahan-lahan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 73 al-Muzzammil : 2 s/d 4&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya bangun diwaktu malam itu adalah paling baik dan lebih tenang bacaannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 73 al-Muzzammil : 6&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari kacamata ilmu modern, perjalanan Nabi keluar angkasa dimalam hari justru tepat sekali karena bila beliau diberangkatkan saat siang hari maka beliau naik menuju matahari yang menjadi pusat orbit semua planet dalam sistem matahari kita. Kenyataan ini tidak dapat disebut bahwa Nabi telah berangkat naik akan tetapi sebenarnya beliau justru turun karena semakin dekat kita pada pusat orbit atau pusat rotasi maka kita tidak sedang naik namun sedang turun, seandainya orang naik dari bumi menuju Planet Jupiter atau Saturnus hendaklah dia berangkat waktu malam yaitu bergerak dengan menjauhi matahari selaku titik yang paling bawah dalam tata surya kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang mengetahui bahwa semesta, galaksi, tata surya dan planet, masing-masingnya mengalami perputaran. Setiap putaran tentunya memiliki pusat putaran yang langsung menjadi pusat benda angkasa itu. Semuanya bagaikan bola atau roda yang senantiasa berputar. Maka sesuatu yang menjadi pusat putaran dikatakan paling bawah dan yang semakin jauh dari pusat putaran dinamakan semakin atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hal ini keadaan dibumi dapat dijadikan contoh. Pusat putaran bumi dikatakan paling bawah dan yang semakin jauh dari pusat itu dikatakan semakin naik keatas. Akibatnya, orang yang berdiri di Equador Amerika dan orang yang berdiri dipulau Sumatera, pada waktu yang sama, akan menyatakan kakinya kebawah dan kepalanya keatas, padahal kedua orang tersebut sedang mengadu telapak kaki dari balik belahan bumi, tetapi masing-masingnya ternyata benar untuk status bawah dan atas yang dipakai dipermukaan bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian juga jika contoh itu dipakai untuk status tata surya dimana matahari sebagai bola api langsung bertindak jadi pusat rotasi ataupun peredaran. Karenanya matahari dikatakan paling bawah dan yang semakin jauh dari matahari dinamakan semakin naik keatas. Planet Venus dan Mercury berada dibawah orbit bumi karena keduanya mengorbit dalam daerah yang lebih dekat dengan matahari, jadi jika ada penduduk bumi yang pergi ke Venus, Mercury atau Matahari, maka orang tersebut hakekatnya sedang turun bukan naik, karenanya Planet Venus dan Mercury tidak mungkin disebut sebagai langit bagi planet bumi kita, sebab yang dikatakan langit adalah sesuatu yang berada dibahagian atas, tetapi benar kedua planet itu menjadi langit bagi matahari sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya, ayat al-Qur'an juga menyebutkan secara jelas bahwa peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi dari satu titik (daerah) bernama Masjid al-Haram dan kita semua tahu bahwa kata itu merujuk pada tempat bersujud disekeliling Ka'bah, entah itu dibagian yang disebut Hathiem, Hijir maupun maqam Ibrahim dimana menurut konon cerita sebagai tempat berpijak Nabi Ibrahim sewaktu meninggikan dasar-dasarnya bersama puteranya Nabi Ismail. Karenanya maka kita tidak perlu bingung dengan keberadaan hadis riwayat Bukhari yang menyatakan bahwa Nabi diperjalankan dari Hatihiem dan Hijr seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid dari Hummam bin Yahya dari Qatadah yang berasal dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha'sha'ah bahwasanya Nabi Allah Saw telah menceritakan kepada mereka tentang suatu malam dimana beliau di Israa'kan : 'Ketika aku di Hathiem dan terkadang beliau bersabda - aku ada di Hijir sambil berbaring ...'&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semuanya menunjukkan bahwa posisi Nabi kala itu masih berada di Mekkah dan dalam lingkungan Ka'bah (Masjid al-Haram) sesuai surah al-Israa' ayat 1.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hanya saja yang perlu kita koreksi adalah hadis-hadis lain (salah satunya juga diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas bin Malik menurut versi Abu Dzar) yang mengatakan bahwa Nabi diberangkatkan dari dalam rumahnya dengan membukanya atap-atap rumah beliau dengan sendirinya untuk kemudian muncul Jibril dan langsung membelah dadanya lalu ada juga hadis yang mengatakan bahwa Nabi tidak berangkat dari rumahnya dan tidak pula dari dekat Ka'bah tetapi dari rumah Umi Hani binti Abu Thalib saat beliau menginap disana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disini kita tidak akan banyak bercerita mengenai riwayat detil hadis-hadis itu namun untuk diketahui saja bahwa ada banyak sekali variasi hadis yang menceritakan peristiwa Isra' dan Mi'raj ini dan masing-masing isi hadis saling berseberangan atau bertolak belakang;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari kacamata ilmu modern, salah satu dari kumpulan hadis-hadis itu pasti benar atau semuanya salah yang disebabkan terdistorsinya hadis Nabi oleh pikiran, ucapan maupun khayalan para perawinya, toh, mereka adalah manusia biasa, tidak ada jaminan para perawi hadis bebas dari kesalahan. Mustahil Nabi Muhammad bercerita mengenai kejadian yang sama tetapi berbeda informasinya, sebab ini berarti Nabi sudah berdusta padahal sifat ini sangat jauh dari pribadi seorang Muhammad yang sejak kecil digelari masyarakatnya sebagai al-amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah makanya jangan terlalu bertaklid terhadap hadis, bersifat kritislah, enyahkan jauh-jauh emosional yang mengganggu pikiran rasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya dari masjid al-haram perjalanan Nabi sampai kemasjid al-aqsha; bertitik tolak dari istilah masjid al-aqsha ini maka sejumlah ulama kembali berbeda pandangan, apakah yang dimaksud adalah masjid al-aqsha yang sekarang ini berada ditanah Yerusalem ataukah nama suatu tempat nun jauh disana. Dalam hal ini Saleh A. Nahdi (Sumber: Saleh A. Nahdi, Mi'raj Isra bukan Isra Mi'raj, Penerbit PT. Arista Brahmatyasa, Jakarta, 1993, hal. 45) berpendapat bahwa masjid al-aqsha yang dimaksud merupakan masjid Nabawi dikota Madinah, dimana menurut beliau tujuan perjalanan Nabi kesana sebagai petunjuk awal dari Allah kepada Nabi Muhammad untuk berpindah dari tanah kelahirannya Mekkah al-mukarromah yang waktu itu masyarakatnya sangatlah membenci beliau sekaligus menjadi titik tolak kemenangan Islam dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saleh A. Nahdi menyatakan bahwa penyebutan masjid al-aqsha untuk nama tempat yang ada di Yerusalem tidaklah sesuai dengan kalimat 'Kami berkati sekelilingnya' sebab pada kenyataannya daerah ini tidak pernah mencerminkan isi ayat tersebut, sebaliknya hampir setiap hari kita lihat diberita terjadi pembantaian manusia oleh zionis Israel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Senada dengan Saleh A. Nahdi, Taufik Adnan Amal (sumber: Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah al-Qur'an, dengan kata pengantar : Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Penerbit Forum Kajian Budaya dan Agama (FkBA), Yogyakarta, 2001, hal. 79, catatan kaki no. 59) berpendapat dengan merujuk istilah masjid al-aqsha yang ada pada surah al-Israa' ayat satu kepada tempat peribadatan yang terletak di Yerusalem sangat tidak logis, karena masjid al-Aqsha baru dibangun sekitar 46 tahun setelah wafatnya Nabi, dan hadis-hadis yang bercerita pengalaman Nabi di Bait al-Maqdis bukan satu-satunya yang ditemukan dalam koleksi-koleksi hadis tentang peristiwa Mi'raj.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut beliau, hadis-hadis lainnya memberi keterangan bahwa perjalanan spiritual Nabi tersebut bermula dari Mekkah dengan tanpa menyebut perjalanan ke Yerusalem [Lihat misalnya Bukhari, Shahih, Kitab al-Shalat, bab kayfafuridlat al-shalat...; Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an, eds. Mahmud Muhammad Syakir &amp; Ahmad Muhammad Syakir]; Disisi lain Taufik juga mempertanyakan bila Yerusalem dalam ayat lain dinyatakan sebagai negeri terdekat (Lihat surah 30 ar-Rum ayat 3) maka bagaimana mungkin sekarang dinyatakan Yerusalem sebagai masjid terjauh ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itu masih menurut beliau, maka ahli sejarah Islam terkenal, Thabari tidak memasukkan versi hadis tentang perjalanan Nabi ke Yerusalem, tetapi menuturkan perjalanan spiritual Nabi ke langit dunia tanpa menyinggung Yerusalem. Namun berbeda dengan Saleh A. Nahdi yang berpendapat masjid al-aqsha adalah masjid Nabawi, maka Taufik Adnan Amal berpendapat bahwa masjid al-aqsha yang tercantum didalam kitab suci merujuk tempat ibadah para malaikat dilangit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita kembalikan lagi kepada al-Qur'an sebagai data paling otentik yang diakui oleh umat Islam, penunjukan masjid al-aqsha kepada Bait al-Maqdis di Yerusalem memang tidak pernah ada sebaliknya ketika menyambung pembicaraan mengenai Isra' Mi'raj dalam surah an-Najm, al-Qur'an memperkenalkan istilah Sidratul Muntaha dimana Nabi disebutkan telah melihat wujud asli dari malaikat Jibril.; Istilah masjid al-aqsha secara terminologi berarti tempat sujud yang jauh. Dari kitab suci, pemakaian kata masjid pernah disebut untuk merujuk tempat ibadah ashabul kahfi yang hidup sebelum kenabian Muhammad, sehingga argumentasi bahwa pengertian masjid hanya terbatas pada nama tempat dimana umat Nabi Muhammad beribadah menjadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh kami akan mendirikan masjid (tempat bersujud) diatasnya - Qs. 18 al-Kahf : 21&lt;br /&gt;Untuk itu tidak berlebihan kiranya apabila saya cenderung mengkaitkan antara masjid al-aqsha dengan Sidratul Muntaha, dengan kata lain bahwa masjid al-aqsha yang dimaksud tidak berada dibumi ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengkaitkan antara masjid al-aqsha sebagai masjid Nabawi maupun Bait al-Maqdis di Yerusalem sama sekali tidak tepat selain memang bertentangan dengan fakta historis tanah tepi barat yang selalu menumpahkan darah sehingga tidak layak disebut kota suci yang diberkahi Tuhan sepanjang masa, perjalanan Nabi untuk sujud dimasjid Nabawi yang notabene belum ada saat itu tidak masuk dilogika.; Kita tahu sebelum Nabi memutuskan hijrah ke Madinah (dulu bernama Yatsrib) Nabi pernah melakukan hijrah ke Ethiopia (Habsyah) namun gagal. Seandainya Nabi sudah tahu bahwa tempat hijrah yang sebenarnya adalah di Madinah, beliau tidak perlu lagi mencoba ke Ethiopia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sidratul Muntaha bila dilihat dari kacamata ilmu modern bisa diasumsikan bagi nama sebuah planet bumi lain diluar tata surya yang kita diami ini yang letaknya jauh dari jangkauan penglihatan indrawi kita secara kasat mata. Surah an-Najm ayat ke-7 menyebutnya dengan istilah ufuk yang tinggi, sedangkan ufuk sendiri adalah batas pandangan mata, kita juga tahu mata kita ini memiliki keterbatasan dalam melihat semua benda luar angkasa yang berjumlah jutaan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan dia berada diufuk yang tinggi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 53 an-Najm : 7&lt;br /&gt;Saya juga menghubungkan antara Sidratul Muntaha yang disebut dalam ayat ke-15 surah an-Najm terdapat Jannah sebagai tempat tinggal dengan Jannah dimana dulunya Adam berasal sebelum diperintahkan Allah turun kebumi kita ini dan di Jannah itu juga para Malaikat pernah bersujud kepada Adam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Didekatnya ada Jannah tempat tinggal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 53 an-Najm : 15&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hai Adam, tinggallah kamu dan istrimu didalam Jannah itu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 7 al-a'raaf : 19&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan saat Kami memerintahkan kepada Malaikat : 'Sujudlah kamu semua kepadanya !' ; Lalu mereka bersujud kecuali Iblis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 17 al-Israa' : 61&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Istilah Jannah sendiri bisa diartikan sebagai kebun yang subur (referensi : A. Hassan, Tafsir al-Furqon, Penerbit Pustaka Tamaam Bangil, 1986, hal. 10, catatan kaki no.38), dan kita bisa membaca sifat Jannah yang lain dari surah Thaha ayat 118 dan 119 bahwa didalamnya Adam tidak merasa kepanasan akibat sinar matahari dan tidak juga dia merasa kehausan atau kelaparan maupun sampai telanjang akibat udara yang panas sehingga harus membuka pakaian, sebab tempat tersebut banyak sekali pepohonan yang rimbun dan buahnya bisa dinikmati sebagaimana isi surah al-Baqarah ayat 35.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan dan telanjang didalamnya dan sungguh kamu juga tidak akan merasa dahaga maupun ditimpa panas matahari disana&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 20 Thaha : 119&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila kita mengadakan bacaan lintas kitab seperti yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya, al-Kitab Kristen pun menceritakan bahwa Adam dan istrinya bukan tinggal di surga yang wujudnya tidak dapat dibayangkan secara konkrit melainkan tinggal dalam sebuah kebun yang subur.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.&lt;/em&gt; - Perjanjian Lama : Kitab Kejadian : Pasal 2 ayat 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian, perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad selaku Nabi terakhir pada peristiwa Isra' dan Mi'raj adalah suatu perjalanan pulang kampung. Melihat kembali tempat dimana dulunya nenek moyang manusia bumi ini (yaitu Adam dan istrinya) berasal.&lt;br /&gt;Hadis-hadis yang mengisahkan peristiwa ini memang sangat beragam dan tidak jarang saling bertentangan satu dengan yang lain, namun dari perbedaan-perbedaan tersebut, ada persamaan yang perlu kita perhatikan, yaitu kisah dimana Nabi disebutkan mengendarai Buraq dalam perjalanan malamnya itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adalah logis dan sejalan dengan kausalita bahwa saat seseorang melakukan perjalanan yang berjarak jauh, dia memerlukan alat transportasi sebagai jembatan atas keterbatasan phisiknya. Apalagi untuk menempuh perjalanan antar bintang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, praktis beliau pun membutuhkan sarana transportasi ini dengan kemampuan yang memang memadai untuk memberikan perlindungan dari segala macam bahaya, baik dari benturan meteor, kehampaan udara, pergesekan dengan atmosfir bumi dan sebagainya. Allah tidak melakukan pelanggaran hukum alam disini, Dia tidak memperjalankan Nabi Muhammad layaknya seorang Superman yang terbang bebas atau tidak juga memberinya kuda sembrani bersayap dan karpet terbang namun Dia memberikan sebuah wahana antariksa bernama Buraq.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Istilah Buraq&lt;/strong&gt; mungkin berasal dari istilah Barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada ayat al-Qur'an yang bisa dilihat dibawah ini. Dengan perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan diatas sinar, jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita capai dijaman sekarang ini, mungkin lebih mirip dengan kecepatan piring terbang yang sering dilaporkan oleh masyarakat sehingga praktis Nabi dapat melakukan perjalanan antar planet dalam waktu setengah malam saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hampir-hampir kilat itu menyambar pemandangan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan dibawah sinar itu dan bila gelap tiba, mereka berhenti berjalan. Niscaya jika Allah menghendakinya Dia melenyapkan pemandangan dan penglihatan mereka, karena Allah maha berkuasa atas segala sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 2 al-baqarah : 20&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya melalui galaksi-galaksi dan selanjutnya menuju tempat yang oleh S. Anwar Effendie disebutnya sebagai kulit bola alam raya dengan garis tengah 40 milyar tahun cahaya. &lt;span style="font-size:85%;"&gt;(sumber: S. Anwar Effendie, Isra' Mi'raj, Perjalanan ruang waktu dalam kaitannya dengan penciptaan alam raya, Penerbit PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1993, hal. 147).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Karenanya Kenneth Behrendt seorang konsultan teknik dan ahli kimia Amerika seperti yang dilansir oleh Angkasa Online N0.8 Mei 2000 TAHUN X (sumber: Angkasa Online, &lt;a title="http://www.google.com/url?sa=" href="http://www.google.com/url?sa=D&amp;q=http://www.angkasa-online.com/10/08/fenom/fenom1.htm" target="_blank" q="http://www.angkasa-online.com/10/08/fenom/fenom1.htm"&gt;http://www.google.com/url?sa=D&amp;amp;q=http://www.angkasa-online.com/10/08/fenom/fenom1.htm&lt;/a&gt;, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjejak UFO dengan Kemampuan Terbatas, No.8 Mei 2000 Tahun X) mengungkapkan pesimistiknya mengenai perjalanan keluar angkasa jika hanya mengandalkan teknologi pesawat saja, sebab menurutnya perjalanan kealam semesta terdekat, yakni Alpha Centauri yang berjarak empat tahun cahaya, bisa dipastikan tak akan pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebab untuk mencapainya paling-tidak diperlukan waktu hingga 80.000 tahun. Dengan waktu selama ini, boleh jadi tujuan perjalanan yang sesungguhnya justru akan terlupakan di tengah jalan. Perjalanan pun kian tak berarah mengingat dalam kecepatan cahaya tak ada satu pun gelombang radio yang bisa digunakan untuk mengantar pesan dan komando taktis dari pangkalannya dibumi ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun bagi saya, disitulah justru letak keistimewaan terbesar Nabi Muhammad selain al-Qur'an, bukankah sudah kita bahas sebelumnya bahwa peristiwa Isra' Mi'raj bukanlah atas kehendak dari Nabi sendiri dan tidak juga mengandalkan teknologi atau kemampuan yang beliau miliki tetapi semuanya atas keinginan dari Allah yang memang maha memiliki kemampuan teknologi dan adalah mudah bagi-Nya untuk menyiapkan sebuah pesawat yang mampu melintasi alam semesta dengan garis tengah milyaran tahun cahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari sisi ilmu komputer mungkin bisa dicontohkan dengan analogi dari prinsip-prinsip jaringan komputer sebagai berikut : Protocol TCP / IP yang kita gunakan di Internet kita ibaratkan sebagai Buraq atau kendaraan yang dipakai oleh Nabi, sedangkan diri Nabi Muhammad sendiri adalah paket data (e-mail misalnya) yang akan kita kirimkan ke ujung belahan dunia lain (planet Muntaha). Melalui proses enkripsi, enkode dan dekode yang dikapsulkan (capsulated) di dalam protocol TCP / IP (Buraq), paket data (dalam hal ini Nabi) dapat melihat-lihat dan berjalan-jalan menelusuri jaringan Internet yang berbeda-beda dimensinya (disini kita ingat bahwa Nabi disebut-sebut banyak melihat-lihat pemandangan yang mencerminkan masa yang akan datang), lewat transmisi terrestrial (dimensi kabel, serat optik) kemudian di up link melalui transmisi satelit dan micro wave (dimensi radio link) hingga kembali ke bentuk dimensi asalnya teks di layar komputer (planet Muntaha), begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk itulah kiranya bisa dimengerti kenapa sebelum peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi, Nabi Muhammad dibelah dadanya oleh para Malaikat. Hal ini tidak lain sebagai suatu persiapan kondisi jasmaninya agar cukup dan mampu dalam menempuh penerbangan jarak jauh. Sebab jantung merupakan alat vital bagi manusia terutama dalam memacu peredaran darah yang mana jantung ini bekerja tanpa henti-hentinya sejak dari kandungan sampai dengan akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepasang dokter Amerika yang terdiri dari suami istri, Dr. William Fisher dan Dr. Anna Fisher mengatakan bahwa perkembangan ilmu kedokteran antariksa tengah memfokuskan penyelidikannya sehubungan dengan pembuluh darah jantung para astronot dan kondisi-kondisi tulang yang makin lemah setelah lama dalam ruang angkasa, ini membuktikan kebenaran dari peristiwa pembedahan dada Nabi Muhammad oleh dokter-dokter ahli langit yang ditunjuk oleh Allah, yaitu para malaikat yang diketuai oleh Jibril.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam peristiwa pembedahan dan pembersihan jantung Nabi sebelum Mi'raj kiranya merupakan gambaran adanya pengertian bagi manusia umumnya untuk mempelajari ilmu kedokteran khusunya dalam bidang bedah dan anatomi serta ilmu kedokteran antariksa. Dan ternyata kemudian bedah jantung ataupun pencangkokan jantung dan ilmu kedokteran antariksa oleh para ahli mulai diperkenalkan pada abad dua puluh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada abad-abad kemajuan Islam dibidang teknologi dan ilmu pengetahuan, maka jelaslah bagi kita bahwa ahli-ahli kedokteran muslim telah memperlihatkan kemajuan yang pesat sekali. Buku-buku berbahasa Arab yang berisi ilmu-ilmu kedokteran benar-benar ilmiah dan asli. Malahan sudah menjadi bahan pelajaran dinegara Eropa khususnya, ahli-ahli kedokteran yang termasyur misalnya saja Ibnu Sina (Aviccena), Qorsh-'Ala'uddin, Ibnu An Nafis (yaitu dokter yang pertama kali mengajarkan peredaran darah) dimana dalam tulisan itu dijelaskan secara sistematis bagaimana aliran darah mengalir dari hati kejantung melalui urat nadi paru-paru dan kemudian kembali lagi kehati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengenai kecepatan cahaya sendiri, al-Qur'an sudah memberikan contoh melalui perjalanan malaikat menuju kehadirat-Nya dalam ayat berikut :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 70 al-Maarij : 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ukuran waktu dalam ayat diatas disebutkan angka 50 ribu tahun sebagai rentang waktu yang menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan. Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat diluar angkasa, dalam bahasa modern kita bisa menjelaskan bahwa waktu untuk seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti sama dengan 225 juta tahun waktu sistem solar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat sama dengan 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyar tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat. Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi (maksimum 12 Jam) atau sama dengan 1/100.000 tahun Jibril.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya. Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10 pangkat -5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 pangkat-23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19 pangkat -11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, istilah berkah yang disebut dalam surah al-Israa' ayat satu menurut pendapat penulis merupakan penjagaan total yang melindungi Nabi Muhammad didalam kendaraan Buraqnya dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah selama itu dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika kita sudah terbiasa menonton film Star Treks, Star Wars, Babilon V atau juga Independence Day (ID4) maka tidaklah sukar kiranya untuk memahami peristiwa yang dialami oleh Nabi dalam kisah Isra' dan Mi'raj tersebut. Manusia sekarang ini sudah mampu mengkhayal kecanggihan yang demikian luar biasanya dalam film-film fiksi ilmiah dan ini sebenarnya adalah ilham yang sudah diberikan Allah kepada kita agar kelak kitapun harus dapat merealisasikannya secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dus, perjalanan Nabi Muhammad yang masih dianggap fantastis dan ghaib ini bukan satu-satunya hal yang pernah terjadi dalam sejarah kenabian, didalam al-Kitab tepatnya pada Perjanjian Lama kita juga bisa membaca bahwa Nabi Yehezkiel (salah seorang Nabi Israel yang oleh sementara cendikiawan Islam diduga sebagai Nabi Zulkifli) pernah melakukan perjalanan yang serupa hanya saja beliau tidak sampai menjelajah keluar angkasa.&lt;br /&gt;Berikut petikan kisahnya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang.&lt;br /&gt;Orang itu berbicara kepadaku: 'Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel'. - Perjanjian Lama : Kitab Yehezkiel 40 : 1 - 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam ayat diatas kita mendapat gambaran, bahwa Nabi Yehezkiel atas kehendak dari Allah -serupa dengan kejadian Nabi Muhammad yang bukan atas keinginan pribadinya- telah diperjalankan dari tempatnya semula menuju kesuatu gunung yang sangat tinggi dan dari atas gunung itu Yehezkiel mampu memandang keseluruhan kota secara leluasa. Pada ayat lain dari kitab Yehezkiel, kita juga akan menemukan bahwa kemungkinan Buraq juga sudah pernah diturunkan oleh Allah melalui malaikat-Nya pada jaman kenabian Yehezkiel dan mungkin pesawat yang memiliki kecepatan diatas cahaya ini juga yang telah membawanya keatas sebuah puncak gunung yang tinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.&lt;br /&gt;Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia. - Perjanjian Lama : Kitab Yehezkiel 1:3-5&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlepas sejauh mana kepercayaan kita pada apa yang disampaikan didalam kitab Perjanjian Lama tersebut, setidaknya secara obyektif kita memiliki satu parameter perbandingan dengan kisah-kisah yang ada didalam Islam. Apalagi kita tahu bahwa al-Kitab sendiri sebenarnya merupakan ajaran Tuhan yang pernah ada namun di interpolasi oleh tangan-tangan manusia, tetapi dibalik semua intervensi yang terjadi ini saya memiliki keyakinan bahwa jejak-jejak kebenaran Tuhan akan tetap ada dan nyata dalam kitab tersebut, karena itu al-Qur'an disebut sebagai korektor atau pembanding terhadap kebenaran yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan Kami telah menurunkan untukmu al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang ada sebelumnya, yaitu beberapa kitab suci sekaligus menjadi korektor terhadap kitab-kitab yang lain itu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 5 al-Maidah : 48&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Armansyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647996168748563?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647996168748563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647996168748563&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647996168748563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647996168748563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/isra-dan-miraj.html' title='Isra&apos; dan Miraj'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647880319439127</id><published>2006-05-01T16:57:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:12.865+07:00</updated><title type='text'>Perbedaan antara Roh dan Nafs</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.6.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memang banyak sekali orang yang bercerita seolah-olah dia sangat mengerti mengenai roh, adapula ulama yang mungkin tanpa disadarinya telah keliru memberikan pengertian tentang roh kepada masyarakat, sehingga manakala ada yang kerasukan Jin maka dia telah disebut kemasukan roh halus, roh nenek moyangnya, roh gentayangan dan sebagainya sehingga kemurnian ajaran Islam sebagai agama fitrah semakin terpuruk, bercampur dengan mitos, tradisi maupun sisa-sisa kepercayaan yang masih mengakar kuat ditengah masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belum lagi maraknya sinetron misteri ataupun reality show yang mengedepankan penampakan Jin dengan embel-embel agama. Padahal Allah sendiri didalam al-Qur'an telah berfirman :&lt;br /&gt;Dan mereka akan bertanya kepadamu tentang roh. Jawablah : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;'Roh itu masalah Tuhanku; dan kamu tidak diberi ilmu mengenainya kecuali sedikit saja'&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 17 al-Israa : 85&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa untuk bisa berbicara terlalu jauh dan detil mengenai roh rasanya sangatlah mustahil sebab Allah secara khusus sudah membatasi pengetahuan manusia mengenai hakekat roh, mungkin pembatasan ini diberikan karena sedemikian kompleks dan rumitnya permasalahan tersebut untuk bisa diterima oleh akal manusia sekalipun misalnya hal itu tetap bisa untuk dijabarkan. Hidup manusia yang nyata didunia adalah jauh lebih berguna dan lebih patut untuk mendapat perhatian ketimbang mengurusi masalah Roh ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Roh, meskipun tidak banyak yang bisa kita bicarakan namun al-Qur'an telah mengulang istilah ini sebanyak 24 kali dengan berbagai konteks dan makna namun uniknya semuanya itu merujuk pada sesuatu yang mulia, tinggi, bersih dan terhormat. Tidak pernah kita dapati istilah roh yang disiksa, mengikuti syahwatnya atau ternoda. Dalam penyebutannya juga al-Qur'an tidak melekatkan istilah roh sebagai milik suatu makhluk tertentu akan tetapi langsung dinisbatkan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya roh-Ku; maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 15 al-Hijr : 29&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalamnya roh-Nya, lalu Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati namun sedikit sekali dari kamu yang bersyukur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 32 as-Sajdah : 9&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah jasad tanpa roh maka jasad itu akan mati, tidak mampu bergerak tidak kuasa untuk menarik nafas dan dalam hitungan jam tubuhnya akan kaku karena darah berhenti mengalir. Orang yang sedang tidur bukan berarti roh yang ada didalam jasadnya sedang keluar, sebab bila demikian adanya berarti saat dia tidur maka dia seharusnya mati dalam pengertian yang sesungguhnya tapi kenyataannya saat seseorang tertidur, dia masih bisa bergerak membalikkan badan, jantungnya masih berdenyut, mulutnya masih bisa mengeluarkan suara mendengkur dan malah tidak jarang orang yang tidurpun bisa tiba-tiba tertawa ataupun menangis bahkan buang air kecil tanpa disadarinya, semua ini mengindikasikan kepada kita bahwa tidur bukanlah suatu keadaan dimana roh meninggalkan badan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itulah saat menceritakan kisah ashabul kahfi, al-Qur'an menyebut mereka bukan dalam keadaan mati dimana roh penghuni jasadnya dicabut Allah tetapi disebut bahwa mereka sedang tidur dan ciri bahwa mereka tidur adalah tubuh mereka bergerak berbalik-balik.&lt;br /&gt;Dan kamu mengira mereka itu sadar padahal mereka tidur ; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka melunjurkan dua kaki depannya dipintu gua. ; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika kamu melihat mereka niscaya kamu akan berpaling dan lari dengan penuh ketakutan terhadap mereka.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 18 al-Kahf : 18&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kejadian ashabul kahfi yang tidur selama 309 tahun ini mungkin bisa dihubungkan juga dengan teori relativitasnya Einstein seperti yang pernah kita bahas dalam pembicaraan Isra' Mi'raj Nabi, dimana objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan mengalami perlambatan waktu dengan objek yang memiliki kecepatan statis, tubuh para pemudia ashabul kahfi mungkin digetarkan oleh Allah molekul-molekulnya mendekati kecepatan cahaya sehingga tubuh mereka bergetar dan membalik-balik agar tahan terhadap perubahan waktu diluar gua yang berjalan lambat sehingga kita yang melihat mereka bagaikan melihat sinar yang berkilatan dan sesuai isi akhir ayat ini kejadian tersebut pasti akan membuat kita lari ketakutan; Bukti dari kebenaran teori ini adalah usia mereka ketika bangun sama seperti saat mereka tidur padahal waktu yang berjalan diluar gua sudah berlalu 309 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian roh itu bisa kita ibaratkan sebagai energi listrik yang mengisi baterai pada sebuah ponsel yang membuatnya bisa hidup dan mengadakan komunikasi secara wajar. Roh adalah energi kehidupan, dia adalah listrik pembangkit sumber daya bagi semua makhluk Allah. Manakala listrik ini mati, maka akan hilanglah kehidupan, meskipun perangkat televisi masih tetap ada, provider jaringan masih tetap eksis dan ponsel masih dalam keadaan layak pakai, tetapi tanpa keberadaan energi listrik yang mengisinya maka semua menjadi tidak berguna. Jasad yang masih muda, segar tanpa cacat tidak akan bisa melakukan aktifitas apapun walau hanya untuk menarik nafas dalam hitungan milidetik bila roh sudah meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah mewafatkan nafs pada saat kematiannya, dan nafs orang-orang yang belum mati didalam tidurnya, maka Allah yumsik (menahan) nafs yang sudah ditetapkan baginya kematian, dan melepaskan yang lain (orang yang tidur) sampai pada batas waktu tertentu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 39 az-Zumar : 42&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat diatas ini menceritakan seputar kekuasaan Allah terhadap diri manusia yang mampu membiarkan seseorang tetap hidup ataupun menentukan kapan dia harus mati. Menariknya ayat tersebut telah memperkenalkan istilah Nafs yang oleh sebagian besar ahli tafsir diterjemahkan dengan kata jiwa ataupun nyawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inti ayat ini bahwa orang tidur pada dasarnya rohnya tetap ada, bisa dibuktikan dengan gerakan, igauan maupun helaan napas. Pada kondisi ini Nafs yang bersangkutan dibiarkan lepas kealam imajinasi, alam bawah sadar atau juga sebuah alam metafisika terlepas dari jasad phisiknya yang sedang berbaring untuk menjalani berbagai pengalaman melalui mimpi-mimpinya.; Bahkan kemampuan orang-orang yang melatih ilmu proyeksi astral (meraga sukma) tidak lain dari perbuatan yang dilakukan dalam rangka melepaskan Nafsnya dari tubuh kasarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebaliknya Nafs yang sudah diwafatkan oleh Allah berarti Nafs yang bersangkutan sudah ditahan oleh Allah untuk tidak dapat lagi melakukan petualangan dialam bawah sadar melalui mimpi-mimpinya maupun juga melalui proyeksi astral secara sengaja. Proses pembatasan Nafs ini ditandai dengan dihilangkannya roh yang berfungsi membangkitkan kehidupan bagi jasad dan Nafs.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena itulah kita tegaskan lagi bahwa dongeng arwah gentayangan maupun roh penasaran tidaklah bisa dibenarkan, semua itu hanyalah tipu muslihat dari Jin yang sudah menjadi bawahan Iblis. Semua suara yang keluar dari benda mati, suara tanpa wujud sampai pada fenomena penampakan tidak lebih dari perbuatan setan yang ingin menyesatkan pemahaman manusia dari jalan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang yang sudah wafat selamanya tidak akan pernah bisa kembali dalam kehidupan nyata didunia, masanya untuk berkiprah melangsungkan kegiatan duniawi sudah berakhir, roh suci yang menjadi energi pembangkit kehidupan sudah hilang kembali kepada Allah. Tanpa roh, nafs tidak akan mampu menggerakkan jasadnya, tanpa roh nafs akan menjadi terhalang kembali kealam duniawi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Nafs mampu bergentayangan selepas kematian jasadnya, tentu keseimbangan alam semesta ini akan rusak binasa, jutaan nafs yang kehilangan tubuh materilnya dari jaman kejaman akan berebut merasuki semua tubuh makhluk hidup dan mengusir nafs yang menghuni jasad tersebut. Sungguh akan menjadi lelucon paling lucu yang pernah ada. Oleh sebab itu, Islam tidak mengenal istilah reinkarnasi maupun penitisan sebagaimana yang bisa dijumpai pada beberapa agama bumi. Kitab suci al-Qur'an jelas mengatakan bahwa antara orang yang sudah wafat dengan orang yang masih hidup didunia ini tidak akan bisa saling mencampuri lagi karena diantara mereka ada batasan yang disebut barzakh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hingga apabila datang maut kepada seseorang dari mereka, ia berkata : Ya Tuhanku ... kembalikanlah aku kedunia, supaya aku berbuat baik dalam urusan yang telah aku sia-siakan sebelumnya.; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tidak sekali-kali !!! Sesungguhnya yang demikian itu hanyalah perkataan yang diucapkannya saja, padahal diantara mereka (dan dunia) ada dinding (barzakh) sampai mereka dibangkitkan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; -- Qs. 23 al-Mu'minun : 99 - 100&lt;br /&gt;Ruh selamanya akan tetap suci tak bernoda, sebaliknya Nafs kitalah yang kelak akan mempertanggung jawabkan semua kelakuannya semasa hidup hingga kematian menjemput dihadapan Allah dihari akhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wahai, Nafs yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan ridho dan diridhoi; bergabunglah kedalam kelompok hamba-hambaKu lalu masuklah kedalam syurga-Ku&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 89 al-Fajr : 27-30&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan Nafs serta yang menyempurnakannya, lalu mengilhamkan kepadanya jalan kesesatan dan jalan kebenaran; maka berbahagialah orang yang membersihkan (Nafs) tersebut serta celakalah orang yang mengotorinya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 91 asy-Syams : 7-10&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Armansyah &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647880319439127?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647880319439127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647880319439127&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647880319439127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647880319439127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/perbedaan-antara-roh-dan-nafs.html' title='Perbedaan antara Roh dan Nafs'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647721348185621</id><published>2006-05-01T16:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:12.803+07:00</updated><title type='text'>Jin, apa dan bagaimana ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.5.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disinggung oleh surah ar-Rahman dan al-Hijr, bahwa Jin tercipta dari api yang sangat panas, dan dari jenis Jin ini jugalah Iblis berasal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dia menciptakan Jin dari nyala api&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 55 ar-rahman : 15&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iblis, adalah dia dari golongan jin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 18 al-Kahfi : 50&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tetapi apakah semua Jin itu berlaku jahat seperti Iblis ?&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari kita simak pengakuan langsung dari Jin kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang ada di firmankan ALLAH dalam al-Qur'an : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya diantara kami ada orang-orang sholeh dan diantara kami ada juga yang tidak, karena kami menempuh jalan yang berbeda-beda&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 72 al-Jin : 11&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana bisa ada Jin yang sholeh dan ada yang jahat ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hai umat Jin dan manusia ! Apakah belum datang kepada kalian Rasul-Rasul dari jenismu sendiri ? Yang menyampaikan kepada kalian ayat-ayat Ku ?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 6 al-an'am : 130&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jelas, Tuhan sudah mengutus kepada bangsa Jin dan manusia sejumlah Rasul-Nya dari jenis mereka sendiri (untuk bangsa Jin Rasulnya juga Jin dan untuk bangsa manusia Rasulnya juga manusia), sehingga seperti umumnya manusia, maka meskipun sudah ada utusan Tuhan, Jin pun tetap saja ada yang ingkar dan ada juga yang beriman. Sepanjang sejarah kerasulan, hanya dua kali penyimpangan pengutusan Rasul manusia yang juga berfungsi selaku Rasul bagi bangsa Jin, mereka adalah Nabi Sulaiman putra Daud dan Nabi Muhammad Saw ayah dari Fatimah az-Zahra.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ini berarti menentang surah al-an'am diatas ? Saya tidak melihatnya seperti itu, saya berpendapat bahwa pengutusan Nabi Sulaiman kepada bangsa Jin berhubungan erat dengan mukjizat kenabiannya, bukankah masing-masing Nabi diutus dengan membawa kelebihan tersendiri dari sisi Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami tundukkan juga untuk (Sulaiman) setan-setan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 38 Shaad : 37&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lalu sebagian Jin ada yang bekerja dihadapan Sulaiman dengan izin Tuhannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 34 Sabaa' : 12&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara pengutusan Nabi Muhammad kepada bangsa Jin berhubungan erat dengan status kenabian beliau selaku Khataman Nabi atau penutup para Nabi yang berfungsi menyebarkan rahmat bagi seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai pembawa rahmat untuk seluruh alam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 21 al-anbiya : 107 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 33 al-ahzaab : 40&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diayat terakhir, Allah tidak menceritakan kepada kita mengenai status kenabian dari Muhammad yang terakhir apakah hanya berlaku untuk bangsa manusia saja ataukah juga berlaku bagi Nabi dari bangsa Jin ? Namun berasumsi dari surah al-anbiya, saya berpendapat bahwa status Khataman-Nabi dari Muhammad bersifat menyeluruh, artinya Beliau adalah Nabi terakhir yang diutus oleh Tuhan bagi Jin dan Manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Darimana kita tahu Nabi Muhammad pernah berdakwah didunia Jin ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ceritakanlah : Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan Jin telah mendengar al-Qur'an&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 72 al-Jin : 1&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan ketika Kami hadapkan serombongan Jin kepadamu untuk mendengarkan al-Qur'an&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 46 al-ahqaaf : 1&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang kepadaku utusan dari Jin Maka aku mendatangi mereka lalu aku membacakan al-Qur'an terhadap mereka&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Adakah Nabi menjelaskan tentang keadaan atau jenis-jenis Jin yang ada ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jin itu tiga jenis : &lt;em&gt;Jenis yang memiliki sayap dan terbang diudara&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Jenis ular dan kalajengking &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;jenis menetap atau berpindah-pindah&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Thabrani, al-Hakim dan Baihaqi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Apakah wujud Jin itu masih berbentuk api ?&lt;/strong&gt; Saya belum mendapatkan informasi pastinya dari al-Qur'an maupun Hadist, akan tetapi menurut saya pribadi, Tidak ! Karena logikanya, manusia pun asalnya adalah tanah, lalu apakah kita ini masih berbentuk tanah juga ? demikian juga pasti dengan Jin, asalnya api, namun keadaan mereka sekarang pasti tidak lagi berbentuk api.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buktinya, Nabi Muhammad pernah bermaksud untuk mengikat Jin 'Ifrit yang mencoba mengganggu sholat beliau sehingga wujud dari Jin itu bisa dilihat oleh orang awam dengan mata telanjang namun niat tersebut dibatalkan oleh Nabi sendiri mengingat hal itu sudah pernah menjadi mukjizat Nabi Sulaiman, dan ini mengindikasikan bahwa Jin itu sudah tidak lagi berwujud api, jika tidak, bagaimana cara Nabi mengikat Jin itu ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya 'Ifrit dari Jin telah meloncat kepadaku semalam untuk menghentikan Sholatku dan Allah memberi kuasa kepadaku terhadap Jin itu, maka aku bawa dia. Sebenarnya aku ingin mengikatnya kesebelah pagar masjid sehingga dengan demikian waktu pagi kamu semua dapat melihatnya tapi aku ingat perkataan saudaraku Sulaiman : &lt;em&gt;Ya Tuhanku, ampunilah aku dan berilah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku, karena itu Allah menolaknya dengan mengusirnya&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Permintaan Nabi Sulaiman pada hadist diatas bisa juga dibaca pada &lt;strong&gt;surah 38 Shaad ayat 35&lt;/strong&gt;, yang intinya Nabi Sulaiman meminta diberikan oleh ALLAH kekuasaan dan mukjizat istimewa yang tidak akan sama dengan manusia dan Nabi manapun yang hidup setelah kematiannya nanti (terbukti dengan di-izinkannya beliau memerintah bangsa Jin dan menguasai bahasa semut dan burung - lihat &lt;strong&gt;surah 27 an-Naml ayat 18 dan seterusnya&lt;/strong&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kembali lagi pada wujud Jin, masih menurut saya, tanah maupun api merupakan unsur pembentuk pertama dan setelah melalui proses-proses yang ada, maka unsur-unsur tersebut hanya akan membekas pada sifat dan bukan lagi pada bentuk atau wujud tubuh dari manusia atau Jin. Sifat tanah itu keras, maka sifat dan hati manusia pun banyak yang keras, begitu pula sifat tanah itu lembut dan lengket, maka manusia juga tidak jarang memiliki sifat yang lemah lembut serta penyayang (melekatkan hati kepada sesuatu, baik dari sisi positip atau negatip). Sementara sifat api adalah panas, membakar, mudah dibawa oleh angin serta menghancurkan, maka ini juga yang menjadi sifat dari Jin dan mempengaruhi watak Iblis yang sombong, egoisme, mau menang sendiri, jahat, kejam serta siap menghancurkan atau menjerumuskan musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya, apakah Jin memiliki markas besar tempat semua jenisnya berkumpul ? Tidak ada informasi yang pasti seputar hal ini, namun Nabi ada menyatakan bahwa istana Iblis ada diatas air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya diatas air, Kemudian dia mengutus pasukannya Maka yang paling dekat kepadanya adalah yang paling hebat fitnahnya - Hadis Riwayat Muslim dari Jabir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkinkah lautan Bermuda adalah tempat dimana singgasana Iblis berada seperti hadis diatas, mengingat banyaknya kejadian aneh seperti hilangnya kapal laut dan udara yang melalui tempat tersebut ?&lt;br /&gt;Jawabnya pun kita tidak tahu pasti mengenai hal ini, namun harus diketahui juga bahwa laut Bermuda bukan satu-satunya tempat yang dianggap lautan setan, di Jepang terbukti ada juga lautan sejenis yang bernama Laut Formosa bahkan dipulau Jawa sendiri juga ada Laut Selatan yang dianggap orang sebagai pusat kerajaan Roro Kidul.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;Armansyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647721348185621?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647721348185621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647721348185621&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647721348185621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647721348185621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/jin-apa-dan-bagaimana.html' title='Jin, apa dan bagaimana ?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647626231632214</id><published>2006-05-01T16:23:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:12.740+07:00</updated><title type='text'>Apa beda Setan dan Iblis ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.3.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a name="msg_37eb14552718a623"&gt;&lt;/a&gt;Assalamu 'alaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar kata Setan, maka seketika pikiran kita biasanya akan langsung membayangkan sesosok makhluk yang seram, hitam, bertanduk dikepalanya, kedua matanya merah, gigi tajam tak ubahnya drakula, dan memiliki ekor dengan ujungnya seperti anak panah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akan tetapi apakah memang demikian keadaan setan sebenarnya ?&lt;br /&gt;Jika kita membuka lembaran-lembaran kitab suci dan juga hadis-hadis yang meriwayatkan perihal setan itu sendiri, ternyata kita TIDAK akan menemukan penggambaran sosok setan seperti yang kita bayangkan itu. Tidak ada keterangan apapun dari Allah didalam al-Qur'an maupun juga dari Rasul didalam Hadisnya mengenai perwujudan asli dari makhluk yang bernama setan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu hal lain yang sangat lumrah terjadi dimasyarakat, bila kita menyebut setan maka biasanya kitapun akan sering mengindentikkannya dengan Iblis, yaitu suatu makhluk yang diceritakan oleh al-Qu'ran sebagai pembangkang perintah Tuhan saat disuruh bersujud kepada manusia yang oleh Tuhan berfungsi sebagai Khalifah dibumi (Lihat Qs. 2 al-Baqarah : 34, Qs. 7 al-A'raaf : 11, Qs. 15 al-Hijr : 31, Qs. 17 al-Israa' : 61, Qs. 18 al-Kahfi : 50, Qs. 20 Thaaha : 116 dan Qs. 38 Shaad : 74).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Encyclopedia Britannica, kata setan sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yang berarti "musuh" dan biasanya ditujukan kepada jenis Jin yang ingkar dan melakukan bisikan jahat terhadap manusia sebagai tindakan godaan dan kesuksesan mereka adalah bergantung dari kecerdikannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernyataan tersebut tidak bertentangan dengan pernyataan al-Qur'an maupun hadis Nabi berikut: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan, yaitu dari jenis manusia dan Jin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 6 al-an'am : 112)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, aku melihat setan-setan Jin dan manusia lari dari Umar (Hadis Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dari ayat dan hadis tersebut, digambarkan oleh al-Qur'an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis, yaitu setan dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin. Dan dari sini juga ada indikasi bahwa yang namanya setan itu tidak selamanya identik dengan Iblis.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maka sujudlah mereka kecuali Iblis, adalah dia dari golongan jin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 18 al-Kahfi : 50)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, Iblis itu sendiri dinyatakan Allah berasal dari golongan Jin, tidak ada Iblis dari golongan manusia, sehingga mengidentikkan antara Iblis dan Setan tidaklah selamanya benar. Lalu, setan dari jenis manusia itu apa dan bagaimana ?&lt;br /&gt;Sabda Nabi : &lt;em&gt;Apabila tiba bulan Ramadhan, dibukalah pintu langit, dikunci pintu neraka dan setan dibelenggu&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernyataan Nabi bahwa pintu langit dibuka pada bulan Ramadhan tentunya dimaksudkan sebagai terbukanya pintu rahmat dan pintu ampunan Allah bagi para hamba-Nya yang berpuasa, sementara terkuncinya pintu neraka adalah tertutupnya pintu azab Allah selagi kita menggunakan kesempatan dibulan suci itu untuk melakukan introspeksi diri (bahasa agamanya : bertaubat) serta memperbanyak amal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pernyataan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan juga tidak mungkin kita artikan secara kontekstual yang sebenarnya, sebab memang pada kenyataannya dibulan Ramadhan masih banyak kejahatan merajalela, penyembahan berhala, minum-minuman keras, main perempuan dan aneka tindak kriminal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, yang dimaksud oleh Nabi itu tidak lain adalah pada bulan Ramadhan itu sewajarnya hawa nafsu kejahatan yang senantiasa ada pada diri manusia itu lebih terkekang karena simanusianya seharusnya sibuk melakukan pendekatan diri kepada Tuhan, banyak melakukan dzikir serta menahan makan dan minum yang merupakan sumber dari timbulnya nafsu negatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesimpulan ini sesuai juga dengan sabda Nabi yang lain :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia melalui tempat jalannya darah Maka persempitlah tempat jalannya dengan lapar&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidaklah mungkin pada tubuh kita ini ada setan (dalam pengertian makhluk Jin) yang berdiam, sebab jika itu benar maka kita semua ini bisa dikatakan kesurupan setiap hari, karena itulah maka yang disebut sebagai setan itu adalah dorongan negatif yang selalu berusaha mendominasi semua perbuatan dan pikiran kita setiap waktu (seiring dengan perjalanan darah).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukankah Nabi juga pernah bersabda tatkala beliau kembali dari medan perang : &lt;em&gt;Kita baru saja kembali dari peperangan kecil menuju keperang yang besar Yaitu perang melawan hawa nafsu&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat al-Khatib dari Jabir)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada Hadis yang sudah kita kutip sebelumnya Nabi menyatakan bahwa lapar (berpuasa) merupakan salah satu cara mengekang diri dari tindakan negatif yang justru merugikan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sabda Nabi yang lain : &lt;em&gt;Jika kalian mendengar suara keledai maka belindunglah kepada Allah dari setan. Karena sesungguhnya dia melihat setan&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Sekali lagi, jika memang didalam diri manusia ini ada setan dalam pengertian makhluk halus, maka apakah setiap keledai melihat manusia juga pasti akan bersuara (melenguh) sebab pada saat yang sama seharusnya dia juga melihat setan didalam diri manusia ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sementara jika kita mengartikan setan sebagai energi negatif atau dorongan nafsu untuk berbuat kejahatan (menentang jalan Tuhan) maka hal ini sesuai dengan pernyataan al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lalu ALLAH mengilhamkan kepada jiwa (Nafs) itu (nilai-nilai) fasiq dan (nilai-nilai) taqwa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 91 asy-syams : 8&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersesuaian pula dengan teori yang ada pada ilmu Psiko-linguistik yang menyatakan bahwa manusia dilahirkan didunia bukan dengan piring kosong (teori Tabula rasa), manusia dilahirkan dengan dibekali faculties of the mind atau ada juga yang mengistilahkannya sebagai innate properties &lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semuanya berpulang kepada kita, mana yang akan kita ikuti, apakah semangat berbuat kebaikan ataukah semangat untuk berlaku jahat ?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketahuilah, bahwa didalam jasad ada gumpalan, bila gumpalan itu baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila rusak maka rusaklah seluruh jasad ketahuilah bahwa itulah hati&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semakin kita condong pada perbuatan negatif (hawa nafsu), maka Iblis yang sejak awal mengumumkan permusuhannya dengan manusia, akan mengerahkan semua bala tentaranya dari kalangan Jin yang juga memiliki sifat jahat untuk menambah semangat kita berbuat hal yang batil dengan jalan membisik-bisikkan rayuan fatamorgana didalam hati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 3 an-nisa' : 120)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;... Kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang berbisik kedalam dada manusia dari Jin dan manusia&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Qs.114 an-nas : 4 – 6)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita semua sudah mengetahui bahwa antara ALLAH dan Iblis telah terjadi satu perjanjian dimana Iblis diberi kebebasan oleh Tuhan untuk mengadakan cobaan serta ujian atas keimanan manusia terhadap-Nya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan ajaklah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, kerahkanlah kepada mereka pasukanmu yang berkendaraan dan pasukanmu yang berjalan kaki lalu bersekutulah bersama mereka dalam urusan harta dan anak-anak dan berilah mereka janji&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 17 al-Isra : 64)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disamping itu, mungkin kita juga perlu melakukan kajian secara komprehensif terhadap beberapa hadis Nabi yang menghubungkan penyakit dengan setan dan menghubungkan pula antara suatu perbuatan dengan setan misalnya : &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hendaklah seseorang diantara kamu makan, minum dan mengambil dengan tangan kanannya karena setan itu makan, minum dan memberi dengan tangan kirinya&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Apabila salah seorang dari kalian menguap, hendaklah diletakkan tangannya dimulutnya dan tidak memanjangkan suaranya, karena sungguh setan mentertawakannya&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Ibnu Majah)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tutuplah bejana, tutuplah tempat-tempat air, tutuplah pintu dan padamkanlah lampu Sebab setan tidak singgah ditempat air yang tertutup, tidak membuka pintu tertutup Serta tidak membuka bejana yang tertutup&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Janganlah kalian kencing dilobang&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Abu Daud, Nasa'i dan Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jangan kalian melepas ternak-ternak kalian dan anak-anak kalian saat matahari terbenam hingga kegelapan malam, sebab sungguh, setan bergentayangan saat matahari terbenam hingga hilang gelapnya malam&lt;/em&gt; (Hadis Riwayat Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa hadis diatas meskipun teksnya dihubungkan dengan setan, namun bisa kita tinjau dari sisi tata krama, medis maupun keselamatan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Orang yang makan, minum atau melakukan aktivitas dengan tangan kirinya berkesan orang yang tidak sopan dan jorok, sebab secara umum, tangan kiri kita gunakan untuk -maaf- mencebok sisa kotoran dipantat. Lalu secara psikologis, apakah kita mau makan makanan yang bersih dan sehat dengan tangan yang biasa memegang kotoran ? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu bayangkan kita menguap lebar-lebar sambil bersuara "hhaaaahhh..." ditengah orang banyak atau didekat orang yang anda sayangi ataupun malah didalam suatu rapat, apa kesan orang-orang tersebut kepada kita ? Selain itu jika saat kita menguap lebar itupun akan memungkinkan virus-virus tertentu yang ada diudara masuk melalui mulut.&lt;br /&gt;Perintah Nabi untuk menutup tempat-tempat air yang terbuka, mematikan lampu dan menutup pintu tidak lain agar makanan dan minuman kita bersih dari penyakit yang berbahaya seperti jentik nyamuk demam berdarah atau jilatan binatang sejenis kucing, tikus dan sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mematikan lampu sebelum tidur adalah langkah efisiensi atau penghematan sekaligus mencegah terjadinya arus pendek yang bisa mengakibatkan kebakaran apalagi pada masa lalu orang menggunakan lampu teplok dan lilin untuk penerangan sehingga tidak menutup kemunginan lampu teplok itu jatuh kelantai dan mengenai kain sehingga terjadi kebakaran. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan larangan kencing dilobang menurut saya agar tidak timbul penyakit maupun aroma tak sedap dari lobang bekas kencing, ini tentu saja pengecualian bagi lobang WC yang bisa disiram sehingga tidak menimbulkan bau dan penyakit sebagaimana pernah diungkapkan oleh Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manarnya bahwa makhluk-makhluk hidup yang halus yang dikenal orang sekarang dengan perantaraan mikroskop dan diberi nama mikroba ada kemungkinan juga termasuk jenis Jin jahat (setan) yang menjadi penyebab dari berbagai macam penyakit &lt;span style="font-size:78%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menutup pintu tidak lain agar rumah kita tidak dimasuki setan manusia berupa maling, rampok atau sejenisnya yang dapat merugikan kita sendiri. Sementara larangan Nabi agar tidak melepaskan ternak dan anak-anak diwaktu matahari tenggelam hingga pagi hari tidak lain untuk menghindarkan kita dari ulah penculik anak dan maling binatang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kesimpulan akhir adalah setan itu merupakan segala sesuatu yang bersifat jahat yang bisa menjerumuskan seseorang dalam suatu bahaya, baik bahaya didunia maupun bahaya diakhirat. Setan bisa berupa hawa nafsu negatif yang merangsang seseorang untuk berlaku jahat dan menyimpang dari kebenaran. Setan juga bisa menimbulkan penyakit tertentu dan setan juga bisa berwujud Jin yang jahat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi, jika ada manusia yang selalu melakukan kejahatan, kebiadaban atau kenistaan maka dia adalah setan berwujud manusia, demikian pula bila ada Jin yang berlaku sama seperti itu maka dia adalah setan berwujud Jin. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai tambahan penutup, dalam al-Qur'an Allah tidak pernah menyinggung asal penciptaan setan, namun Allah telah menyinggung asal penciptaan Jin dan Manusia didalam banyak ayatnya, sementara asal penciptaan Malaikat disinggung oleh Nabi dalam sebuah Hadisnya :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya, orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat ALLAH, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 7 al-a'raf : 201) &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jika setan mengganggumu, maka mohonlah perlindungan kepada ALLAH, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Qs. 41 fushilat : 36) &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Referensi : ---------- &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1]Soenjono Dardjowidjojo, Psiko-linguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia, Yayasan Obor Indonesia, 2003 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[2]Syaikh Muhammad al-Ghazali, Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw : Antara pemahaman tekstual dan kontekstual dengan pengantar : Dr. M. Quraish Shihab, Terj. Muhammad al-Baqir, Penerbit Mizan, 1993, hal. 125&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;Armansyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647626231632214?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647626231632214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647626231632214&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647626231632214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647626231632214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/apa-beda-setan-dan-iblis.html' title='Apa beda Setan dan Iblis ?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647514153759398</id><published>2006-05-01T16:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:12.682+07:00</updated><title type='text'>Ingin Mendapat Hikmah?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;a name="msg_39c065bfc10089e2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hikmah &lt;/strong&gt;adalah harta umat Islam yang hilang. Kita dianjurkan mencari hikmah oleh Rasul yang mulia, Muhammad saw. Kita dianjurkan pula untuk mengambil hikmah dari manapun. Begitu pentingnya anjuran untuk mencari hikmah, sampai-sampai Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Jikalau hikmah itu ada di dalam gunung, niscaya akan aku goncangkan gunung itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana caranya untuk mendapat hikmah?&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari kita buka al-Qur'an. QS al-Baqarah ayat 261 sampai dengan ayat 268 berbicara tentang infak dan sedekah.Pada ayat 269 tiba-tiba Allah mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain. Ayat 270 sampai dengan 274 pada surat yang sama kembali berbicara tentang sedekah dan infak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, tentu ada rahasia tersendiri ketika Alah tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan. Inilah ayat 269 itu: "Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, di antara kumpulan ayat mengenai sedekah dan infak, Allah cantumkan ayat tentang hikmah. Ini berarti, wa Allahu a'lam, berinfak dan bersedekah menjadi kriteria penting jika kita ingin meraih hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya untuk mencari "harta" (baca: hikmah) umat Islam yang hilang itu, umat Islam dianjurkan untuk menyedekahkan hartanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jangan-jangan anda tak perlu mengguncang gunung untuk mencari hikmah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hikmah di masa sekarang bukan bersembunyi di dalam gunung.. Ia hadir di sekeliling kita. Ia hadir pada tangan yang menengadah meminta belas kasih, ia muncul di wajah-wajah nestapa akibat menahan lapar, ia hinggap di rumah-rumah yang pemiliknya baru saja di PHK, ia hadir dalam senyum penghuni panti asuhan. Ia mengalir bersama derasnya aliran air mata mereka yang tidur di bawah kolong jembatan. Berikan sedikit harta kita (yang sebenarnya merupakan hak mereka), insya Allah akan anda temukan hikmah. Bila anda sudah temukan hikmah itu, maka sesuai QS 2: 269, anda telah mendapat karunia yang banyak dari sisi Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadirsyah Hosen&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647514153759398?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647514153759398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647514153759398&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647514153759398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647514153759398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/ingin-mendapat-hikmah.html' title='Ingin Mendapat Hikmah?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647480255945610</id><published>2006-05-01T16:07:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.701+07:00</updated><title type='text'>Khanzab, setan spesialis shalat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.1.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain, begitu pula sebaliknya. Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap proyek ini. Ada setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Setan itu bernama 'Khanzab'.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Utsman pernah bertanya kepada Rasulullah: &lt;em&gt;"Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku." Beliau bersabda: "Itulah setan yang disebut dengan 'Khanzab', jika engkau merasakan kehadirannya maka bacalah ta'awudz kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kiri tiga kali."&lt;/em&gt; (HR Ahmad)&lt;br /&gt;Utsman melanjutkan: &lt;em&gt;"Akupun melaksanakan wejangan Nabi tersebut dan Allah mengusir gangguan tersebut dariku."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melafazhkan Niat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana halnya dengan wudhu, serangan pertama yang dilakukan setan kepada orang yang shalat adalah &lt;strong&gt;menyibukkan ia untuk melafazhkan niat&lt;/strong&gt;. Terkadang diiringi dengan gerakan aneh, dia membaca niat lalu mengangkat tangannya, lalu gagal dan idturunkan kembali tangannya. Dia ulangi lagi seperti itu berkali-kali hingga terkadang imam sudah rukuk atau sujud, sementara ia masih dipermainkan setan dalam niat dan takbirnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Niat dan usaha menghadirkan hati memang dituntut ketika hendak shalat, namun tak ada tuntunan sedikitpun bagi orang yang hendak shalat untuk melafazhkan niatnya.&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyah di dalam Zaadul Ma'ad berkata: &lt;em&gt;Nabi memulai shalatnya dengan bacaan 'Allahu Akbar', dari Nabi beliau tidak membaca apapun sebelumnya dan tidak melafazhkan niatnya sama sekali. Beliau tidak mengatakan: ushalli.., 'aku niat shalat anu karena Allah menghadap kiblat empat rekaat sebagai imam (sebagai makmum).." Tidak pula beliau mengatakan 'ada'an' atau 'qadha'an', atau 'fardhan' dan sebagainya&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua itu adalah bid'ah yang tidak disebutkan sedikitpun dalam hadits yang shahih, atau dha'if, tidak pula terdapat dalam musnad atau mursal, walau hanya satu kalimat saja. Bahkan tak satupun sahabat mengerjakannya, tidak ada tabi'in yang menganggapnya baik, begitupun dengan empat imam madzhab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang belakangan yang membacanya keliru memahami perkataan Imam Syafi'i yang berbunyi 'shalat itu tidak sebagaimana shaum, tidak ada orang yang memulai shalat kecuali dengan dzikir'. Mereka menyangka bahwa maksud beliau adalah melafazhkan niat, padahal yang dimaksud tidak lain hanyalah takbiratul ihram."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingat Ini..Ingat Itu !&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Serangan kedua, setan akan mendatangi orang yang tengah mengerjakan shalat untuk &lt;strong&gt;mengingatkan urusan di luar shalat&lt;/strong&gt;. Maka berapa banyak orang yang jasadnya mengerjakan shalat namun hatinya sibuk menghitung laba rugi perniagaan, mengingat barang yang telah hilang, atau bahkan urusan 'kebaikan ' yang tidak ada hubungannya dengan shalat. Tidak heran jika usai shalat seseorang menjadi ingat letak barang yang mana ia telah lupa sebelumnya.  Setan rela 'membantu' orang itu untuk mengingatkan dan menemukan barangnya kembali, asalkan shalat yang dikerjakan menjadi rusak dan tidak bermutu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernah di zaman salaf seseorang kehilangan barang, seseorang menyarankan agar ia mengerjakan shalat dan diapun segera melaksanakan shalat. Ajaib, usai shalat tiba-tiba dia beranjak dari tempatnya dan mengambil barang yang telah dia ingat letaknya ketika shalat. Diapun ditanya: "Apa yang Anda dapatkan ketika shalat?" Dia menjawab: "Aku mendapatkan bahwa setan mencuri perhatian saya dari shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lupa, terlalu asyik dengan khayalannya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada yang terlalu asyik dengan khayalan dan pikirannya tentang urusan di luar shalat, hingga dia &lt;strong&gt;lupa sudah berapa rekaat yang telah dia kerjakan&lt;/strong&gt;.  Tentang godaan setan ini, Nabi SAW. bersabda: &lt;em&gt;"Jika adzan untuk shalat dikumandangkan, setan akan lari terbirit-birit sambil mengeluarkan bunyi kentutnya sehingga tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai diapun akan kembali menggoda. Ketika iqamah dikumandangkan setanpun akan lari hingga usai iqamah setan akan mendatangi orang yang shalat lalu membisikkan ke hati seseorang sembari berkata: 'Ingat ini..ingat itu..' setan mengingatkan apa-apa yang telah dia lupakan hingga seseorang tidak mengetahui berapa rekaat yang telah ia kerjakan."&lt;/em&gt; (HR al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ragu antara Kentut dan Tidak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada kalanya muncul dalam benak seseorang &lt;strong&gt;keraguan, apakah dia kentut ataukah tidak&lt;/strong&gt;. Ini adalah keraguan yang dihembuskan oleh setan untuk mengacaukan shalat seseorang. Dia tidak lagi konsentrasi dengan shalatnya karena ragu, atau dia akan membatalkan shalatnya, lalu dia berwudhu dan memulai shalatnya lagi, lalu akan digoda lagi dengan cara yang sama. Sehingga untuk satu shalat dia bisa mengulangi tiga sampai empat kali berwudhu. Bisa dibayangkan, seandainya ada lima orang saja dalam satu masjid yang terkena godaan ini, niscaya cukup membuat kacau jama'ah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk menangkal godaan tersebut Nabi memberikan solusi dan informasi: &lt;em&gt;"Jika salah seorang di antara kalian mendapatkan yang demikian itu maka janganlah membatalkan shalatnya hingga dia mendengar suaranya dan mencium baunya tanpa ragu.&lt;/em&gt; (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antara ulama ada yang menyebutkan bahwa hadits ini merupakan salah satu pengecualian dari hadits da' ma yariibuka ilaa ma laa yariibuka, tinggalkan apa yang meragukan dan ambil sesuatu yang tidak meragukan. Dalam kasus ini kita dilarang membatalkan shalat kendati berada dalam keraguan antara kentut dan tidak, kecuali jika mencium bau kentut atau mendengar suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mencuri Perhatian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita juga sering melihat atau bahkan mengalami sendiri menengok ketika shalat terkadang tanpa terasa karena terbiasa. Ini juga tak lepas dari serangan setan yang ingin merusak shalat kita. Nabi ditanya tentang orang yang menoleh ke kanan dan ke kiri, beliau menjawab: &lt;em&gt;"Itu adalah setan yang mencuri perhatian seorang hamba dari shalatnya."&lt;/em&gt; (HR Al-Bukhari dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangkal serangan ini, hendaknya orang yang shalat berusaha menghadirkan hatinya, bahwa dia tengah berhadapan dengan Allah Yang Maha Berkuasa atas segalanya. Jika Anda malu atau takut menoleh ke kanan dan ke kiri ketika berbicara kepada pejabat, lantas bagaimana halnya jika Anda sedang berkomunikasi dengan sang pencipta dan Penguasa para pejabat itu? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Ar risalah) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647480255945610?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647480255945610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647480255945610&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647480255945610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647480255945610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/khanzab-setan-spesialis-shalat.html' title='Khanzab, setan spesialis shalat'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114647281598492105</id><published>2006-05-01T15:35:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.636+07:00</updated><title type='text'>Hari Ini, Sepiring Berdua</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah-1.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah-1.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;''Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?''&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (QS. Al-Qashash : 60)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu ketika seorang suami pulang dari kantor membawa sekotak nasi. Ia disambut oleh istrinya yang sedang hamil anak pertamanya. Dengan perasaan bersalah, sang suami menatap sedih dan segera menyodorkan kotak itu kepada istrinya "Bunda, hari ini kita makan sepiring berdua yah!". Sekalipun sang istri seharian baru makan nasi sisa dari malam sebelumnya, ditambah lauk mentega, ia dengan sabar menjawab, "Iya tidak apa-apa. Tapi kasihan ayah, kan hari ini puasa...". Sang suami itu pun membalasnya dengan tenang untuk menutupi dan menahan rasa sedihnya menghadapi ujian rezeki kala itu. "Alhamdulillah, ini yang kita dapatkan hari ini". Sedangkan pikirannya sudah terisi kegundahan, apa yang akan dimakan esok hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah salah satu gambaran nuansa kehidupan sebuah keluarga. Ada kalanya sebuah keluarga mengalami masa-masa kekurangan dan kesempitan. Terlebih lagi bagi mereka yang mengawali rumah tangga dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Hidup yang memprihatinkan harus dijalani dengan pengorbanan dan kemampuan 'berhitung' terhadap pengeluaran dan pemasukan. Berdirinya sebuah rumah tangga dapat diawali dengan adanya kesepakatan pasangan terhadap berbagai hal. Yang terpenting, masing-masing dapat menjaga citra diri demi berlangsungnya pernikahan. Semangat ini pun mesti dibalut dengan keyakinan bahwa rezeki pasti akan diperoleh. Meski demikian, setelah akad nikah, dalam perjalanan hidup rumah tangga, komitmen yang telah disepakati tak jarang berubah menjadi hal yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain karena perubahanan waktu dan suasana, keinginan dan harapan yang ada akan mengarahkan pada sesuatu yang lebih ideal untuk diwujudkan. Bahkan hal-hal yang dulu tidak sempat kita pikirkan, satu per satu akan mulai tampak. Yaitu, mulai dari sifat, sikap, dan kemampuan pasangan dalam menghadapi dan mengelola hiruk pikuk rumah tangga. Masalah-masalah yang sebenarnya sepele, sangat mungkin menimbulkan permasalahan sehingga memicu ketidakharmonisan hubungan antara suami istri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasangan suami istri yang tengah menghadapi ujian seperti itu, sebaiknya menengok kembali kesepakatan yang pernah dibuat bersama dengan penuh tanggung jawab. Tidak saling menyalahkan atau bahkan membebankan dan menuntut kepada suami atau mencari kesalahan dan sebab akibat kepada istri, merupakan salah satu alternatif solusi terbaik. Dalam rumah tangga tak mungkin antara suami dan istri hidup hanya berdasarkan kebutuhan dan keputusan masing-masing. Semuanya harus bersama siap menghadapi berbagai risiko.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nikmati sebuah 'tim kerja' yang diikat oleh ikatan hati dan semangat dalam kebersamaan. Dalam keadaan yang tak nyaman inilah menjadi saat tepat untuk memperbaharui komitmen dan membuat rencana kedepan yang lebih matang. Mulailah membangun indahnya kebersamaan penuh kesabaran. Terimalah keadaan dengan menikmatinya dan berbahagia dengan apa yang ada. Janganlah ragu untuk menahan diri dari meminta dan berharap dari orang lain. Pertahankan harga diri bersama-sama, sekalipun harus makan sepiring berdua atau menahan lapar bersama-sama. Curahkan isi hati kepada orang-orang yang bijak dan memiliki ilmu. Masukan pendapat orang lain tak jarang akan membuat cara kita berpikir dan bertindak lebih memiliki nilai ilmu daripada mengedepankan emosional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semuanya itu tak pelak pada akhirnya akan mengantarkan kita lebih mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Tambahkan kekuatan semangat dalam menjalani kehidupan dengan terus mendekat kepada pemilik kehidupan ini dalam rangkaian ikhtiar kita. Ringankan hati dengan terus berupaya berbaik sangka terhadap semua yang terjadi pada diri kita. Sadarilah bahwa episode yang terlewati merupakan jalan mematangkan dan memuliakan diri kita di hadapan-Nya. Dalam situasi apapun, bila kita telah memperbaiki komitmen, maka tak ada sesuatu hal yang sulit dan menyedihkan. Sebab kita akan mengetahui arti senang ketika telah merasakan kesedihan. Maka janganlah sedih bila hari ini makan malam kita hanya sepiring berdua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wallahu'alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114647281598492105?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114647281598492105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114647281598492105&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647281598492105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114647281598492105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/05/hari-ini-sepiring-berdua.html' title='Hari Ini, Sepiring Berdua'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114584397513875685</id><published>2006-04-24T08:59:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.573+07:00</updated><title type='text'>PERINGATAN BAGI SUAMI SHOLEH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah.15.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah.13.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu’alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang baik adalah konsisten dengan kebenaran. Ia hendaknya memahami suatu asas yang berbunyi: “Seorang laki-laki sebaiknya mengikuti kebenaran, bukan kebenaran yang mengkuti laki-laki.” Beberapa peringatan untuk para suami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tidak memperkenankan istri melakukan hal yang bertentangan dengan syariat. &lt;em&gt;(Al-mukhalafah asy-syar’iyyah artinya adalah semua perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam&lt;/em&gt;. Perbuatan tersebut tidak hanya pada hal berdandan dan berhias yang berlebihan atau membuka aurat) Terkadang kita menemukan sebagian suami yang mengizinkan istrinya berpakaian dan bepergian semaunya, bahkan memberi kesempatan kepada istrinya untuk melakukan segala sesuatu yang dilihat oleh semua orang. Nabi bersabda: &lt;em&gt;“Allah melaknat alwashilah (orang yang menyambung rambutnya dengan rambut lain) dan mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya) serta wasyimah (orang yang membuat tato) dan mustaushimah (orang yang minta dibuatkan tato)”&lt;/em&gt; (Hadits sahih. HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Utsaimin berkata, &lt;em&gt;“Allah melaknat orang yang bertato dan orang yang membuatnya, orang yang menghilangkan bulu di mukanya dengan menggunakan alat semacam pinset, dan orang yang merubah organ tubuhnya agar terlihat lebih menarik”.&lt;/em&gt; Lalu seorang perempuan datang kepadanya dan berkata, &lt;em&gt;“Ada kabar yang telah sampai kepada saya bahwa engkau melaknat orang seperti itu?”&lt;/em&gt; Dia menjawab, &lt;em&gt;“Kenapa saya tidak melaknat orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah dan telah disebutkan di dalam Al Qur’an?”&lt;/em&gt; Kemudian perempuan itu berkata, “&lt;em&gt;Saya telah membaca dua kitab dan tidak menemukan apa yang engkau ucapkan. “&lt;/em&gt; Ibnu Utsaimin lalu berkata, &lt;em&gt;“Jika engkau benar-benar membacanya, niscaya engkau akan menemukannya. &lt;strong&gt;Tidakkah kau membaca ayat…’apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…’ &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(QS. A Hasyr (59) : 7) Perempuan tersebut menjawab,&lt;em&gt; “Ya, saya telah membacanya.”&lt;/em&gt; Ibnu Utsaimin pun berkata, &lt;em&gt;“Sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarangnya.”&lt;/em&gt; (Hadits shahih. HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Ashakir, Thabrani, Darimi, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;“Dua golongan penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya yaitu: (satu) kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang digunakan untuk mendera manusia, dan (dua) wanita yang menggunakan pakaian tapi (seperti) telanjang, berjalan dengan melenggak lenggok (erotis saat berjalan). Mereka tidak masuk surga dan tidak dapat mencium aromanya, padahal aroma surga dapat tercium dari jarak sekian sekian (jarak yang sangat jauh).”&lt;/em&gt; (Hadits sahih. HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi) Orang yang berpakaian telanjang mempunyai beberapa makna antara lain: memakai pakaian pendek, sehingga sebagian besar tubuhnya terlihat, memakai pakaian yang sangat tipis (transparan), sehingga seluruh tubuhnya terlihat dengan jelas, memakai pakaian yang ketat, sehingga lekuk tubuh terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bergaul hanya dengan orang-orang yang baik Hal ini sangat penting, karena teman yang perangainya buruk laksana syetan, yang dapat menyeretnya pada lembah kenistaan. Simaklah insiden ini! &lt;em&gt;“Ada seorang lelaki dari keturunan Bani Israil yang mempunyai istri dan seekor anjing. Dia seorang yang baik, namun ia bergaul dengan orang yang berakhlak buruk. Kebiasaan mereka adalah berburu. Pada suatu ketika dia pergi bersama teman-temannya untuk berburu. Ditengah perjalanan salah seorang dari mereka kembali pulang namun tanpa sepengetahuan yang lainnya. Ternyata anjing milik laki-laki tadi membuntuti orang yang kembali pulang tersebut. Orang tersebut menuju rumah laki-laki yang memiliki anjing itu dan menemui istrinya. Singkat cerita keduanya melakukan perzinahan. Tiba-tiba anjing itu menerkam kedua orang tersebut. Tatkala laki-laki tersebut datang dari perburuannya, ia terkejut melihat seekor anjing yang telah dibunuh masyarakat sekitar dan melihat istrinya bersama temannya terbunuh dalam keadaan bugil dan mengerikan. Lalu dia menangis sambil meratap, “alangkah mengherankan! Seorang teman berkhianat, sedangkan seekor anjing tidak berkhianat (menjaga kepercayaannya)?”&lt;/em&gt; Dari cerita tadi dapat dipahami bahwa pertemuan antara istri dan teman tersebut secara tidak langsung, disebabkan oleh suaminya. Kesalahan tidak seluruhnya dilimpahkan kepada istri, karena suami dalam hal ini mempunyai andil yang besar. Rasulullah SAW memberi peringatan kepada kita dalam sebuah hadits: “&lt;em&gt;Seseorang akan (mengikuti) agama (kepercayaan) temannya, karena itu hendaklah ia melihat (memilih) siapa yang akan ia pergauli”&lt;/em&gt; (Hadits hasan. HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Hakim yang mengatakan hadits ini shahih, insya Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali berkata&lt;em&gt;,“Bergaulah dengan orang yang dermawan akan mendorong seseorang untuk menderma dan berteman dengan orang yang zuhud akan mendoronmg seseorang untuk berlaku zuhud terhadap dunia, karena biasanya manusia meniru watak yang lain, tanpa ia sadari.”&lt;/em&gt; (Adz-Dzahabi, Khatib, Abu Na’im dan Al Baghawi menyetujui hadits tersebut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah. Sebagian suami biasanya tidk membantu istrinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah, karena mereka menganggap pekerjaan tersebut dapat mengurangi harga dirinya sebagai laki-laki, padahal membantu istri adalah sesuatu yang dianjurkan, karena pekerjaan rumah tangga juga boleh dikerjakan oleh seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata, &lt;em&gt;“Rasulullah SAW pernah menjahit sandalnya, menghilangkan kutu dari pakaiannya dan bekerja di rumahnya, seperti salah seorang diantara kamu yang melakukan pekerjaan di rumahnya. “&lt;/em&gt; (Hadits sahih. HR ahmad, Bukhari, Abdurrazak dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits lain dia berkata, &lt;em&gt;“Orang yang sejati adalah orang yang menghilangkan kutu di pakaiannya, memeras susu kambingnya dan mengurus dirinya sendiri”&lt;/em&gt; (Hadits hasan. HR Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi)&lt;br /&gt;Oleh karena itu kehidupan rumah tangga dapat tegak apabila didasari dengan kebersamaan. Dengan demikian, tidak mungkin keduanya dipisahkan. Kita harus ingat bahwa Allah telah memberi keutamaan pada orang lain di atas keutamaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab. Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;(Sumber: Kriteria Suami yang Shalih menurut Al Qur'an dan Sunnah, Mahmud Abdul Malik Az-Zoughbi, Penerbit Cendekia, 2004) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114584397513875685?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114584397513875685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114584397513875685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114584397513875685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114584397513875685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/04/peringatan-bagi-suami-sholeh.html' title='PERINGATAN BAGI SUAMI SHOLEH'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114559578314489705</id><published>2006-04-21T12:03:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.511+07:00</updated><title type='text'>Adakah hal yang meringankan dalam sholat ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah.14.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah.12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, sholat dianggap oleh kebanyakan dari umat Islam sebagai sebuah ritual yang sangat berat untuk dikerjakan apalagi untuk melengkapinya sejumlah lima waktu seperti yang diperintahkan oleh Allah melalui Nabi-Nya.; Belum lagi dengan banyaknya syarat-syarat yang ditetapkan oleh para ulama sehingga sholat dirasakan semakin kompleks dan penuh aturan. Padahal sebenarnya ajaran Islam tidak rumit apalagi bersifat memberatkan umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menginginkan kesukaran bagimu &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;- Qs. 2 al-Baqarah : 185&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;- Qs. 6 al-an'aam: 152&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, sabdanya : &lt;em&gt;sesungguhnya Islam itu mudah ; dan barang siapa yang memperberatnya, ia akan dikalahkan oleh agamanya &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama wahyu merupakan ajaran rasional, tidak bertentangan dengan fitrah manusia yang diciptakan oleh Yang Maha pembuat wahyu itu sendiri.; karenanya, pembuat mobil Kijang tentu tidak akan memberikan buku petunjuk (manual book) untuk mobil Sedan, demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Islam, dia diturunkan oleh Allah yang menciptakan manusia, maka bagaimana mungkin Allah akan menurunkan buku petunjuk berisi pedoman yang tidak sesuai dengan karakteristik manusia itu sendiri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai isi hadis diatas, Nabi berpesan agar manusia tidak memperberat ajaran Islam sebab hanya akan membuat manusia itu dikalahkan oleh agama. Dimana akhirnya tidak akan ada amal yang sempat diperbuat oleh simanusia itu sendiri karena dia selalu memandang semua perintah agama itu sulit dan berat untuk dilakukan sehingga akhirnya tidak ada satupun kewajiban agama yang dijalankannya. Perintah sholat salah satu kewajiban yang memiliki banyak kemudahan dalam praktek pengamalannya, berikut beberapa poin penting kemudahan tersebut :&lt;br /&gt;1.Jika saat waktu sholat tiba namun mata mengantuk, maka lebih utama untuk menundanya setelah bangun dari tidur :&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah : Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda : &lt;em&gt;'Apabila seseorang dari kamu mengantuk dan dia hendak sholat maka tidurlah sampai kantuknya hilang. Karena apabila seseorang sholat dalam keadaan mengantuk, dia tidak sadar, bisa saja dia hendak meminta ampun kepada Tuhan tetapi dia malah memaki dirinya sendiri'&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;2.Bila memang kita belum melakukan sholat namun ketiduran, maka sholat boleh dikerjakan saat bangun tidurnya :&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah ia berkata : &lt;em&gt;'Sahabat-sahabat menceritakan kepada Nabi Saw tentang tertidurnya mereka sebelum sholat, lalu Nabi Saw bersabda : sesungguhnya didalam tidur itu tidak ada kelalaian karena kelalaian itu hanyalah dalam keadaan terjaga karenanya apabila salah seorang diantara kamu lupa sholat atau tertidur maka sholatlah ketika ingat ! ' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Nasai dan Tirmidzi&lt;br /&gt;3.Bila bangun kesiangan tetapi sholat subuh belum ditunaikan, tetap syah mengerjakannya meskipun hari sudah tidak lagi subuh :&lt;br /&gt;Dari Abu Rajak dari 'Auf dari Imran, katanya : &lt;em&gt;Adalah kami pada suatu perjalanan bersama dengan Nabi Saw dan kami berjalan malam hari dan ketika larut malam, tidurlah kami dan tidak ada tidur yang lebih nyenyak dari itu bagi orang musafir tidak ada yang membangunkan kami selain panas matahari. Nabi Saw apabila beliau tidur tidak dibangunkan sampai beliau bangun sendirinya, kami tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam tidurnya. Setelah umar bangun dan dilihatnya apa yang terjadi pada orang banyak (mereka masih tidur sementara matahari telah tinggi) maka umar yang berkepribadian keras lalu bertakbir dan dikeraskannya suaranya membaca takbir itu hingga bangunlah Nabi Saw; Setelah Nabi bangun, mereka mengadukan kepada Nabi hal kesiangan mereka ; Jawab Nabi : tidak mengapa dan mari kita berangkat ! lalu Nabi berangkat dan setelah berjalan tidak seberapa jauh, Nabi berhenti dan meminta air untuk berwudhu', lalu Nabi berwudhu' dan orang banyakpun dipanggil untuk sholat, maka sholatlah Nabi bersama mereka &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;4.Bila lupa mengerjakan sholat, maka boleh melakukannya setelah ingat.&lt;br /&gt;Dari Anas, dari Nabi Saw sabdanya :&lt;em&gt;'Barang siapa yang lupa mengerjakan sholat maka sholatlah setelah dia ingat tidak ada hukuman baginya selain dari itu dan kerjakanlah sholat untuk mengingat Tuhan.' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;5.Bila tubuh sedang letih, boleh melakukan sholat sambil duduk&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nabi Saw datang kerumah zainab (salah seorang puteri beliau) Kebetulan disitu ada tali terbentang antara dua tonggak; Nabi bertanya : tali apa ini ? Orang banyak menjawab : tali untuk zainab apabila ia letih mengerjakan sholat berpeganglah ia ditali itu ; sabda Nabi : Tidak boleh, bukalah ! Hendaklah kamu mengerjakan sholat menurut kesanggupannya ; apabila telah letih, duduklah &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;6.Bila cuaca sedang panas, bisa menunggu hingga sampai keadaan cuaca mereda&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar, ia berkata : &lt;em&gt;'Kami pernah bersama Nabi Saw, ketika muadzin hendak azan Zhuhur, Nabi bersabda : Tunggulah sampai dingin ; Kemudian muadzin hendak azan lagi, Nabi bersabda kepadanya : 'Tunggulah sampai dingin' ! ; Sehingga kami melihat bayangan bukit, lalu Nabi bersabda : Sesungguhnya panas itu uap neraka, karenanya bila keadaan sangat panas maka akhirkanlah waktu sholat sampai dingin !' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;7.Bila saat sholat berbenturan dengan waktu makan, maka boleh mendahulukan makan sebab sholat dalam keadaan lapar sementara makanan sudah siap diatas meja hanya akan membuat pikiran tidak tenang dan konsentrasi sholat menjadi terganggu. Dari 'Aisyah, bahwa Nabi Saw bersabda : &lt;em&gt;' Apabila akan didirikan sholat, sedangkan makan malam telah dihidangkan maka dahulukanlah makan malam itu' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;8.Bila sedang dalam perjalanan, kita boleh menyingkat sholat yang tadinya berjumlah empat raka'at menjadi dua raka'at saja&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar, r.a, katanya : &lt;em&gt;'Pernah saya menemani Nabi Saw dan sholat beliau dalam perjalanan tidak lebih dari dua raka'at' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;9.Wanita yang sedang dalam keadaan menstruasi diperbolehkan untuk meninggalkan sholat mereka. Dari 'Aisyah r.a : . (disingkat -pen) ; Nabi menjawab : &lt;em&gt;'Karena itu, apabila datang darah haid, tinggalkan sholat dan bila darah haid itu habis maka mandilah untuk sholat ' &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;10.Boleh mengerjakan sholat dimana saja tanpa harus melakukannya disurau, masjid dan sejenisnya : Dari Jabir bin Abdullah r.a, katanya : &lt;em&gt;'Rasulullah Saw pernah bersabda: dijadikan bumi untukku menjadi alat bersuci dan tempat sujud; karena itu, sholatlah kamu dimana saja kamu mendapati waktu sholat &lt;/em&gt;- Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;11. Kerjakanlah sholat sesuai kondisi tubuh : Dari 'Ali, r.a, katanya : bersabda Nabi Saw : &lt;em&gt;' Sholatlah orang yang sakit dengan berdiri jika ia bisa ; bila tidak mampu maka sholatlah dengan duduk ; jika tidak mampu untuk sujud, isyaratkan saja dengan kepala ; dan dijadikannya sujudnya itu lebih rendah dari ruku'nya ; jika tidak mampu sholat duduk, maka sholatlah sambil berbaring kekanan serta menghadap kiblat; jika tidak mampu juga maka sholatlah dengan menelentang ; sedang kedua kakinya membujur kearah kiblat'&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Daruquthni&lt;br /&gt;12. Sholat tidak menghalangi kita untuk tetap menjaga balita. Dari Abu Qatadah al Anshari : &lt;em&gt;Sesungguhnya Rasulullah Saw sholat sambil mendukung Umamah binti zainab binti Rasulullah; apabila Nabi sujud, diletakkannya Umamah itu dan saat ia berdiri didukungnya kembali&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata : &lt;em&gt;Kami Sholat Isya' beserta Nabi ; Apabila beliau bersujud, Hasan dan Husen melompat atas punggungnya; Karena itu, apabila Nabi mengangkat kepalanya beliau mengangkat Hasan dan Husen dari punggung dengan lembut dan mendudukkannya ke lantai; ketika Nabi kembali sujud, Hasan dan Husen kembali menduduki punggungnya ; demikian keadaan itu berlangsung hingga selesai sholat sesudah selesai sholat, Nabi mendudukkan salah seorangnya keatas pahanya&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Ahmad&lt;br /&gt;13. Meskipun sholat berjemaah itu baik, namun bila sebagai makmum kita datang terlambat padahal imam sudah memulai raka'at sholatnya, tidak perlu berlari mengejar ketinggalan : Dari Abu Hurairah, katanya : &lt;em&gt;Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda : 'Apabila kamu mendapati orang telah sholat, janganlah kamu berlari-lari mengejarnya berjalanlah seperti biasa dan hendaklah kamu bersikap tenang diraka'at mana kamu dapatkan, teruskanlah dan mana yang ketinggalan maka sempurnakanlah&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;14. Hujan dan becek tidak menghalangi sholat. Kata Abu Sa'id al Khudri : &lt;em&gt;'Datang awan gelap, maka hujanlah hari sampai bocor atap masjid dan atap itu dari pelepah batang korma ; lalu orang sholat dan kulihat Rasulullah Saw sujud diatas air dan tanah hingga kulihat bekas-bekas tanah dikeningnya&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa poin kemudahan yang ada dalam sholat yang sudah diberikan Allah melalui Rasul-Nya dan telah diteladani pula oleh keluarga dan sahabatnya, sehingga tidak ada alasan bagi kita selaku umat Islam untuk melalaikan sholat apalagi sampai membuatnya seolah suatu ritual yang sangat rumit dan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Ahmad dan Bukhari dari Malik bin al-huwairits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Armansyah - Palembang &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114559578314489705?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114559578314489705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114559578314489705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114559578314489705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114559578314489705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/04/adakah-hal-yang-meringankan-dalam.html' title='Adakah hal yang meringankan dalam sholat ?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114559208427009743</id><published>2006-04-21T11:01:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.439+07:00</updated><title type='text'>Adakah Makhluk Luar Angkasa itu ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah.13.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah.11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai makhluk luar angkasa akan membawa kita pada kontroversi berkepanjangan yang sampai hari ditulisnya buku ini pun perdebatan dikalangan ilmuwan dan juga agamawan terus berlanjut. Tidak ada kata sepakat mengenainya. Ada yang mengkaitkan mereka dengan makhluk jenis Jin, ada juga yang berpendapat bahwa mereka benar-benar ada dan berupa makhluk tersendiri terpisah dari jenis manusia dan jin, ada juga yang mengingkari keberadaannya dan menganggapnya sekedar berita bohong, isapan jempol dan imajinasi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seperti yang telah diungkapkan oleh Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam bukunya[1], bahwa bumi yang kita diami ini tidaklah lebih dari sebutir debu dialam semesta yang amat besar dan megah dan penuh dengan kehidupan dan makhluk hidup. Kita akan menjadi orang dungu apabila mengira hanya kita sajalah makhluk hidup dalam wujud semesta yang maha luas ini. Allah telah menciptakan begitu banyak galaksi, mungkinkah hanya satu planet saja yang berisi kehidupan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam ini bagi al-Ghazali sudah penuh sesak dengan makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah yang merujuk pada wujud-Nya dan bersaksi tentang kebesaran-Nya. Senada dengan pernyataan ini, penulis Indonesia kontroversial ditahun 80-an asal Sumatera Barat bernama Nazwar Syamsu[2] berpendapat bahwa banyaknya laporan masyarakat bumi terhadap penampakan UFO atau piring terbang harus menjadi alasan positip yang mengkuatkan adanya kehidupan manusia bermasyarakat diplanet lain seperti halnya yang ada diplanet kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berbeda dengan keduanya, Muhammad Isa Dawud dengan semua uraiannya yang panjang lebar didalam bukunya menyatakan bahwa semua misteri seputar keberadaan piring terbang ataupun makhluk luar angkasa tidak lain hanyalah perbuatan dan tipu daya Iblis bersama Dajjal yang memiliki markas besar disegitiga Bermuda[3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perbedaan pendapat yang ada diatas tadi, maka bagaimanapun logika mereka tidak ada yang menyimpang dari apa yang disampaikan oleh Allah dan Rasul-Nya didalam kitab suci al-Qur'an maupun al-Hadis. Mereka ini pada hakekatnya berbeda dalam cara penafsiran ayat dan hadis sesuai dengan cara maupun sudut pandang masing-masing. Tetapi satu hal yang pasti bahwa semua dalil yang mereka pergunakan sangat patut untuk dijadikan perhatian bagi kita semua, terutama untuk yang tertarik dalam kajian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita mengenai keberadaan dari piring terbang dan manusia-manusia dari luar angkasa sendiri sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum teknologi modern manusia dicapai, misalnya dongeng-dongeng mengenai kerajaan Atlantis atau juga kisah mengenai kepahlawanan Hercules yang akhirnya kembali kelangit bersama ayahnya Zeus setelah menyelesaikan tugas dibumi tidak bisa dianggap hanya sekedar cerita pengantar tidur bangsa Yunani kuno bahkan cerita keperkasaan Gatot Kaca dalam wayang purwa yang memiliki baju terbang bernama "Kotang Antakusuma" dan helm "Basunanda" lengkap dengan sepatu pelindung "pada kacarma" juga menjadi suatu teori tersendiri oleh sejumlah peneliti masalah piring terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana sebenarnya pendapat al-Qur'an sendiri mengenai hal-hal yang masih merupakan misteri besar ini ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab suci al-Qur'an memang tidak bercerita secara jelas (didalam ayat-ayat Muhkamatnya) kepada kita mengenai keberadaan makhluk hidup diluar manusia berikut planet dimana mereka tinggal. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa secara simbolik (melalui ayat-ayat Mutasyabihatnya) al-Qur'an juga menolak keabsahan teori-teori tersebut, sebab sebaliknya justru al-Qur'an menggambarkan kekuasaan Tuhan disemua alam semesta yang melingkupi seluruh makhluk hidup yang ada dan tersebar disemua penjuru galaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan diantara ayat-ayat-Nya adalah menciptakan langit dan bumi ; dan Dabbah yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; - Qs. 42 Asy-Syura :29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan Allah telah menciptakan Dabbah dari almaa'; diantara mereka ada yang berjalan diatas perutnya dan ada juga yang berjalan dengan dua kaki dan sebagiannya lagi berjalan atas empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, karena sesungguhnya Allah berkuasa atas tiap-tiap sesuatu..&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 24 An-Nur :45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui surah asy-syura ayat 29 diatas kita memperoleh gambaran dari al-Qur'an bahwa Allah telah menyebarkan dabbah disemua langit dan bumi yang telah diciptakan-Nya. Pengertian dari istilah Dabbah ini sendiri bisa kita lihat pada surah an-Nur ayat 45, yaitu makhluk hidup yang memiliki cara berjalan berbeda-beda, ada yang merayap seperti hewan melata ada yang berjalan dengan dua kaki sebagaimana halnya dengan manusia dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kuda, anjing, kucing dan seterusnya sehingga merujuk istilah Dabbah yang ada dilangit dengan makhluk berjenis Jin atau Malaikat saja dan mengabaikan kemungkinan adanya makhluk jenis lain berarti bertentangan dengan maksud kitab suci sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan hanya kepada Allah saja bersujud semua yang ada dilangit dan dibumi, mulai dari Dabbah hingga para malaikat; sementara para malaikat itu tidak pernah berbuat angkuh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 16 an-Nahl : 49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada mereka yang menolak keberadaan makhluk hidup diluar jenis manusia dan jin sekaligus menyatakan bahwa hanya diplanet bumi ini sajalah makhluk hidup ciptaan Allah, menurut pendapat penulis pribadi, maka dijaman yang serba modern dan canggih ini apalagi didukung oleh ayat-ayat al-Qur'an sendiri tidaklah bisa dibenarkan. Adalah mustahil kebohongan dilakukan oleh hampir separuh penghuni bumi ini dalam waktu yang berbeda dan bahkan dipisahkan oleh kurun masa berabad-abad dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Su'ud Muliadi[1] misalnya menyatakan dalam bukunya bahwa laporan paling tua mengenai pesawat dari luar angkasa yang mendarat dibumi ini berasal dari abad ke-15 sebelum Masehi, yaitu pada sebuah tulisan Mesir kuno (papirus) yang merupakan bagian dari buku harian Raja Thutmosis III (1504-1450 SM) yang merupakan raja Mesir terbesar dimasa lalu dengan daerah kekuasaannya sampai kesungai Euphrat dan Sudan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu terjadi pada salah satu ekspedisi penaklukkan yang dipimpinnya langsung, dimana dalam perjalanannya Thutmosis III melihat adanya sebuah lingkaran api muncul diangkasa dengan panjang sekitar 1 rod atau ± 5 meter tanpa mengeluarkan suara dan perlahan bertambah tinggi naik keangkasa menuju keselatan dan menghilang dikegelapan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya beberapa penemuan Arkeologi kerajaan Romawi kuno juga menunjukkan bahwa penampakan dari piring terbang juga pernah terjadi dimasa lalu. Salah satu penemuan itu berupa mata uang logam Romawi kuno yang berukiran gambar bintang dan sebuah bola dengan antena mirip satelit yang ada dijaman kita modern ini. Pendapat awal yang memperkirakan bahwa bola berantena ini merupakan ukiran matahari akhirnya kandas setelah penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan adanya kenyataan empat sinar cahaya dari bola itu dipancarkan dengan cara yang berlainan terhadap cahaya dari matahari. Apalagi pada mata uang logam tersebut terdapat kata-kata Providentia Deorum yang memuliakan para dewa dan terdapat seorang wanita dalam wujud Providentia muncul dari cahaya yang bersinar tersebut[2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya berturut-turut Yves Naud dalam bukunya berjudul Peninggalan Masa Lampau yang misterius dan UFO, dan Erich Von Daniken dengan bukunya Adakah makhluk lain dari angkasa luar[3] memberikan kehadapan kita banyak sekali data-data yang memastikan mengenai apa yang telah disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur'an tadi. Bahkan menurut Yves Naud berdasarkan penelitiannya yang panjang, teknologi yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi apa yang sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibuktikannya dengan keberadaan Peta Piri Reis yang merupakan suatu peta dengan rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada awal abad ke delapan belas, di istana Topkapi Turki, ditemukan peta-peta kuno. Peta itu adalah milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki Laksamana Piri Reis. Dua buah atlas yang disimpan di perpustakaan negara di Berlin yang memuat gambar yang tepat dari laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati, juga berasal dari Laksamana Piri Reis ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada Arlington H. Mallerey seorang Kartograf Amerika untuk diteliti. Mallerey memperkuat fakta yang luar biasa bahwa semua data geografi terdapat pada peta-peta itu, tetapi tidak digambar pada tempat yang semestinya. Ia minta bantuan dari Walters seorang kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan Walters bersama-sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yang menggemparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petanya memang cermat, bukan hanya mengenai Laut Tengah dan Laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan bahkan garis-garis tinggi Permukaan Samudra Antartika pun dilukiskan dengan persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman. Pegunungan, puncak gunung, pulau, sungai dan dataran tinggi; semuanya digambarkan dengan ketepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun 1957, peta-peta itu diserahkan kepada Jesnit Lineham, yang menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dengan cermat, Lineham pun hanya dapat memperkuat ketepatannya yang fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah-daerah yang di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol ialah bahwa pegunungan di Antartika yang baru ditemukan pada tahun 1952, dalam peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus tahun lamanya. Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dengan menggunakan alat-alat gema suara. Penyelidikan terakhir yang dilakukan oleh Profesor Charles. H. Hapgood dan ahli matematika Richard W. Strachan telah memberikan informasi yang lebih mengherankan lagi. Setelah diadakan perbandingan dengan hasil pemotretan bulatan dunia kita yang di lakukan secara modern dari satelit, perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dengan ketinggian yang jauh sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah, setelah filmnya dicuci maka akan terdapat gambaran ini; segala sesuatu yang ada dalam radius kira-kira 5.000 mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat, karena semuanya ada di bawah lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik pusat gambar, semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini semua? karena bumi ini berbentuk bulatan, benua-benua yang jauh dari titik pusat seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya, tampaknya berubah dengan janggal sekali pada ukuran memanjangnya, persis seperti perubahan pada peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yang dilakukan satelit buatan dari Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian itu, bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dengan pengetahuan mereka yang konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup didalam gua dan mengembara (nomaden) ? Tidakkah teori yang menyatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan manusia kembali kejaman batu, bisa diterima ? Bisakah ajaran Islam yang diklaim sebagai ajaran Tuhan semesta alam menjawab semuanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan orang-orang yang hidup sebelum mereka sekarang ini telah pernah mendustakan Kami, padahal mereka yang ada sekarang ini belum sampai pada sepersepuluh yang pernah Kami berikan kepada mereka dahulu kala.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 34 Saba' : 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penafsir kitab suci ada yang merujuk maksud dari orang-orang yang hidup sebelumnya pada ayat tersebut sebagai orang-orang kafir Mekkah yang sudah meninggal sebelum kenabian Muhammad, akan tetapi adalah sah-sah saja bila kita menafsirkannya dengan makna yang lebih luas dari itu dan menghubungkan ayat ini dengan teori yang sudah kita bahas sebelumnya. Apalagi dalam catatan kakinya yang menjelaskan ayat ini, Departemen Agama Republik Indonesia menulis maksud dari sepersepuluh yang kami berikan kepada orang-orang sebelumnya itu adalah pemberian Allah seputar kepandaian ilmu pengetahuan, umur panjang, kekuatan jasmani, kekayaan harta benda dan sebagainya.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sering saya singgung, bahwa al-Qur'an harus dipahami secara universal dan aktual, sehingga kemonotonan penafsiran yang ada pada tafsir Qur'an tradisional tidak membuat kitab suci ini sebagai sesuatu yang hanya menjadi pajangan dimasjid ataupun bacaan saat menjelang sholat Jum'at. Kita harus melanjutkan misi aktualisasi kitab suci yang sudah dirintis oleh Syaikh Muhammad Abduh dan muridnya Rasyid Ridha diawal abad 20. Bangsa Indonesia sendiri memiliki banyak cendikiawan muslim modern yang telah mencoba memberikan tafsiran baru ayat-ayat al-Qur'an. Sebut saja misalnya nama-nama seperti Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja melalui bukunya versi baru Ihya Ulumiddin[5] atau Nurcholish Madjid dalam Khazanah Intelektual Islam[6] serta nama Nazwar Syamsu yang terkenal dengan bukunya Tauhid dan Logika[7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, maka kita bisa mendapatkan kitab suci al-Qur'an benar-benar sebagai kitab petunjuk yang bermanfaat bagi manusia didalam mempelajari ilmu dunia maupun ilmu akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan planet-planet yang berfungsi sebagai tempat hidup dan berkehidupan makhluk berjiwa seperti bumi misalnya secara eksplisit bisa juga kita peroleh didalam ayat al-Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah menciptakan tujuh langit dan seperti itu juga bumi; berlaku hukum-hukum Allah didalamnya, agar kamu ketahui bahwa Allah sangat berkuasa terhadap segala sesuatu; dan Allah sungguh meliputi segalanya dengan pengetahuan-Nya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 65 ath-Thalaq : 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata langit dan bumi disebut dengan bilangan tujuh yang berarti banyak (lebih dari satu), maka tentu yang dimaksud dalam ayat ini adalah kemajemukan gugusan galaksi yang terdiri dari jutaan bintang dan planet-planet yang ada sebagaimana yang kita ketahui dari ilmu astronomi modern. Oleh karenanya secara tidak langsung al-Qur'an menyatakan kepada kita bahwa Bumi yang kita diami ini bukanlah satu-satunya bumi yang ada dijagad raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;makhluk-makhluk yang ada dilangit dan dibumi memerlukan Dia, setiap waktu Dia dalam kesibukan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 55 Ar-Rahman :29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkali-kali mengadakan pengamatan secara teliti menggunakan teleskop-teleskop Observatorium W.M. Keck Hawaii, Observatorium Lick di California dan Observatorium McDonald di Texas sejak bulan Juli 2003 yang lalu, maka hari selasa tanggal 31 Agustus 2004 sejumlah astronom mengumumkan penemuan jenis planet baru yang memiliki lebih banyak kesamaan dengan Bumi dibanding dengan planet-planet gas raksasa yang pernah ditemukan sebelumnya[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planet-planet mirip bumi tersebut yang pertama berada di gugusan Leo memiliki massa 21 kali ukuran bumi dan waktu rotasi 2,64 hari dengan perkiraan jarak lebih kurang 33 tahun cahaya dari Bumi kita sedangkan planet berikutnya berada digugusan Cancer memiliki massa 18 kali dari bumi dan waktu orbit 2,81 hari dengan jarak dari bumi ini sekitar 41 tahun cahaya. Atas penemuan kedua planet ini baik Barbara McArthur, peneliti dari Universitas Texas di Austin maupun Anne Kinney, direktur Direktorat Misi Ilmiah Divisi Jagad Raya NASA sama-sama mengungkapkan rasa optimisnya bahwa teka-teki keberadaan makhluk hidup lain diluar bumi akan segera terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planet lainnya yang baru ditemukan dan diduga memiliki juga persamaan dengan bumi adalah planet yang mengorbit bintang Gliese 876 berjarak sekitar 15 tahun cahaya dari bumi pada arah rasi bintang Aquarius dengan massa sebesar 5,9 hingga 7,5 kali massa bumi[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara misi antariksa tanpa awak Voyager 1 yang diluncurkan atas kerjasama NASA dan Caltech pada tanggal 5 September 1977 sudah berada diluar tata surya kita dengan jarak 14 milyar kilometer dari planet bumi dan tengah menyelidiki heliopause dan medium antar bintang, ini adalah satu-satunya benda buatan manusia modern yang berada jauh diruang angkasa sehingga untuk dapat menangkap sinyalnya dipusat kontrol Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena, California dibutuhkan waktu lebih dari 13 jam.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bersikap terlalu skeptis terhadap sejumlah kalangan yang menyibukkan dirinya untuk melakukan eksplorasi angkasa raya guna menemukan peradaban lain maupun mentertawakan sejumlah penelitian terhadap ilmu pengetahuan yang pernah dicapai oleh nenek moyang manusia dimasa lalu sungguh bukan perbuatan yang bijaksana dan bertentangan dengan kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memperolok-olok suatu kaum yang lain, karena boleh jadi mereka itu lebih baik dari mereka yang mengoloknya; dan jangan juga para wanita saling memperolok sesamanya sebab boleh jadi wanita yang diperolokkan itu lebih baik dari wanita yang memperoloknya ; dan jangan kamu mencela dirimu sendiri serta jangan kamu saling memanggil dengan gelar yang jahat. Sejahat-jahat panggilan adalah yang jahat setelah ia beriman dan siapa saja yang tidak bertobat, maka mereka adalah orang yang zhalim.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 49 al-Hujuraat : 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selaku manusia modern ini harus segera berhenti meneruskan perilaku pongah yang disertai stagnasi pendapatnya yang usang, keberadaan para aliens alias makhluk berjiwa diplanet bumi yang lain nun jauh dikedalaman langit jangan sampai menimbulkan kekhawatiran berlebihan bahwa pendapat manusia sebagai makhluk termulia akan dilecehkan atau menjadi rusak. Pada hakekatnya manusia ini cuma sekedar makhluk yang hina[11] dengan kediaman berada dipinggiran galaksi tak lebih dari setitik debu berjarak ± 300 juta miliar km dari pusat Bimasakti. Mari kita berhenti berpikir egois dan merasa sebagai makhluk yang paling diperhatikan Tuhan, padahal nyaris setiap hari kita melupakan Tuhan dan bergulat dengan dosa, zinah, korupsi, dusta dan seribu satu macam kufur nikmat lainnya, manusia terlampau membumi sehingga tidak kuasa melepas ke-'akuannya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&amp;shy;-----&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1] Su'ud Muliadi, Sm Hk, Mahluk Angkasa Luar dan al-Qur'an, Penerbit PT. Garoeda Boeana Indah, Pasuruan, 1993, hal. 17.&lt;br /&gt;[2] Idem, hal. 21.&lt;br /&gt;[3] Kedua buku ini bisa didownload langsung melalui Internet dari website Beta-UFO dengan alamat http://www.betaufo.com/ dalam format file PDF&lt;br /&gt;[4] al-Qur'an dan Terjemahnya, Departemen Agama Republik Indonesia, Jakarta, Penerbit Gema Risalah Press Bandung, Edisi refisi tahun 1989, Catatan Kaki no 1244, hal. 691&lt;br /&gt;[5] Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja, Karsa Menegakkan jiwa agama dalam dunia ilmiah, versi baru Ihya Ulumiddin, Penerbit Iqra, Bandung, 1982&lt;br /&gt;[6] Nurcholish Madjid, Khazanah Intelektual Islam, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta, 1984&lt;br /&gt;[7] Nazwar Syamsu, Tauhid dan Logika, al-Qur'an dasar tanya jawab Ilmiah, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1980&lt;br /&gt;[8] Kompas Cyber Media, http://www.kompas.com/teknologi/news/0409/01/173543.htm, rubrik Sains &amp;amp; Teknologi&lt;br /&gt;[9] Harian umum Berita Pagi, Planet Baru itu, Kecil dan Berbatu, No. 37 Tahun 1, Rabu, 15 Juni 2005 hal 1&lt;br /&gt;[10] Wikipedia Indonesia, ensiklopedi bebas berbahasa Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Voyager_1&lt;br /&gt;[11] Silahkan buka al-Qur'an surah 32 as-Sajdah ayat 8 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114559208427009743?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://dedyku-yisc.blogspot.com/' title='Adakah Makhluk Luar Angkasa itu ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114559208427009743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114559208427009743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114559208427009743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114559208427009743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/04/adakah-makhluk-luar-angkasa-itu.html' title='Adakah Makhluk Luar Angkasa itu ?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114554268744379161</id><published>2006-04-20T21:09:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.369+07:00</updated><title type='text'>Malaikat, apa dan bagaimana ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah.11.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah.9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Istilah Malaikat telah dikenal oleh hampir semua umat beragama didunia ini, istilah tersebut bisa dijumpai didalam banyak ayat pada Kitab-kitab suci yang ada. Katakanlah misalnya seperti Kitab suci agama Budha Kuan Shi Yin Tsing, kitab Perjanjian Lama, kitab Perjanjian Baru maupun kitab suci al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Claudel[1], seorang sastrawan katolik Perancis menulis : &lt;em&gt;"Menyangkal adanya para malaikat berarti mencabut setiap dua halaman dari alkitab dan juga berarti memusnahkan segala buku doa!"&lt;/em&gt; pernyataan ini tidak lain disebabkan lebih dari 700 kali kata Malaikat disebut-sebut dalam al-Kitab. Bahkan adanya malaikat itu telah ditentukan sebagai dogma (ajaran yang harus diimani) oleh Konsili Lateran IV (1215) dan Konsili Vatikanum I (1889-1890) serta Konsili Nicea (787) dan Konsili Trente (1545-1563).[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Ibrani, kata Mal'Akh mengandung arti pesuruh yang menunjukkan status ataupun fungsi dari makhluk tersebut[3]. Selain itu, didalam ajaran al-Kitab atau The Bible tidak semua malaikat bersifat suci, ada diantara mereka yang justru jatuh dan terjebak dalam dosa serta bisa dihakimi oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hamba-hamba Allah di surga, tak dapat dipercayai oleh-Nya. Bahkan pada malaikat-malaikat-Nya didapati-Nya kesalahan dan cela - Perjanjian Lama : Ayub : 4 : 18[4]&lt;br /&gt;Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka - Perjanjian Baru : II Petrus : 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar - Perjanjian Baru: Yudas 1: 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat ? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari - Perjanjian Baru: I Korintus 6 : 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang tugas, jumlah maupun nama-nama dari malaikat, al-Kitab tidak bercerita apapun kepada kita kecuali Mikail yang dinyatakan selaku penghulu semua malaikat[5] dan kelak akan bertempur melawan Iblis[6], malaikat Jibril atau Gabriel sebagai penyampai wahyu[7] dan Abadon yang bertugas mencabut nyawa[8]. Ajaran Kristen juga mengenal keberadaan malaikat pelindung (Guardian Angel) yang diberikan Tuhan kepada tiap-tiap orang dan yang secara istimewa berfungsi melindungi jiwa dan badan manusia selama hidup maupun mati[9]. Bahkan Paus Pius XI dan Paus Yohanes XXIII menekankan agar setiapkali manusia menghadapi kesulitan meminta bantuan kepada sang malaikat pelindung[10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Malaikat sendiri menurut kamus Islam[11] adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, sesuai dengan hadis yang berasal dari Nabi Muhammad yang disampaikan oleh 'Aisyah, istri beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan-Nya kepada kalian - Hadis Riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena adanya kesamaan unsur malaikat dengan unsur Tuhan inilah maka seluruh sifat yang ada pada malaikat menurut ajaran Islam adalah cermin dari sifat-sifat Allah sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Allah itu cahaya bagi langit dan bumi... Cahaya diatas cahaya, Allah memimpin kepada cahaya-Nya… Siapa yang Dia inginkan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; - Qs. 24 an-nur : 35&lt;br /&gt;Aku bertanya kepada Rasulullah Saw : &lt;em&gt;"Adakah engkau melihat Tuhan?" Beliau menjawab : "Cahaya ! Bagaimana aku bisa melihat-Nya ?"&lt;/em&gt; - Hadis Riwayat Muslim dari Abu Zar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbeda dengan ajaran al-Kitab tentang malaikat, maka Islam menjelaskan bahwa para malaikat itu senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah dan tidak pernah melanggar larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya mereka (yaitu para malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak ingkar beribadah kepada-Nya dan mereka selalu bertakbir untuk-Nya serta hanya kepada-Nya saja mereka bersujud&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; - Qs. 7 al-a'raf : 206&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Malaikat berbakti dengan memuji Tuhan mereka Dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang ada dibumi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 42 asy-Syura : 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Para Malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak punya rasa angkuh untuk mengabdi kepada-Nya dan tidak merasa letih, mereka selalu bertakbir malam dan siang tiada henti-hentinya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 21 al-anbiyaa : 19 - 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah umat Islam beredar sejumlah nama-nama malaikat berikut tugas dan kedudukan mereka. Dja'far Amir[12] misalnya, menyebutkan 9 nama dari malaikat yaitu: Jibril bertugas membawa wahyu kepada para Nabi dan Rasul, Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa, Mungkar dan Nakir selaku dua malaikat yang melakukan interogasi terhadap mayat didalam kubur, Israfil berfungsi sebagai peniup sangkakala pada hari kiamat, Mikail bertugas memberikan hujan dan pengatur rezeki, Raqib dan 'Atid selaku dua malaikat pencatat amal manusia, Ridwan sebagai penjaga syurga, Malik sebagai penjaga neraka dan Hamalatul 'Arsy sebagai malaikat yang membawa 'Arsy Tuhan dihari kiamat.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an sendiri pada dasarnya tidak pernah menjelaskan nama-nama dari para malaikat sebagaimana tersebut diatas termasuk jumlah total dari mereka secara keseluruhan, berhubungan tentang malaikat, Al-Qur'an hanya mengenalkan nama Jibril yang disifatkan sebagai malaikat dengan akal cerdas[14] dan digelari juga sebagai Ruh Suci[15] lalu Malik yang di-indikasikan sebagai nama malaikat penjaga neraka[16] serta Mikail[17] dan Zabaniah[18] yang tidak dijelaskan apa tugas dan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut istilah Malik tersebut, Dalimi Lubis[19] berpendapat bahwa nama ini belum bisa dikatakan sebagai nama individu, tetapi mengingat bahwa yang dipanggil Malik itu dalam ayat tersebut merujuk pada malaikat yang ada dan berkuasa dineraka maka lebih tepat jika nama ini merupakan gelar dari tugas malaikat tersebut, yaitu penjaga neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Dalimi Lubis ini memang ada benarnya, sebab jika kita kembalikan kata Malik yang ada pada ayat tersebut dengan istilah Maliki yaumiddin pada surah 1 al-Fatihah ayat ke 3 yang artinya Penguasa hari pembalasan, maka bisa jadi yang dimaksud dengan kata Malik dalam surah az-Zukhruf ayat 77 merujuk pada tugas sang malaikat selaku penjaga neraka dan bukan sebagai nama diri dari sang malaikat itu sendiri. Apalagi kita juga bisa menemukan didalam al-Qur'an, penjaga neraka itu bukan hanya satu malaikat saja tetapi disebutkan secara jamak, misalnya: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan orang-orang yang dineraka berkata kepada penjaga-penjaga Jahannam : "Mintalah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab dari kami sehari saja."&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 40 al-Mu'min : 49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yang untuknya ada sembilan belas penjaga Dan Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat ! Dan Kami tidak menjadikan bilangan mereka melainkan sebagai ujian bagi orang yang kafir!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 74 al-Muddatsir : 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara istilah Zabaniah dalam surah al-Alaq ayat 18 memang sebagian besar ditafsirkan sebagai nama diri dari malaikat yang diancamkan Allah bagi mereka yang menghalangi seseorang melakukan Sholat[20], akan tetapi A. Hassan dalam Tafsir al-Furqonnya menterjemahkan istilah Zabaniah pada ayat tersebut sebagai Tentara Tuhan yang gagah[21].&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara umum, al-Qur'an memberikan informasi kepada kita bahwa para malaikat itu memang memiliki otoritas tertentu yang sudah diberikan oleh Allah terhadap diri manusia. Misalnya ada malaikat-malaikat yang diberi wewenang untuk mencabut nyawa[22], malaikat-malaikat yang merekam atau mencatat semua perbuatan[23], Malaikat-malaikat yang bertugas membantu Nabi dalam peperangan[24] dan ada pula malaikat yang diberi otoritas sebagai pelindung[25] dan sebagainya, akan tetapi sekali lagi, al-Qur'an tidak menjelaskan secara detil mengenai nama-nama dan jumlah mereka keseluruhan kecuali Jibril dan Mikail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Siapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang yang kafir&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 2 al-Baqarah : 98&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat Bukhari dari Anas diceritakan bahwa orang Yahudi bernama Abdullah bin Salam telah menganggap Jibril sebagai malaikat perang yang menjadi musuh manusia sementara dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Nasa'i dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa orang Yahudi telah membandingkan kehebatan dan kekuasan antara malaikat Mikail dan Jibril[26] lalu ayat diatas turun sebagai teguran bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai wujud dari malaikat itu sendiri al-Qur'an menjelaskan sebagai berikut :  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap, masing-masing dua, tiga dan empat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 35 Fathir : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud malaikat rasanya mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia (dengan unsur dasar tercipta dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[27]) tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya bahkan Nabi Muhammad sendiri disebutkan secara jelas hanya mampu melihat wujud asli dari malaikat Jibril sebanyak dua kali[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat wujud malaikat hanya apabila malaikat itu sendiri yang merubah wujudnya menjadi sesuatu yang bersifat materi seperti berwujud manusia sebagaimana yang sering terjadi dalam cerita-cerita al-Qur'an[29], untuk memastikan bahwa kita telah melihat malaikat yang sebenarnya didalam mimpi atau melalui ilmu-ilmu ghaib tertentu pun nyaris tidak bisa dijadikan sandaran, sebab ada tertulis didalam al-Kitab bahwa Iblis mampu menyamar menjadi malaikat[30] dan terlepas dari sejauh mana kita meyakini pernyataan tersebut, setidaknya fenomena yang tertulis disana telah benar terjadi dalam kehidupan nyata. Masih ingatkah anda tentang kisah pimpinan Jemaah Salamullah bernama Lia Aminuddin yang mengaku dirinya didatangi oleh malaikat Jibril[31] ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurutnya, kedatangan Jibril itu untuk menobatkan dirinya sebagai replika dari Maryam, ibunda Nabi Isa al-Masih yang tidak lain mewujud pada diri anaknya sendiri bernama Ahmad Mukti.[32] Bahkan masih menurut Lia Aminuddin juga, arwah Nabi Muhammad sendiri memberikan restu kepada beliau saat melakukan sholat didekat makamnya dimasjid Nabawi Madinah. Pada bulan Desember 1997 yang lalu, MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara resmi memberikan fatwa sesat dan menolak keabsahan ajaran Jemaah Salamullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armansyah - Palembang&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------&amp;shy;-----&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1] petruspau&lt;/span&gt;&lt;a title="http://groups.google.com/groups/unlock?msg=" href="http://groups.google.com/groups/unlock?msg=18643f8409960256&amp;_done=/group/myquran/browse_thread/thread/5fb006d07fee208a" target="_parent" _done="/group/myquran/browse_thread/thread/5fb006d07fee208a"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;@waltdisney.com, "PDMPKK St. Petrus Paulus" : Warta Petrus Paulus Edisi III April-Mei 1998 yang dikirim pada milis par&lt;/span&gt;&lt;a title="http://groups.google.com/groups/unlock?msg=" href="http://groups.google.com/groups/unlock?msg=18643f8409960256&amp;amp;_done=/group/myquran/browse_thread/thread/5fb006d07fee208a" target="_parent" _done="/group/myquran/browse_thread/thread/5fb006d07fee208a"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;@parokinet.org, tanggal 06 April 1998&lt;br /&gt;[2] Ibid&lt;br /&gt;[3] Encyclopedia Britannica Deluxe Edition 2004 CD&lt;br /&gt;[4] J.F. Kasenda Software Alkitab dalam Bahasa Indonesia versi 2.0a 25 September 1999 dengan versi alkitab yang aktif Bahasa sehari-hari, Terjemahan tersebut sedikit berbeda apabila versi alkitab yang aktif adalah Terjemahan Resmi yang ayatnya berbunyi : Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nya didapati-Nya tersesat&lt;br /&gt;[5] Lihat Perjanjian Baru : Yudas 1 : 9&lt;br /&gt;[6] Lihat Perjanjian Baru : Wahyu 12 : 7&lt;br /&gt;[7] Lihat Perjanjian Baru : Injil Lukas 1 : 19&lt;br /&gt;[8] Lihat Perjanjian Baru : Wahyu 9 : 11&lt;br /&gt;[9] Ibid 15&lt;br /&gt;[10] Ibid&lt;br /&gt;[11] Drs. Abu Baiquni, Dra. Arni Fauziana, Kamus Istilah Agama Islam, Penerbit Arkola, Surabaya, 1995, hal. 16&lt;br /&gt;[12] Dja'far Amir, Ilmu Tauhid, Penerbit AB. Sitti Sjamsijah, Solo, 1965, hal. 39&lt;br /&gt;[13] Lihat Qs. 69 Al-Haqqah : 17&lt;br /&gt;[14] Lihat Qs. 53 an-Najm : 6&lt;br /&gt;[15] Lihat Qs. 16 an-Nahl : 102&lt;br /&gt;[16]Lihat Qs. 43 az-Zukhruf : 77&lt;br /&gt;[17] Lihat Qs. 2 al-Baqarah : 98&lt;br /&gt;[18] Lihat Qs. 96 al-Alaq : 18&lt;br /&gt;[19] Dalimi Lubis, Alam Barzakh (Alam Kubur), Ghalia Indonesia, 1981, hal. 188&lt;br /&gt;[20] K.H. Qamaruddin Shaleh, H.A.A. Dahlan, Drs. M.D. Dahlan Asbabun Nuzul Latar belakang historis turunnya ayat-ayat alQur'an cetakan ke-2 Penerbit CV. Diponegoro Bandung 1975&lt;br /&gt;[21] A. Hassan, Tafsir al-Furqon, Pustaka Tamaam, Bangil, 1986, hal. 1219&lt;br /&gt;[22] Lihat Qs. 32 as-Sajdah : 11&lt;br /&gt;[23] Lihat Qs. 43 az-Zukhruf : 80 dan Qs. 50 Qaf : 17&lt;br /&gt;[24] Lihat Qs. 3 Ali Imron : 125 dan Qs. 9 at-Taubah : 26&lt;br /&gt;[25] Lihat Qs. 6 al-An'am : 61&lt;br /&gt;[26] Sumber lihat catatan kaki no 30&lt;br /&gt;[27] Qs. 15 al-Hijr : 28&lt;br /&gt;[28] Lihat Qs. 53 an-Najm ayat 6 s/d 14&lt;br /&gt;[29] Lihat Qs. 19 Maryam : 17 dan Qs. 15 al-Hijr : 51&lt;br /&gt;[30] Lihat Perjanjian Baru : II Korintus 11:14&lt;br /&gt;[31] Konon sebelum mengaku sebagai Jibril, makhluk tersebut mengaku bernama Habib al-Huda, yaitu nama Jin yang dipercaya pernah mendampingi Nabi Muhammad&lt;br /&gt;[32] Majalah Gatra, Nomor 42/IV, Imam Mahdi, Maryam, dan Jibril, Menyatu Dalam Tubuh Lia Aminuddin, 5 September 1998&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114554268744379161?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114554268744379161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114554268744379161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114554268744379161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114554268744379161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/2006/04/malaikat-apa-dan-bagaimana.html' title='Malaikat, apa dan bagaimana ?'/><author><name>Dedy Kustyono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/320/Dedy-3%20ok.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-26008465.post-114554068149329188</id><published>2006-04-20T20:24:00.000+07:00</published><updated>2006-10-31T07:58:11.305+07:00</updated><title type='text'>Arasy adalah singgasana Allah, apa maksudnya ?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/1600/bismillah.9.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1877/2708/200/bismillah.7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;From: Armansyah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 7 al-A'raf : 54&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Telah terjadi perbedaan pandangan antara ulama tradisional dengan ulama-ulama kontemporer dan modern dalam menafsirkan istilah 'Arsy ini. Dimana ulama tradisional lebih suka memahami 'Arsy sebagai suatu singgasana dimana dari singgasana-Nya inilah Tuhan mengendalikan kekuasaan-Nya atas makhluk-makhluk-Nya, namun ulama-ulama tersebut juga lebih suka untuk tidak melakukan pembahasan lebih jauh mengenainya dan hanya mencukupkan urusannya kepada iman dan itu menjadi rahasia ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sejumlah ulama lain yang lebih moderat menolak penafsiran 'Arasy seperti yang telah disebutkan tadi karena menurut mereka ALLAH tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu. Jika dikatakan bahwa ALLAH duduk diatas 'Arsy maka berarti ALLAH memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung, padahal ALLAH Maha Suci dan Maha Mulia dari semua itu !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tidak ada sesuatu apapun yang sama dengan-Nya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 112 al-Ikhlas : 4&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Lebih bijak jika kita mengadakan pendekatan penafsiran istilah 'Arsy sebagai tempat dimana ALLAH mempertunjukkan kekuasaan-Nya kepada semua hamba-hambaNya, dan itulah alam semesta yang terbentang luas dihadapan kita. Semua isi alam ini, termasuk benda-benda angkasa seperti bumi, bulan, matahari, planet-planet, komet dan apa saja yang ada diantara keduanya merupakan perwujudan dari singgasana Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adalah 'Arsy-Nya berada diatas air&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 11 Huud : 7&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dari ilmu pengetahuan modern kita bisa mengetahui bahwa angkasa raya tidaklah kosong hitam saja seperti yang kita lihat dimalam hari, beberapa hasil observasi sejumlah astronom telah mendeteksi adanya bahan jernih yang terbuat dari 99 persen gas (rata-rata Hidrogen dan Helium) dan 1 persen partikel berukuran debu yang memiliki komposisi mirip dengan senyawa silikon, oksida besi, kristal es dan sejumlah kumpulan molekul lain termasuk molekul organik yang mengisi nebula maupun jarak antar bintang[1].&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Bahkan Nazwar Syamsu[2] lebih condong menterjemahkan istilah Alma (biasanya selalu diterjemahkan sebagai air dalam bahasa Indonesia) pada surah 11 ayat 7 diatas sebagai Hydrogen itu sendiri, mengingat Hydrogen adalah atom asal dan beliau mengkaitkannya dengan istilah Dukhan (biasa diterjemahkan sebagai asap) sebagai sumber penciptaan alam semesta seperti yang disitir dalam Surah Fushshilat : 11.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Terlepas dari semuanya, mungkin ini juga alasannya kenapa Tuhan begitu gigih memerintahkan kepada manusia untuk mempelajari ilmu tentang alam semesta sembari tidak melupakan tasbih kepada-Nya, baik tasbih dalam arti berdzikir lisan mengucap puja dan puji seperti para Malaikat ataupun bertasbih dalam pengertian sikap tunduk dan patuh serta sadar akan kekecilan diri dihadapan Yang Kuasa sebagaimana tunduknya alam semesta dan seperti tunduknya burung-burung dan gunung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Para Malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak punya rasa angkuh untuk mengabdi kepada-Nya dan tidak merasa letih, mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. - Qs. 21 al-anbiyaa : 19 - 20&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 17 al-israa : 44&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gunung-gunung dan burung-burung yang bertasbih&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 21 al-anbiyaa : 79&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat seperti kamu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 6 al-an'aam : 38&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 3 ali Imron : 191&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Secara bijaksana kita juga bisa melihat persamaan penafsiran istilah 'Arasy ini sebagai kata kiasan dengan mempersamakannya dengan kata kias pada penafsiran istilah Wajah ALLAH, Tangan-Nya, Kursi-Nya ataupun Betis sebagaimana terdapat dalam ayat-ayat berikut :  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan adalah kepunyaan Allah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 2 al-Baqarah : 115&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maka Maha Suci Dia yang ditangan-Nya kekuasaan atas semuanya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 36 Yaasin : 83&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 55 ar-Rahman : 27&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kursi Allah meliputi langit dan bumi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; - Qs. 2 al-Baqarah: 255&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud - QS. 68 al-Qalam : 42&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------¬-----&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1] Dr. Adel M.A. Abbas, Singgasana-Nya diatas Air, Terj. Burhan Wirasubrata, Penerbit Lentera, Jakarta, 2000, hal. 38-39&lt;br /&gt;[2] Nazwar Syamsu, Tauhid dan Logika, Al Qur'an Dasar Tanya Jawab Ilmiah, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1980, hal. 22 - 23&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/26008465-114554068149329188?l=dedyku-tausyiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dedyku-tausyiah.blogspot.com/feeds/114554068149329188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=26008465&amp;postID=114554068149329188&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/default/114554068149329188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/26008465/posts/
